Analisis Deep Learning Pada Proses Pembelajaran Manicure Spa Di SMK Negeri 7 Tangerang Selatan
DOI:
https://doi.org/10.55583/jkip.v7i6.2730Keywords:
Deep Learning, Pembelajaran Manicure SPA, SMK Negeri 7 Tangerang SelatanAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Deep Learning pada proses pembelajaran Manicure SPA di SMK Negeri 7 Tangerang Selatan. Latar belakang penelitian didasarkan pada perlunya penerapan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik untuk meningkatkan pemahaman konsep, keterampilan praktik, kemampuan berpikir kritis, serta kesiapan peserta didik dalam menghadapi dunia kerja. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, dokumentasi, dan triangulasi data. Subjek penelitian terdiri atas satu orang guru mata pelajaran Manicure SPA dan sembilan peserta didik kelas XI Program Keahlian Kecantikan Kulit dan Rambut. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan sesuai model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Deep Learning pada pembelajaran Manicure SPA telah terlaksana dengan baik melalui kegiatan briefing, demonstrasi, diskusi, praktik langsung, tutor sebaya, refleksi, dan evaluasi. Guru berperan sebagai fasilitator yang mendorong peserta didik aktif membangun pengetahuan, memahami fungsi alat dan bahan, menganalisis prosedur kerja, serta menerapkan keterampilan Manicure SPA secara tepat. Faktor pendukung penerapan Deep Learning meliputi kompetensi guru, penggunaan jobsheet, demonstrasi, tutor sebaya, fasilitas laboratorium, dan pengalaman belajar dari industri. Adapun faktor penghambat meliputi keterbatasan beberapa alat praktik, waktu menunggu giliran praktik, serta perbedaan kemampuan peserta didik dalam memahami materi. Dengan demikian, penerapan Deep Learning terbukti mampu meningkatkan pemahaman konsep, keterampilan praktik, dan keterlibatan aktif peserta didik dalam pembelajaran Manicure SPA sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
References
Ariesta, S. P. (2016). Pengaruh suhu air terhadap hasil jadi water marble Nail Art. Jurnal Tata Rias, 5.
Dewey, J. (1933). How We Think. Boston: D.C. Heath and Company.
Fullan, M., Quinn, J., & McEachen, J. (2018). Deep Learning: Engage the World Change the World. California: Corwin Press.
Ha, D., & Tang, Y. (2022). Collective intelligence for Deep Learning: A survey of recent developments. Collective Intelligence, 1(1).
Hidayah, N., Sukardjo, M., & Chaeruman, U. A. (2023). Development of Face Care Learning Models Using Augmented Reality Applications. Pakistan Heart Journal, 56(3), 563–568.
Kolb, D. A. (1984). Experiential Learning: Experience as the Source of Learning and Development.
Milady. (2016). Milady standard cosmetology (13th ed.). Cengage Learning.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Sage Publications.
Piaget, J. (1977). The Development of Thought: Equilibration of Cognitive Structures. New York: Viking Press.
Ratri, S. Y., Wagiran, & Firdaus, F. M. (2025). Deep Learning (Pembelajaran Mendalam) dalam Pendidikan Indonesia: Tinjauan Sistematis Teori dan Praktik.
Siregar, J., Sitompul, J., Samosir, S. A. P., Zega, L., & Pasaribu, A. G. (2025). Hubungan mata kuliah penulisan karya ilmiah dengan kemampuan menulis hasil penelitian oleh mahasiswa Semester III Grup D IAKN Tarutung Tahun 2025. JPIM: Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisipliner, 2(4), 2176–2184.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian pendidikan. Bandung: Alfabeta.
Suyono & Hariyanto. (2014). Belajar dan Pembelajaran. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Vygotsky, L. S. (1978). Mind in Society: The Development of Higher Psychological Processes. Cambridge: Harvard University Press.







