Eksplorasi Hambatan Psikologis Mahasiswa Baru dalam Beradaptasi dengan Sistem Belajar Mandiri Berbasis Andragogi
DOI:
https://doi.org/10.55583/jkip.v7i6.2627Keywords:
Andragogi, Belajar Mandiri, Hambatan Psikologis, Konflik Peran, Academic Culture ShockAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hambatan psikologis yang dihadapi mahasiswa baru Universitas Terbuka (UT) SALUT Budi Mulya Jonggol dalam beradaptasi dengan sistem belajar mandiri berbasis andragogi. Sebagai populasi mahasiswa non-tradisional di wilayah suburban industri, transisi dari ketergantungan pedagogis menuju otonomi belajar memicu dinamika psikologis yang unik. Menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus eksploratif dengan lensa fenomenologi, data dihimpun melalui wawancara mendalam semi terstruktur terhadap 8 mahasiswa tahun pertama, observasi non partisipan pada platform koordinasi digital, dan analisis dokumentasi rekam jejak digital. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Temuan penelitian mengungkap tiga tema utama hambatan psikologis: 1) Academic culture shock yang bermanifestasi dalam bentuk kecemasan akademik dan techno anxiety; 2) Isolation distress akibat hilangnya jangkar sosial dan kehadiran fisik yang memicu apati kognitif; serta 3) Role conflict stress yang dialami oleh mahasiswa pekerja dan komuter, yang secara dinamis mendorong prokrastinasi akademik sebagai mekanisme koping defensif ego. Penelitian menyimpulkan bahwa kemandirian andragogis bukan merupakan fungsi otomatis melainkan kapasitas psikologis yang memerlukan institutional scaffolding. Disarankan pembentukan sistem peer mentoring lokal dan redesain materi orientasi yang mengintegrasikan manajemen stres.
References
Asmuni, A. (2021). Problematika pembelajaran daring di masa pandemi Covid-19 dan solusi pemecahannya. Jurnal Paedagogy, 8(2), 232-240. https://doi.org/10.33394/jp.v8i2.3574
Bandura, A. (1997). Self-efficacy: The exercise of control. W. H. Freeman.
Biwer, F., Wiradhany, W., egter de Planque, M., Oude Egbrink, M. G., de Bruin, A. B., & oude Egbrink, M. G. (2021). Changes in distance learning: How the Covid-19 pandemic affected students’ self-regulated learning and well-being. Research in Higher Education, 62(6), 629-656. https://doi.org/10.1007/s11162-020-09621-3
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Fauzi, A., & Arisanti, D. (2023). Techno-anxiety dan kesiapan mahasiswa dalam menghadapi pembelajaran berbasis learning management system (LMS). Jurnal Psikologi Pendidikan dan Konseling, 9(1), 45-56.
Grow, G. O. (1991). Teaching learners to be self-directed. Adult Education Quarterly, 41(3), 125-149. https://doi.org/10.1177/0001848191041003002
Hasanah, U., Muttaqin, I., & Sholeh, M. (2022). Self-directed learning readiness mahasiswa pekerja pada sistem perkuliahan jarak jauh. Jurnal Pendidikan Dewasa, 6(2), 112-125.
Hidayat, R., & Syarif, M. (2024). Analisis kualitatif beban kognitif (cognitive overload) dan kelelahan mental mahasiswa komuter dalam perkuliahan asinkron. Jurnal Psikologi Kognitif, 11(3), 201-215.
Kahu, E. R., Johnston, L., & Picton, C. (2022). Student retention in distance education: The critical role of emotional exhaustion and social presence. Distance Education, 43(4), 512-529. https://doi.org/10.1080/01587919.2022.2140455
Knowles, M. S. (1980). The modern practice of adult education: From pedagogy to andragogy. Cambridge Adult Education.
Lazarus, R. S., & Folkman, S. (1984). Stress, appraisal, and coping. Springer Publishing Company.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Muir, T., Milthorpe, N., Stone, C., JEA, D., Bird, T., & Webb, K. (2022). Chronicling the online student experience: Isolation, distress, and the importance of peer and institutional support. Journal of Further and Higher Education, 46(8), 1045-1060. https://doi.org/10.1080/0309877X.2022.2045567
Pratama, A., & Wijaya, B. (2022). Gegar budaya akademik mahasiswa baru pada pendidikan tinggi jarak jauh: Studi fenomenologi. Jurnal Pendidikan Terbuka dan Jarak Jauh, 23(1), 15-28.
Putri, S. A., & Rahayu, T. (2025). Dampak interaksi termediasi layar terhadap joy of learning dan gejala depersonalisasi mahasiswa jarak jauh. Jurnal Siber Psikologi, 3(1), 14-27.
Rahmawati, E. (2024). Strategi koping akademik mahasiswa pekerja dalam menghadapi sistem belajar mandiri di Universitas Terbuka. Jurnal Ilmu Pendidikan, 12(2), 89-101.
Rovai, A. P. (2002). Development of an instrument to measure classroom community. The Internet and Higher Education, 5(3), 197-211. https://doi.org/10.1016/S1096-7516(02)00102-1
Sari, W. P., & Kurniawan, D. (2023). Konflik peran ganda dan prokrastinasi akademik mahasiswa kelas karyawan: Sebuah studi kualitatif. Jurnal Riset Psikologi Pendidikan, 5(2), 134-146.
Setyorini, D., dkk. (2023). Eksplorasi efek disinhibisi dan rasa terisolasi (isolation distress) dalam pembelajaran LMS. Jurnal Teknologi Pendidikan Digital, 4(2), 74-86.
Subekti, A. S. (2021). Academic culture shock of first-year students in higher education: Psychological and social dimensions. Indonesian Journal of English Language Teaching and Applied Linguistics, 6(1), 85-99.
Wahyuni, S., & Lestari, S. (2026). Evaluasi efektivitas peer-mentoring dalam mereduksi academic anxiety mahasiswa tahun pertama universitas jarak jauh. Jurnal Bimbingan dan Konseling, 13(1), 40-53.
Wut, T. M., Xu, J. B., & Lee, S. W. (2024). Screen fatigue, emotional detachment, and cognitive apathy in asynchronous online learning spaces. Computers & Education, 210, 1049-1063. https://doi.org/10.1016/j.compedu.2023.104963
Yin, R. K. (2018). Case study research and applications: Design and methods (6th ed.). SAGE Publications.
Zimmerman, B. J. (2000). Attaining self-regulation: A social cognitive commentary. In M. Boekaerts, P. R. Pintrich, & M. Zeidner (Eds.), Handbook of self-regulation (pp. 13-39). Academic Press. https://doi.org/10.1016/B978-012109890-2/50031-7







