Museum Song Terus sebagai Media Konstruksi Pengetahuan Sejarah dalam Perspektif Kognitivisme
DOI:
https://doi.org/10.55583/jkip.v7i6.2625Keywords:
Museum Song Terus, Konstruksi Pengetahuan, Kognitivisme, Pembelajaran SejarahAbstract
Museum berperan penting sebagai sarana edukasi yang membantu masyarakat memahami sejarah melalui pengalaman belajar yang konkret. Pemahaman masyarakat terhadap sejarah praaksara di lingkungan sekitar masih relatif rendah, sehingga diperlukan sumber belajar yang dapat menyajikan informasi sejarah secara menarik dan bermakna. Tujuan artikel ini untuk menganalisis Museum Song Terus sebagai sumber belajar sejarah, menjelaskan konstruksi pengetahuan sejarah dalam perspektif kognitivisme, dan menganalisis implikasi museum Song Terus terhadap pemahaman dan kesadaran sejarah masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka. Data penelitian diperoleh melalui buku dan artikel jurnal yang berkaitan dengan Museum Song Terus, sejarah praaksara, dan teori kognitivisme. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Museum Song Terus memiliki potensi sebagai sumber belajar sejarah melalui koleksi artefak, dan fosil, serta keberadaan media audiovisual yang merepresentasikan kehidupan praaksara di kawasan Gunung Sewu. Dalam perspektif kognitivisme, proses konstruksi pengetahuan terjadi melalui tahapan perhatian, pemrosesan informasi, asimilasi, dan akomodasi yang memungkinkan pengunjung menghubungkan pengetahuan awal dengan informasi baru yang didapatkan selama kunjungan. Pengalaman belajar di Museum berkontribusi terhadap peningkatan pemahaman sejarah, penghargaan terhadap warisan budaya, dan tumbuhnya kesadaran sejarah masyarakat. Sebagai kesimpulan, Museum Song Terus tidak hanya berfungsi sebagai tempat pelestarian koleksi sejarah, tetapi juga sebagai lingkungan belajar yang mendukung konstruksi pengetahuan sejarah secara bermakna.
References
Aisyah, S., & Rohmani, A. H. (2025). Urgensi Teori Kognitivisme dan Implementasinya dalam Pembelajaran PAI di UPT SD Negeri 358 Gresik. LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan Dan Pembelajaran, 5(3), 1095–1108. https://doi.org/https://doi.org/10.51878/learning.v5i3.6618
Akbar, N. C. (2023). Pentingnya Pendidikan Sejarah Guna Memperkuat Identitas Nasional Bangsa Indonesia. Jurnal Pendidikan Indonesia, 3(3), 148–158.
Ardiansyah, I. (2025). Museum Song Terus Kabupaten Pacitan Tahun 2016-2022. STKIP PGRI PACITAN.
Basyir, M. S., Dinana, A., & Devi, A. D. (2022). Kontribusi teori belajar kognitivisme David P. Ausubel dan Robert M. Gagne dalam proses pembelajaran. Jurnal Pendidikan Madrasah, 7(1), 89–100. https://doi.org/https://doi.org/10.14421/jpm.2022.71.12
Bowen, G. A. (2009). Document Analysis as a Qualitative Research Method. Qualitative Research Journal, 9(2), 27–40. https://doi.org/10.3316/QRJ0902027
Dwijonagoro, H. A. P., Dwijonagoro, A. N., & Hadi, S. (2022). Museum Song Terus sebagai Sarana Wisata Budaya Sejarah di Kabupaten Pacitan. Siginjai: Jurnal Sejarah, 2(2), 1–13.
Fadillah, A. P., Juwita, F. S., & Mawaddah, N. (2023). Pendekatan Pemrosesan Informasi Kognitif. Jurnal Review Pendidikan Dan Pengajaran (JRPP), 6(3), 906–911.
Faisal, M., Ramdhani, L., & Hardyanti. (2024). Pengaruh Penggunaan Media Animasi terhadap Hasil Belajar dan Motivasi Belajar Siswa. Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, 1(4), 18–22.
Handini, R. (2002). Natural Conditions and Contemporary Communities of Gunung Sewu. In T. Simanjuntak (Ed.), Gunung Sewu in Prehistoric Times (pp. 13–24). Gadjah Mada University Press.
Hardiani, S., & Herdiana, D. (2024). TRANSITION TO COGNITIVE MODERN (Hebb,Tollman,Gestalist). Journal Of Education, 1, 391–396. https://doi.org/10.65353/sd5m1246
Hassya, H. A., & Kurniawan, G. F. (2025). Museum-Based History Learning: Relics of the Pre-Literacy Period in Indonesia in Northern Java as a Learning Resource. Santhet: Jurnal Sejarah Dan Humaniora, 9(4), 1283–1296. https://doi.org/10.36526/js.v3i2.5646
Herimanto. (2019). Sejarah Indonesia Masa Praaksara. Penerbit Ombak.
Hertzman, E., Anderson, D., & Rowley, S. (2008). Edutainment heritage tourist attractions: A portrait of visitors’ experiences at Storyeum. Museum Management and Curatorship, 23(2), 155–175.
Irmanda, S. S. (2025). Analisis Pengelolaan dan Strategi Pelayanan Wisatawan di Museum Song Terus Pacitan. STKIP PGRI PACITAN.
Jackman, A. H. (2015). 3-D cinema: Immersive media technology. GeoJournal, 80(6), 853–866.
Khatimah, H., Hasan, & Afrianti, I. (2024). Development of Edutainment Learning Media History Adventure Indonesian Hindu-Buddhist History Based on Local History Bima-Dompu. Jurnal Humanitas: Katalisator Perubahan Dan Inovator Pendidikan, 10(4), 712–733.
Koentjaraningrat. (1985). Pengantar Ilmu Antropologi. Aksara Baru.
Krippendorff, K. (2018). Content Analysis: An Introduction to Its Methodology (4th ed.). SAGE Publications.
Kusumaningsih, R., Miftahuddin, M., & Wiratmoko, D. (2024). Utilization of the Song Terus Museum as a Learning Resource in Indonesia. Harmoni Sosial: Jurnal Pendidikan IPS, 11(2), 32–40.
Lukitaningtyas, D. (2022). Pembelajaran berdiferensiasi pada pembelajaran IPS (materi manusia pra-aksara). Kastara Karya: Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, 2(3), 104–894.
Luo, Y. (2021). Safeguarding intangible heritage through edutainment in China’s creative urban environments. International Journal of Heritage Studies, 27(2), 170–185.
Metrahultikultura, M., & Gunartati, G. (2023). Pendidikan humanistik melalui nilai-nilai budaya dalam benda peninggalan praaksara (purbakala) dalam pembelajaran sejarah. Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah Dan Pendidikan, 7(1), 34–49.
Mohamad, S., Hasan, R., & Wantu, A. (2024). Optimalisasi Peran Museum sebagai Sumber Pelestarian Budaya dalam Pembelajaran Sejarah Lokal di Sekolah. SOSIOLOGI: Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(3), 197–202.
Mubarak, H. (2025). Cognitive developmental Jean Piaget dalam pembelajarannya. Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah, 9(2), 703–715. https://doi.org/DOI 10.35931/am.v v9ii2.4.4383
Nabela, N., Gultom, S. Y., & Tarwiyani, T. (2025). Dekonstruksi Peran Museum sebagai Sumber Belajar dalam Pembelajaran Sejarah Lokal di Sekolah Menengah AtasS. Historia: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah, 10(1), 49–65. https://doi.org/https://doi.org/10.33373/hjpsps.v10i1.8078
Ni’amah, K., & Hafidzulloh, S. M. (2021). Teori Pembelajaran Kognivistik Dan Aplikasinya Dalam Pendidikan Islam. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Raushan Fikr, 10(2), 204–217. https://doi.org/https://doi.org/10.24090/jimrf.v10i2.4947, hlm. 204-217
Nurani, I. A. (2021). Lanskap Budaya Pacitan dan Korelasinya dengan Sebaran Hunian, Artefak, dan Bahan Baku di Kawasan Gunung Sewu. AMERTA, 39(2), 97–112.
Nurani, I. A., Zaim, Y., & Wibowo, H. (2020). Pola Keruangan Okupasi Manusia pada Kala Pleistosen hingga Awal Holosen di DAS Kali Oyo, Gunungkidul dan DAS Kali Baksoko, Pacitan. Balai Arkeologi Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
Pangarungan, N., & Bahri. (2026). Berpikir Sejarah dalam Pembelajaran Sejarah. Jurnal Pengabdian Masyarakat Dan Riset Pendidikan, 4(4), 26429–26438. https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i4.6149
Piaget, J. (1977). The Development of Thought: Equilibration of Cognitive Structures. Viking Press.
Poesponegoro, M. D., & Notosusanto, N. (2019). Sejarah Nasional Indonesia I: Zaman Prasejarah di Indonesia. Balai Pustaka.
Praptiwi, N. (2018). Pemanfaatan Museum sebagai Sumber Belajar untuk Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 7(32), 3202–3211.
Ratnasari, S. D., & Iriyanti, S. (2017). Pemanfaatan Situs-Situs Prasejarah di Kabupaten Pacitan sebagai Sumber Belajar untuk Meningkatkan Pemahaman dan Karakter Mahasiswa Pendidikan Sejarah STKIP PGRI Pacitan. Jurnal Penelitian Pendidikan, 9(2), 1377–1426.
Rehalat, A. (2014). Model Pembelajaran Pemrosesan Informasi. Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial (JPIS), 23(2), 1–11.
Rohma, F. A., & Purwaningsih, S. M. (2024). Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning terhadap Kemampuan Problem Solving Siswa pada Mata Pembelajaran Sejarah Kelas XI SMA Negeri 1 Cerme. AVATARA: E-Journal Pendidikan Sejarah, 15(4), 1–9.
Sidiq, R., Sihotang, N. S. T., Telaumbanua, I. Y. S., & Hutapea, J. (2024). Strategi Guru Mata Pelajaran Sejarah untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa terhadap Pelajaran Sejarah Melalui Media Sosial Instagram di SMA Swasta Cahaya Medan. Puteri Hijau: Jurnal Pendidikan Sejarah, 8(1), 359–367. https://doi.org/10.24114/ph.v8iX.51652
Simanjuntak, H. T. (1999). Budaya Awal Holosen Di Gunung Sewu. Berkala Arkeologi, 19(1), 1–20. https://doi.org/10.30883/jba.v19i1.789
Simanjuntak, T. (2002). Gunung Sewu in Prehistoric Times. Gadjah Mada University Press.
Suprapta, B. (2018). Pemanfaatan Cagar Budaya di Kabupaten Pacitan sebagai Media Penunjang Pendidikan Sejarah. J. Pendidik. Sej. Indones, 1(1), 85–102.
Sutrisno, E., Iriyanti, S., & Ratnasari, S. D. (2020). Pengembangan Song Terus Sebagai Objek Wisata Edukasi PraSejarah di Pacitan. Jurnal Penelitian Pendidikan, 12(2), 1741–1745.
Syahputra, M. A. D., Sariyatun, & Ardianto, D. T. (2021). Peranan Penting Sejarah Lokal sebagai Objek Pembelajaran untuk Membangun Kesadaran Sejarah. HISTORIA: Jurnal Pendidik Dan Peneliti Sejarah, 4(1), 85–94. https://doi.org/10.17509/historia.v4i1.27035
von Koenigswald, G. H. R. (1936). Early Palaeolithic stone implements from Java. Bulletin of the Raffles Museum, Series B(1), 52–60.
Wibawa, S. (2021). Hidup Baru dalam Kebudayaan Jawa Baru. In Mulyana & D. D. Hartanto (Eds.), Sembur Tutur Mrih Budaya Mekar Sempulur (pp. 25–41). Spasi Book.
Wijaya, T., Alauwiyah, F., & Pahlevi, M. R. (2025). Pemanfaatan Museum Nasional sebagai Sumber Belajar bagi Mahasiswa Pendidikan Sejarah Universitas Sriwijaya. Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia, 8(1), 42–60.
Zahra, E. N. A., Purwati, P. D., & others. (2024). Edutainment-Based Comic Media to Improve Skills in Writing Historical Narrative Information. Jurnal Edutech Undiksha, 12(1), 151–159.
Zahra, H. Z., Prilliano, B., & Bakar, M. Y. A. (2025). Pendalaman Teori Mazhab Kognitivistik dalam Pembelajaran Bahasa Arab. Jurnal Ilmiah Nusantara, 2(3), 441–450. https://doi.org/https://doi.org/10.61722/jinu.v2i3.4501
Zed, M. (2014). Metode Penelitian Kepustakaan. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.







