Transformasi Pesantren Ramah Anak Menuju Pesantren Aman Dan Berdaya: Integrasi Child Safeguarding Dan Budaya Pesantren Dalam Pencegahan Kekerasan
DOI:
https://doi.org/10.55583/jkip.v7i6.2616Keywords:
Pesantren, Child Safeguarding, Perlindungan Anak, Budaya Pesantren, Pencegahan KekerasanAbstract
Pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam yang berperan penting dalam pembentukan karakter, transmisi ilmu keislaman, dan penguatan nilai-nilai moral. Namun, sebagai lembaga pendidikan berasrama, pesantren juga menghadapi berbagai tantangan perlindungan anak, seperti perundungan (bullying), kekerasan fisik, psikologis, seksual, serta penyalahgunaan relasi kuasa. Kondisi ini menunjukkan pentingnya penguatan sistem perlindungan anak yang tidak hanya berfokus pada penanganan kasus, tetapi juga pada pembangunan budaya pencegahan yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep child safeguarding dalam perspektif pendidikan pesantren serta merumuskan model konseptual Pesantren Aman dan Berdaya. Penelitian menggunakan metode library research dengan pendekatan deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip-prinsip child safeguarding yang meliputi prevention, protection, participation, dan accountability memiliki keselarasan dengan nilai-nilai dasar pesantren, seperti amanah, rahmah, musyawarah, dan pendidikan adab. Integrasi keduanya menghasilkan model Pesantren Aman dan Berdaya yang menempatkan perlindungan santri sebagai bagian integral dari proses pendidikan melalui budaya antisipatif terhadap risiko kekerasan, penguatan sistem perlindungan, pelibatan aktif santri, serta tata kelola yang akuntabel dan berbasis amanah. Dengan demikian, child safeguarding dapat menjadi paradigma penguatan kualitas pendidikan pesantren yang mendukung terciptanya lingkungan belajar yang aman, beradab, dan berkelanjutan.
References
Al-Attas, S. M. N. (1993). Islam and Secularism. ISTAC.
Al-Qaradawi, Y. (2001). Al-Amr bi al-Ma‘ruf wa al-Nahy ‘an al-Munkar fi al-Islam. Maktabah Wahbah.
Al-Zarnūjī, B. al-D. (2003). Ta‘līm al-Muta‘allim Ṭarīq al-Ta‘allum. Dar al-Fikr.
Bourdieu, P. (1991). Language and Symbolic Power. Harvard University Press.
Bovens, M. (2007). Analysing and Assessing Accountability: A Conceptual Framework. European Law Journal, 13(4).
Bruinessen. (1995). Kitab Kuning, Pesantren, dan Tarekat: Tradisi-tradisi Islam di Indonesia. Mizan.
Bueren, G. Van. (1998). The International Law on the Rights of the Child. Martinus Nijhoff Publishers.
Bush, T. (2011). Theories of Educational Leadership and Management, 4th ed. Sage Publications.
Dhofier, Z. (1984). Tradisi Pesantren. LP3ES.
Foucault, M. (1980). Power/Knowledge: Selected Interviews and Other Writings 1972–1977. Pantheon Books.
Freire, P. (2006). Pedagogy of the Oppressed. Continuum.
Fullan, M. (2016). The New Meaning of Educational Change, 5th ed. Teachers College Press.
Gilbert, N., Parton, N., & Skineves, M. (2011). Child Protection Systems: International Trends and Orientations. Oxford University Press.
Gosita, A. (1989). Masalah Perlindungan Anak. Akademika Pressindo.
Grindle, M. S. (1980). Politics and Policy Implementation in the Third World. Princeton University Press.
Hart, R. A. (1992). Children’s Participation: From Tokenism to Citizenship. UNICEF Innocenti Research Centre.
Herman, J. L. (2015). Trauma and Recovery. Basic Books.
Hofstede, G. (2001). Culture’s Consequences: Comparing Values, Behaviors, Institutions and Organizations Across Nations, 2nd Edition. Sage Publications.
Huraerah, A. (2018). Kekerasan terhadap Anak. Nuansa Cendekia.
Husni Rahim. (2001). Arah Baru Pendidikan Islam di Indonesia. Logos Wacana Ilmu.
Junior, J. F., & Raven, B. (1959). The Bases of Social Power, Studies in Social Power, ed. Dorwin Cartwright. University of Michigan Press.
KemenPPPA. (2021). Panduan Pengembangan Satuan Pendidikan Ramah Anak. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
Lickona, T. (1992). Educating for Character: How Our School Can Teach Respect and Responsibility. Bantam Books.
Maslow, A. H. (1987). Motivation and Personality (Third Edition). Harper & Row.
Morrison, E. W. (2014). Employee Voice and Silence. Annual Review of Organizational Psychology and Organizational Behavior, 1(1).
Munro, E. (2011). The Munro Review of Child Protection: Final Report. Department for Education.
Nata, A. (2013). Kapita Selekta Pendidikan Islam. Raja Grafindo Persada.
Parton, N. (2014). The Politics of Child Protection: Contemporary Developments and Future Directions. Palgrave Macmillan.
Pebriaisyah, F., Wilodati, & Komariah, S. (2022). Kekerasan Seksual di Lembaga Pendidikan Keagamaan: Relasi Kuasa Kiyai terhadap Santri Perempuan. Sosietas, 12(1).
Peraturan Menteri Agama Nomor 73 Tahun 2022 Tentang Pencegahan Dan Penanganan Kekerasan Seksual Di Satuan Pendidikan Pada Kementerian Agama, Kementerian Agama Republik Indonesia 1 (2022).
Samudera, S. A. (2023). Undang-Undang Pesantren Sebagai Landasan Pembaruan Pondok Pesantren Di Indonesia (Studi Kebijakan UU No. 18 Tahun 2019). Fahima, 2(2).
Schein, E. H. (2017). Organizational Culture and Leadership, 5th Edition. Wiley.
Shubhie, M. (2021). Tantangan Lahirnya Undang-Undang Pesantren dan Perpres Dana Abadi Pesantren bagi Daerah Kabupaten/Kota di Provinsi Banten. Jurnal UIN Banten.
Smith, R. K. M., Høstmælingen, N., Ranheim, C., & Arinanto, S. (2008). Hukum Hak Asasi Manusia. Pusham UII.
Sukamto. (1999). Kepemimpinan Kiai dalam Pesantren. LP3ES.
Tilaar, H. A. R. (2006). Standarisasi Pendidikan Nasional: Suatu Tinjauan Kritis. Rineka Cipta.
UN. (1948). United Nations: Universal Declaration of Human Rights. United Nations.
UN. (1989). United Nations: Convention on the Rights of the Child. United Nations.
Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945 (1945).
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2019 Tentang Pesantren (2019).
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional (2003).
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak (2014).
UNESCO. (2005). Education for All Global Monitoring Report: The Quality Imperative. UNESCO Publishing.
UNESCO. (2017a). A Guide for Ensuring Inclusion and Equity in Education. UNESCO Publishing.
UNESCO. (2017b). Governance in Education: Handbook for Good Governance. UNESCO Publishing.
UNESCO. (2019). Behind the Numbers: Ending School Violence and Bullying. UNESCO Publishing.
UNICEF. (2016). INSPIRE: Seven Strategies for Ending Violence Against Children. UNICEF.
UNICEF. (2018). Child Safeguarding Toolkit for UNICEF Partners. UNICEF.
Wahid, A. (2001). Menggerakkan Tradisi: Esai-Esai Pesantren. LKiS.







