Analisis Fungsi Sosial Agama Dan Pendidikan Dalam Perspektif Émile Durkheim Dan Implikasinya Bagi Pendidikan Agama Islam

Authors

  • Faqih Faqih Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
  • Edi Yusrianto Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

DOI:

https://doi.org/10.55583/jkip.v7i5.2558

Keywords:

Teori Struktural Fungsional, Émile Durkheim, Agama, Pendidikan, Pendidikan Agama Islam, Fungsi Sosial

Abstract

Artikel ini bertujuan menganalisis fungsi sosial agama dan pendidikan dalam perspektif teori struktural fungsional Émile Durkheim serta mengkaji relevansi dan batasannya terhadap Pendidikan Agama Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) melalui analisis terhadap karya-karya utama Durkheim dan berbagai literatur yang relevan dalam bidang sosiologi dan pendidikan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa menurut Durkheim agama berfungsi membentuk kesadaran kolektif (collective conscience), memperkuat solidaritas sosial, serta menjaga integrasi dan keteraturan masyarakat. Sementara itu, pendidikan berfungsi sebagai agen sosialisasi moral yang mentransmisikan nilai, norma, dan budaya kepada generasi muda guna mempertahankan keberlangsungan sistem sosial. Dalam konteks Pendidikan Agama Islam, pemikiran Durkheim relevan untuk menjelaskan peran pendidikan dalam pembentukan karakter, penguatan moderasi beragama, serta pembangunan kohesi sosial. Namun demikian, terdapat perbedaan mendasar antara perspektif Durkheim dan Islam, terutama terkait sumber legitimasi nilai dan tujuan pendidikan. Durkheim menempatkan masyarakat sebagai sumber pembentukan nilai moral, sedangkan Islam menempatkan wahyu sebagai sumber utama nilai dan norma kehidupan. Oleh karena itu, teori Durkheim dapat dimanfaatkan sebagai instrumen analisis sosial, tetapi tidak dapat menggantikan landasan normatif dan teologis yang menjadi dasar Pendidikan Agama Islam.

References

Abdullah, M. A. (2020). Multidisiplin, interdisiplin, dan transdisiplin: Metode studi agama dan studi Islam di era kontemporer. IB Pustaka.

Al-Attas, S. M. N. (1978). Islam and Secularism. Muslim Youth Movement of Malaysia (ABIM).

Ballantine, J. H., & Spade, J. Z. (2015). Schools and Society: A Sociological Approach to Education. Sage Publications.

Berger, P. L. (1967). The Sacred Canopy: Elements of a Sociological Theory of Religion. Anchor Books.

Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. Sage Publications.

Durkheim, E. (1956). Education and Sociology. Free Press.

Durkheim, E. (1982). The Rules of Sociological Method. Free Press.

Durkheim, E. (1995). The Elementary Forms of Religious Life. Free Press.

Durkheim, E. (2014). The Division of Labor in Society. Free Press.

Krippendorff, K. (2018). Content Analysis: An Introduction to Its Methodology. Sage Publications.

Marzuki. (2021). Character Education Based on Islamic Values in the Era of Society 5.0. Jurnal Pendidikan Karakter, 11(2), 145–158.

Nata, A. (2023). Ilmu Pendidikan Islam. Kencana.

Parsons, T. (1959). The School Class as a Social System: Some of Its Functions in American Society. Harvard Educational Review, 29(4), 297–318.

Parsons, T. (1964). Social Structure and Personality. Free Press.

Rahman, F. (1982a). Islam and Modernity: Transformation of an Intellectual Tradition. The University of Chicago Press.

Rahman, F. (1982b). Islam and Modernity: Transformation of an Intellectual Tradition. The University of Chicago Press.

Ritzer, G., & Stepnisky, J. (2018). Modern Sociological Theory. Sage Publications.

Sutrisno, E. (2019). Aktualisasi Moderasi Beragama di Lembaga Pendidikan. Jurnal Bimas Islam, 12(2), 323–348.

Downloads

Published

2026-06-21

How to Cite

Faqih, F., & Yusrianto, E. (2026). Analisis Fungsi Sosial Agama Dan Pendidikan Dalam Perspektif Émile Durkheim Dan Implikasinya Bagi Pendidikan Agama Islam. Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP), 7(5), 2890-2899. https://doi.org/10.55583/jkip.v7i5.2558