Strategi Pemberdayaan Guru Sekolah Dasar Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Di Kabupaten Ende
DOI:
https://doi.org/10.55583/jkip.v7i2.2053Keywords:
Pemberdayaan; Guru Sekolah Dasar; Kualitas PemelajaranAbstract
Guru sekolah dasar memegang peran sentral karena mereka berinteraksi secara intensif dengan peserta didik dalam membangun kemampuan dasar literasi, numerasi, karakter, dan keterampilan sosial. Guru tidak hanya berfungsi sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai fasilitator belajar, pembimbing, motivator, dan teladan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mneganalisis bagaimana strategi pemberdayaan guru Sekolah Dasar dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di Kabupaten Ende. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka (literature review) dengan pendekatan kualitatif-deskriptif. Metode kajian pustaka dipilih karena penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam konsep, teori, temuan empiris, serta kebijakan yang berkaitan dengan strategi pemberdayaan guru sekolah dasar dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, khususnya yang relevan dengan konteks Kabupaten Ende. Berdasarkan hasil kajian pustaka dan pembahasan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa pemberdayaan guru sekolah dasar merupakan faktor strategis dan determinan dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran. Pemberdayaan guru tidak hanya berkaitan dengan peningkatan kompetensi individual, tetapi juga mencakup penguatan peran guru dalam sistem pendidikan secara menyeluruh, baik pada level sekolah maupun kebijakan pendidikan daerah.
References
Bush, T. (2018). Leadership and management development in education. London: Sage Publications.
Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.
Darling-Hammond, L. (2017). Teacher education around the world: What can we learn from international practice? European Journal of Teacher Education, 40(3), 291–309.
Hargreaves, A., & Fullan, M. (2012). Professional capital: Transforming teaching in every school. New York: Teachers College Press.
Kemendikbudristek. (2022). Panduan Implementasi Kurikulum Merdeka. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Koehler, M. J., & Mishra, P. (2009). What is technological pedagogical content knowledge (TPACK)? Contemporary Issues in Technology and Teacher Education, 9(1), 60–70.
Puspitoningrum, E., Resya, K. N. P., Syamsuri, S., Pratiwi, E. Y. R., & Mere, K. (2024). Penerapan E-Learning sebagai sumber dan media belajar pada Kurikulum Merdeka di sekolah dasar. Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah, 8(1), 197–205.
Sapulete, H., Priakusuma, A., Solissa, E. M., Putri, I. D. A., & Mere, K. (2023). Efektivitas penggunaan media Google Site dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik. Journal on Teacher Education, 5(1), 94–100.
Short, P. M. (1994). Defining teacher empowerment. Education, 114(4), 488–492.
Snyder, H. (2019). Literature review as a research methodology: An overview and guidelines. Journal of Business Research, 104, 333–339.
Solissa, E. M., Lilis, L., Utami, A. T. B., Anggraini, R., & Mere, K. (2023). Penerapan model pembelajaran E-Learning untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Journal on Teacher Education, 5(1), 327–333.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Jakarta: Sekretariat Negara Republik Indonesia.







