Perspektif Prinsip Rukun Untuk Keselarasan Sosial Dalam Lontar Yusuf Sebagai Sarana Meningkatkan Sikap Toleransi

Authors

  • Rifka Patricia Devi Universitas Negeri Surabaya
  • Respati Retno Utami Universitas Negeri Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.55583/jkip.v7i2.2029

Keywords:

Kualitatif, Lontar Yusuf, Etika Jawa, Prinsip Rukun, Keselarasan Sosial

Abstract

Fenomena yang terjadi dalam penelitian ini adalah maraknya sikap intoleransi yang ada di lingkungan sekitar. Penyelesaian yang digunakan berdasarkan naskah lama yang memiliki suatu kalimat-kalimat penggambaran wujud penyelesaian masalah tersebut. Tujuan penelitian ini yakni untuk mendeskripsikan wujud prinsip rukun yang menciptakan suatu keselarasan sosial sehingga sikap toleransi bisa meningkat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan filologi sebagai analisis penting. Berdasarkan analisis hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa dalam Lontar Yusuf yang digunakan sebagai objek penelitian menemukan beberapa usaha untuk memenuhi prinsip rukun yakni berhati-hati, berbicara yang tidak mengenakkan secara tidak langsung, dan saling membantu. Usaha yang dominan adalah sikap saling membantu yang juga merupakan poros dari etika orang Jawa. Prinsip tersebut dapat ditemukan dengan menggunakan pendekata filologi dan pendekatan deskriptif kualitatif sebagai alat menganalisis struktur dalam kalimat. Kombinasi penggunaan teori filologi dan pendekatan deskriptif kualitatif terbilang efektif karena dapat memberi sorotan setiap hasil dari analisis data yang ada. Penggunaan keduanya juga dapat mempermudah dalam menghadilkan data analisis.

References

Abdullah, A. R. (2023). Pengantar Filologi: Konsep, Teori, Dan Metode. Malang: CV. Literasi Nusantara Abadi.

Akhsan, M. Z., & Dahliana, Y. (2024). Implementasi Metode Tahlili Dalam Surah Al-hujurat Ayat 6 (Upaya Melawan Hoax Dengan Tabayyun) (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta).

Attas, S. G. (2017). Pengantar Teori Filologi. Jakarta: Lembaga Pengembangan Pendidikan UNJ.

Baried, S. B., Soeratno, S. C., Sawoe, Sutrisno, S., & Syakir, M. (1985). Pengantar Teori Filologi. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departmen Pendidikan dan Kebudayaan.

Creswell, J. W. (2016). RESEARCH DESIGN Pendekatan Kualitatif, Kuantitaif, dan Mixed. PUSTAKA PELAJAR.

Darusuprapta. (1984). Naskah-Naskah Nusantara. Jakarta: Fakultas Sastra Universitas Indonesia.

Denzin, N. K., & Lincoln, Y. S. (2005). THE SAGE HANDBOOK OF QUALITATIVE RESEARCH. SAGE Publications

Djamaris, E. (1997). Filologi dan cara Kerja Penelitian Filologi, Bahasa dan Sastra. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.

Endraswara, S. (2003). Falsafah Hidup Jawa. PENERBIT CAKRAWALA.

Fathurahman, O. (2015). Filologi Indonesia Teori dan Metode. Jakarta: Kencana.

Fatimah, & Wahyuni, S. (2023). NILAI-NILAI MORAL PADA KISAH YUSUF AS DALAM AL-QURAN. Jurnal Kajian Agama Hukum dan Pendidikan Islam (KAHPI), 5(1), 76-90.

Harahap, N. (2021). Filologi Nusantara: Pengantar ke Arah Penelitian Filologi. Jakarta: Kencana.

Koentjaraningrat. (1994). KEBUDAYAAN JAWA. BALAI PUSTAKA

Marpelina, L. (2023). Exploring multiculturalism and intolerance: Understanding the dynamics of diversity. Jurnal Pendidikan Multikultural Indonesia, 6(2), 66-75.

MH, Yana. (2010). FALSAFAH DAN PANDANGAN HIDUP ORANG JAWA. Yogyakarta: Absolut.

Musman, A. (2025). Etika Orang Jawa Ngunduh Wohing Pakarti. ANAK HEBAT INDONESIA (Anggota IKAPI).

Nafilasari, H. I., & Indreswari, H. (2023). Integrasi Nilai Budaya Jawa Tepa Salira dalam Bimbingan Kelompok Teknik Sosiodrama Untuk Mengembangkan Empati Peserta Didik. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling, 8(01), 444-452.

Neuman, L. W. (2000). Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Approaches. Boston: Allyn and Bacon.

Novriyani, N. K., Esty, N., Rahman, S. A., & Yuniar, I. Z. (2024). Analisis Pentingnya Etika Sosial dalam Membangun Harmoni dan Toleransi di Lingkungan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Negeri Semarang. Jurnal Majemuk, 3(3), 416-427.

Nurhakim, N., Adriansyah, M. I., & Dewi, D. A. (2024). Intoleransi Antar Umat Beragama Di Indonesia. MARAS: Jurnal Penelitian Multidisiplin, 2(1), 50-61.

Oktafia, N., El Haris, A. D., Nurisma, J. I., Syabila, A., & Krismona, E. B. (2026). Konsep Eling Lan Waspada Dalam Serat Kalathida Untuk Menumbuhkan Kebermaknaan Hidup Gen Z Di Era Bani. Prosiding Konseling Kearifan Nusantara (KKN), 5, 685-698.

Prasetyo, T., & Saragih, M. W. (2024). Representasi Sikap Hidup Orang Jawa dalam Pengakuan Pariyem karya Linus Suryadi AG dan Babad Ngalor Ngidul karya Elizabeth D. Inandiak. Jurnal Seni Nasional Cikini, 10(2), 41-51.

Proklawati, D. (2023). Etika Ungkapan Tradisional Jawa Dalam Buku Butir-Butir Budaya Jawa. ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya, 6(2), 91-95.

Pudjiastuti, T., et all. (2018). KAMUS FILOLOGI. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Rafsanjani, A. R. (2023). Melacak Makna Kerukunan dalam Etika Jawa Perspektif Franz Magnis Suseno. Javano Islamicus, 1(1), 51-66.

Ridho, M. M. A. (2024). ETIKA PERGAULAN SEORANG MUSLIM (Studi Al-Qur’an Surat Al-Hujurat ayat 10 dan 11). Dar el-Ilmi: Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora, 11(1), 122-136.

Rizqi, M., Norhidayani, N., Permata, A. R., Putra, A. P., & Ansari, M. R. (2025). Pendidikan karakter berbasis kearifan lokal untuk meningkatkan toleransi antar siswa beda agama di tingkat SMP. Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia, 4(2), 643–649.

Saputra, H. K. (2008). Pengantar Filologi Jawa. Wedatama Widya Sastra.

Sholehawati, E. V. N., Purnomo, B., & Munifah, S. (2023). Budaya Jawa dalam novel karya SW Achmad Centhini Perempuan Sang Penakluk di Langit Jurang Jangkung. Jurnal Bahasa dan Sastra, 10(1).

Sidabutar, I. M. (2024). Nilai-nilai Kearifan Lokal dalam Karya Sastra Nusantara: Implikasi bagi Kurikulum Merdeka: Local Wisdom Values in Literature of the Archipelago: Implications for Merdeka Curriculum. Boraspati Journal: Journal of Bilingualism, Organization, Research, Articles, Studies in Pedagogy, Anthropology, Theory, and Indigenous Cultures, 1(1), 15-28.

Silverman, D. (2005). Doing qualitative research: A practical handbook (2nd ed.). London: SAGE Publications.

Sugiyono, (2013). METODE PENELITIAN KUANTITATIF KUALITATIF DAN R&D. ALFABETA BANDUNG.

Suherman, A., Ma’mun, T. N., Darsa, U. A., & Ikhwan, I. (2021). The values of local wisdom in Wawacan Pandita Sawang manuscripts. Lokabasa: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Budaya Daerah serta Pengajarannya, 12(2), 233–243.

Supardi, A. K. (2022). KERUKUNAN ANTAR UMAT BERAGAMA AGAMA DALAM AL-QUR’ AN PERSPEKTIF TAFSIR FÎ ẒILÃLIL QUR’ ÃN. El-Waroqoh: Jurnal Ushuluddin dan Filsafat, 6(1), 1-25.

Suseno, SJ. (2003). Etika Jawa Sebuah Analisa Falsafi tentang Kebijaksanaan Hidup Jawa. PT Gramedia Pustaka Utama Jakarta.

Taufiqi, A. R., Subandiyah, H., & Fanani, U. Z. (2024). Integrasi Nilai Kepedulian Sosial Dalam Pembelajaran Sastra. LANGUAGE: Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra, 4(3), 111-120.

Tukan Panggelo, M. (2023). Kerukunan Dan Hormat Dalam Etika Jawa. Euntes., 2(1), 1-10.

Utorowati, S., Sukristanto, S., Israhayu, E. S., & Zakiyah, Z. (2022). Sikap Hidup dan Prinsip Pergaulan Masyarakat Jawa dalam Serat Wulang Reh Karya Paku Buwana IV. Metafora: Jurnal Pembelajaran Bahasa Dan Sastra, 9(2), 167-177.

Zanky, A., Kevin, A., Nakaya, M., Abidzar, M., Zahra, S. A., & Ghozali, I. (2025). Toleransi Beragama: Kerukunan Dalam Masyarakat Multikultural Di Indonesia. Jurnal Studi Islam dan Hukum Syariah, 3(2), 455-464.

Downloads

Published

2026-02-12

How to Cite

Devi, R. P., & Utami, R. R. (2026). Perspektif Prinsip Rukun Untuk Keselarasan Sosial Dalam Lontar Yusuf Sebagai Sarana Meningkatkan Sikap Toleransi. Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP), 7(2), 853-870. https://doi.org/10.55583/jkip.v7i2.2029