Tingkatan Tarian Tor-Tor: Kajian Substansial Bagi Generasi Z Dalam Pendidikan Kristen

Authors

  • Daulat Marulitua Sekolah Tinggi Teologi Rahmat Emmanuel
  • Renaldo Putrokoesoemo Sekolah Tinggi Teologi Rahmat Emmanuel
  • Gilbert Timothy Majesty Sekolah Tinggi Teologi Rahmat Emmanuel

DOI:

https://doi.org/10.55583/jkip.v7i1.1960

Keywords:

Tor-Tor, Generasi Z, Pendidikan Kristen

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkatan dalam Tari Tor-Tor adat Batak dan relevansinya bagi Generasi Z dalam konteks Pendidikan Kristen. Generasi Z, yang lahir pada pertengahan 1990-an hingga awal 2010-an, menghadapi tantangan dalam mempertahankan identitas budaya dan nilai-nilai tradisional di tengah arus globalisasi dan digitalisasi. Tari Tor-Tor bukan hanya tarian tradisional, tetapi juga sarat dengan nilai moral, sosial, dan filosofis yang terkandung dalam setiap gerakannya, mulai dari Partondion, Panggabean, Parsogahon, Manortor Bersama, hingga Pangurason. Nilai-nilai ini mencakup rasa hormat, syukur, tanggung jawab, kebersamaan, dan penyucian, yang sejalan dengan ajaran Pendidikan Kristen tentang pembentukan karakter moral dan spiritual. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan library research. Data dikumpulkan dari literatur berupa buku, jurnal, artikel ilmiah, dan sumber pustaka lainnya terkait Tari Tor-Tor, Pendidikan Kristen, dan karakteristik Generasi Z. Analisis dilakukan secara deskriptif untuk menafsirkan makna filosofis dan simbolis dari setiap tingkatan Tari Tor-Tor serta implikasinya dalam pendidikan moral dan spiritual bagi generasi muda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tari Tor-Tor adat Batak adalah warisan budaya yang kaya akan nilai filosofis, moral, dan spiritual yang masih relevan bagi Generasi Z. Setiap tingkatan tarian, mulai dari Partondion hingga Pangurason, mengajarkan keberanian, rasa syukur, kebersamaan, dan hubungan manusia dengan sesama serta Tuhan. Dalam konteks Pendidikan Kristen, nilai-nilai ini dapat digunakan untuk membentuk karakter, moralitas, dan spiritualitas siswa. Meski tumbuh di era modern dengan pengaruh budaya global, pemahaman terhadap Tari Tor-Tor membantu Generasi Z mengenali dan menghargai identitas budaya mereka, sekaligus menemukan relevansi nilai-nilai tradisional dalam ajaran iman. Integrasi tari ini dalam Pendidikan Kristen memungkinkan siswa menginternalisasi kesucian hati, penghormatan terhadap leluhur, keberanian, kebersamaan, dan refleksi diri.

References

Ambarwati, M. F. L. (2023). Menavigasi Generasi Z: Tantangan manajemen SDM di era baru. TarFomedia, 4(2), 8–14.

Aritonang, J. S. (1993). “Advance through storm”: 1915–1940. In Mission schools in Batakland (Indonesia), 1861–1940 (pp. 229–302). Brill.

Claudia, E., Windi, M., & Rappa, M. (2024). Integrasi nilai-nilai filosofi Tallu Lolona dalam kurikulum pendidikan agama Kristen untuk Generasi Z. Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia, 3(4), 215–224.

Darmawan, I. P. A., Simamora, E. S. B., & Purnamawati, Y. (2023, June). Peran guru pendidikan agama Kristen dalam penguatan profil pelajar Pancasila dalam konteks Kurikulum Merdeka. In Proceeding National Conference of Christian Education and Theology (Vol. 1, No. 1, pp. 31–38).

Febriana, W., Althalets, F., & Sanjaya, A. (2024). Sosialisasi peningkatan problem solving skill pada Gen Z mahasiswa administrasi bisnis Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Mulawarman menggunakan pendekatan DMAIC. Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia, 4(5), 1167–1176.

Fia, N. A. (2023). Dampak westernisasi budaya asing terhadap gaya hidup Generasi Z berdasarkan perspektif Islam. Nazharat: Jurnal Kebudayaan, 29(1), 34–53.

Ginting, B. (2021). The dynamics meaning of Tortor dance in the contemporary age: An analysis of meaning changes in the perspective of symbolic interaction Herbert Blumer. International Journal of Multi Science, 2(2), 16–20.

Harianja, E. A., & Silitonga, N. O. (2023). Hospitality masyarakat Hutabalian dalam mempertahankan eksistensi Rumah Belajar Kecamatan Sianjur Mulamula. Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora, 2(2), 11921–11930.

Heniwaty, Y., Rahmah, S., & Muda, I. (2020, April). Design of Tortor revitalization as a learning model for Batak Toba. In The 3rd International Conference Community Research and Service Engagements (IC2RSE 2019) (pp. 1–X).

Hermawanto, A., & Anggraini, M. (2020). Globalisasi, revolusi digital dan lokalitas: Dinamika internasional dan domestik di era borderless world.

Kasmahidayat, Y. (2020, March). Tor-Tor dance learning through Melayu aesthetics comprehension for students in Indonesian schools in Bangkok. In 2nd International Conference on Arts and Design Education (ICADE 2019) (pp. 156–158). Atlantis Press.

Mason, J. (2002). Qualitative researching. SAGE Publications.

Nainggolan, C. B., & Ma, D. S. (2019). Fondasi teologis untuk pendidikan karakter berdasarkan ‘pembenaran oleh iman’ Martin Luther. Jurnal Teologi Stulos, 17, 1–27.

Nainggolan, F., Prasetyo, T., & Tanjaya, W. (2023, December). Protection of Batak’s Tortor in the perspective of intellectual property rights. In 3rd International Conference on Law, Governance, and Social Justice (ICoLGaS 2023) (pp. 504–516). Atlantis Press.

Purba, H. N. A. (2019). Research on communication ethnography in Toba Batak communities in Samosir District, North Sumatera Province regarding analysis speech act in death Saurmatua ceremony.

Safitri, A., Wulandari, D., & Herlambang, Y. T. (2022). Proyek penguatan profil pelajar Pancasila: Sebuah orientasi baru pendidikan dalam meningkatkan karakter siswa Indonesia. Jurnal Basicedu, 6(4), 7076–7086.

Sari, P. A., Syahminan, M., & Muary, R. (2024). Makna sosiologis upacara Sipahalima bagi penganut agama Parmalim: Studi kasus di Desa Binjai, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan. Khidmat, 2(1), 47–57.

Silalahi, M. (2019). Lexical items in Batak Toba language representing fauna, flora and social environment: Ecolinguistic study. Flora and Social Environment: Ecolinguistic Study.

Triposa, R., & Lumingkas, G. G. (2021). Peran guru Sekolah Minggu dalam membangun karakter anak Sekolah Minggu di era 4.0. Discreet: Journal Didache of Christian Education, 1(1), 25–37.

Wilhemus, O. R. (2014). Membangun komunikasi iman dan pelayanan karya misioner gereja di tengah keluarga. JPAK: Jurnal Pendidikan Agama Katolik, 11(6), 19–30.

Downloads

Published

2026-01-24

How to Cite

Marulitua, D., Putrokoesoemo, R., & Majesty, G. T. (2026). Tingkatan Tarian Tor-Tor: Kajian Substansial Bagi Generasi Z Dalam Pendidikan Kristen. Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP), 7(1), 446-454. https://doi.org/10.55583/jkip.v7i1.1960