Hubungan Antara Partisipasi Siswa Dalam Organisasi Sekolah Dengan Kesadaran Akan Hak Dan Kewajiban Siswa Di SMK S 1 Yapim Medan
DOI:
https://doi.org/10.55583/jkip.v7i4.2333Keywords:
Organisasi Sekolah, Kesadaran Hak Dan KewajibanAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab rendahnya kesadaran siswa dalam mematuhi peraturan sekolah di SMKS 1 YAPIM Medan. Permasalahan utama yang melatarbelakangi penelitian ini adalah masih seringnya terjadi pelanggaran tata tertib oleh siswa, seperti keterlambatan, penggunaan atribut yang tidak lengkap, serta kurangnya kedisiplinan dalam proses pembelajaran. Rendahnya kesadaran tersebut diduga dipengaruhi oleh faktor internal maupun eksternal. Pendidikan modern menekankan pentingnya pembentukan karakter, tanggung jawab, dan kesadaran kewarganegaraan siswa melalui berbagai aktivitas kesiswaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara partisipasi siswa dalam organisasi sekolah dengan kesadaran akan hak dan kewajiban siswa di SMK S 1 YAPIM Medan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa yang aktif dalam organisasi sekolah, dengan sampel sebanyak 36 responden yang diambil menggunakan teknik proportional random sampling. Data dikumpulkan melalui instrumen kuesioner (angket) dengan skala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Teknik analisis data yang digunakan meliputi analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial menggunakan rumus korelasi Product Moment dengan bantuan aplikasi SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara partisipasi siswa dalam organisasi sekolah dengan kesadaran akan hak dan kewajiban siswa. Hal ini dibuktikan dengan perolehan nilai koefisien korelasi ($r_{xy}$) sebesar 0,645 yang menunjukkan tingkat hubungan pada kategori kuat. Hasil uji hipotesis (Uji-t) menunjukkan nilai $t_{hitung}$ sebesar 4,91 yang lebih besar dari $t_{tabel}$ sebesar 2,032 pada taraf signifikansi 5%. Dengan demikian, hipotesis kerja ($H_a$) diterima, yang berarti semakin tinggi partisipasi siswa dalam organisasi sekolah, maka semakin tinggi pula tingkat kesadaran mereka terhadap hak dan kewajiban sebagai peserta didik di SMK S 1 YAPIM Medan.
References
Astin, A. W. 1984. Student Involvement: Developmental Theory for Higher Education. Jurnal of College Student Personnel.
Bandura, M. S. 1999. Belajar untuk menjadi warganegara dunia: Pendidikan Kewarganegaraan. Jakarta: Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi, Dapartemen Pendidikan Nasional.
Davis, K. 2010. Human Behavior at work: Organizational Behavior. New Delhi: Tata McGraw Hill Publishing Company Ltd
Gazali, M. 2004. Peran Organiasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) Dalam Meningkatkan Kedisiplinan Peserta Didik
Hana, E. dkk. 2024. Pengaruh Keaktifan Berorganisasi Terhadap Kemampuan Mengelola waktu Siswa SMA Negri. Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan
Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni (JISHS). 2024. Kegiatan Partisipasi Siswa dalam Proses Pemilihan OSIS Sebagai Cerminan Penerapan Demokrasi Siswa Sekolah Menengah. Jurnal Ilmu sosial, Humaniora dan Seni (JISHS)
Kunarti, Sudrajat, dan Peradana. 2024. Penguatan Kesadaran Demokrasi Melalui Hak dan Kewajiban Peserta Didik di sma it al-irsyad al-islamiyah purwokerto pada era digital. Prosiding seminar Nasional LPPM UNOED
Maharani, S. Z., & Aprilianty, S.2021. Pengaruh pendidikan karakter demokratis terhadap partisipasi siswa dalam kegiatan sekolah. Jurnal Inovasi Pendidikan,
Muri Yusuf. 2017. Metode Penelitian: Kuantitatif, Kualitatif, & Penelitian Gabungan. Jakarta: Prenadamedia Group
Pardede, Lukman., Pasaribu, Kondios Meidarlin., Siahaan, Monalisa M., Sinaga, Angel Mayland Santika Br., Tinambunan, Aliando., & Safitri, Ria Anggreni 2023. Peran Kegiatan Ekstrakurikuler Paskibra terhadap Pembentukan Karakter Siswa di UPT SMP Negeri 37 Medan. Medan: Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Universitas HKBP Nommensen Medan.
Selamet. 2003. Pengantar Pendidikan Kewarganegraan. Surakarta: Sebels Maret University Press
Simanjuntak, Hotmaida, dkk. 2023. Hubungan Kompetensi Kepribadian Guru PKn dengan Sikap Demokratis Peserta Didik di Kelas XI Semester Ganjil SMK Farmasi YPFSU Medan. Medan: Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Universitas HKBP Nommensen Medan.
Sugiyono. 2008. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta (2012). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung:
Suharno. 2012. Pendidikaan Hak Asasi Manusia. Yogyakarta: Paramita
Sukardi. 2024. Metodologi Penelitian Pendidikan: Kompetensi dan Praktiknya.Jakarta: Bumi Aksara.
Suryosubroto, B. (2009). Proses Belajar Mengajar di Sekolah: Wawasan Baru, Beberapa Metode Pendukung, dan Beberapa Komponen Layanan Khusus. Jakarta: PT Rineka Cipta
Susanto, A. 2016. Pendidikan Hak dan Kewajiban Negara. Bandung: Sinar Baru Algensindo.
Tuckman, B. W. 1978. Conducting Educational Resesarch. New York: Harcourt Brace Jovano
Uno, H. B. 2013. Model Pembelajaran Menciptakan Proses Belajar Mengajar Yang Efektif. Jakarta: Bumi Aksara
Wibawa. 2022. Efektivitas Media Sosial Dalam Kampanye Online Pemilihan Ketua OSIS.
Winataputra, U. S. 2011. Materi dan Pembelajaran PKN di SD. Jakarta: Universitas Terbuka
Yuana, W. & Triwahyuningsi. 2013. Partisipasi Siswa dalam Kegiatan OSIS do SMK Diponegoro Banyuputih Batang Jawa Tengah. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan
Peraturan Mentri Pendidikan Nasional Nomor 39 Tahun 2008 tentang pembinaan kesiswaan
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional.







