Pengembangan Modul Bioteknologi Pupuk Kompos Dari Pelepah Sawit Berbasis Project Based Learning (PjBL) Untuk Meningkatkan Kemampuan Kolaborasi Siswa SMP
DOI:
https://doi.org/10.55583/jkip.v7i3.2187Keywords:
Bioteknologi, Kolaborasi Siswa, Limbah Pelepah Sawit, Modul, Pembelajaran Berbasis ProyekAbstract
Pembelajaran IPA di tingkat SMP masih menghadapi tantangan dalam mengoptimalkan kemampuan kolaborasi siswa serta memanfaatkan potensi lingkungan sekitar sebagai sumber belajar yang kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul pembelajaran berbasis Project Based Learning (PjBL) pada materi bioteknologi melalui pemanfaatan limbah pelepah sawit menjadi pupuk kompos di SMP Negeri 19 Seluma . Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian adalah siswa kelas IX. Instrumen penelitian meliputi lembar validasi ahli, lembar observasi, angket respon siswa, dan rubrik penilaian kemampuan kolaborasi. Hasil validasi menunjukkan bahwa modul berada pada kategori sangat layak, dengan persentase penilaian ahli materi sebesar 93,33%, ahli bahasa 88,15%, dan ahli media 86,30%. Implementasi modul menunjukkan kemampuan kolaborasi siswa berada pada kategori tinggi, dengan persentase skor rubrik kelompok 1 sebesar 72,31% dan kelompok 2 sebesar 87,69%. Selain itu, hasil angket respon siswa memperoleh persentase rata-rata sebesar 82,38% dengan kategori baik. Berdasarkan temuan tersebut, modul yang dikembangkan dinyatakan layak dan efektif digunakan sebagai alternatif sumber belajar IPA.
References
Arifin, Z., & Kurniawati, N. (2021). Pengembangan modul pembelajaran IPA berbasis proyek untuk meningkatkan keterampilan abad ke-21 siswa SMP. Jurnal Pendidikan Sains Indonesia, 9(3), 312–321.
Bell, S. (2010). Pembelajaran berbasis proyek untuk abad ke-21: Keterampilan untuk masa depan. The Clearing House , 83(2), 39–43.
Branch, RM (2009). Desain instruksional: Pendekatan ADDIE . New York, NY: Springer.
Fitria, L., & Saputri, A. (2023). Pemanfaatan limbah pelepah sawit sebagai bahan kompos ramah lingkungan. Jurnal Bioteknologi Tropis, 12(2), 61–70.
Fitria, L., & Saputri, A. (2023). Pemanfaatan limbah pelepah sawit sebagai bahan kompos ramah lingkungan. Jurnal Bioteknologi Tropis , 12(1), 45–53.
Fitriani, R., & Yuliana, D. (2022). Project Based Learning dalam meningkatkan soft skill kolaborasi peserta didik. Jurnal Inovasi Pembelajaran IPA, 6(1), 45–54.
Greenstein, L. (2012). Menilai keterampilan abad ke-21: Panduan untuk mengevaluasi penguasaan dan pembelajaran autentik . Thousand Oaks, CA: Corwin Press.
Herlina, W., & Utami, P. (2024). Validitas modul berbasis potensi lokal untuk pembelajaran IPA SMP. Jurnal Pendidikan Sains Nusantara, 7(1), 22–31.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2020). Pembelajaran abad ke-21 dan asesmen keterampilan kolaborasi. Kemdikbudristek.
Li, Q., & Zhang, M. (2025). Enhancing collaboration skills through project-based STEM learning: A classroom-based study. International Journal of Science Education, 47(1), 15–29.
Rahmawati, S., & Handayani, L. (2022). Pengembangan modul digital berbasis Project Based Learning pada materi bioteknologi. Jurnal Pendidikan dan Sains, 10(4), 201–210.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian pendidikan: pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D . Bandung: Alfabeta.
Thomas, JW (2000). Tinjauan penelitian tentang pembelajaran berbasis proyek . San Rafael, CA: Autodesk Foundation.
Thomas, JW (2000). Tinjauan penelitian tentang pembelajaran berbasis proyek . San Rafael, CA: Autodesk Foundation.
Trilling, B., & Fadel, C. (2009). Keterampilan abad ke-21: Belajar untuk kehidupan di zaman kita . San Francisco, CA: Jossey-Bass.
Trilling, B., & Fadel, C. (2023). 21st century skills: Learning for life in our times. Pearson Education.
Wena, M. (2024). Strategi pembelajaran inovatif kontemporer (Edisi revisi). Bumi Aksara.







