Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
https://journal.al-matani.com/index.php/jkip
<p><strong>Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)</strong> is published by <strong>Lembaga Riset dan Inovasi Al-Matani</strong> as an information and communication media for practitioners, researchers and academics who are interested in the field of Education. First publish in November 2020. The Editorial Team invites scientists, scholars, professionals, and researchers to publish the results of their research after the selection of manuscripts, with the peer review and the editing process. <strong>Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) </strong>with registered number ISSN 2774-5074 (Print) and ISSN 2775-0531 (Online) is a peer-reviewed journal published five times a year <strong>(January, March, Juni, Agustus and November)</strong>. <strong>Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) </strong>publishes any research-based articles on and about education i.e. articles which contribute to the understanding, theoretical development, theoretical concept and implementation of theories of education at any level.<br />From Volume 4 number 2 2024 JKIP <strong>SINTA 4 </strong>until Volume 9 Number 1 2029</p> <p><img src="https://journal.al-matani.com/public/site/images/astriayu2012/whatsapp-image-2025-03-21-at-20.48.12.jpg" alt="" width="541" height="140" /></p>Lembaga Riset dan Inovasi Almatanien-USJurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)2774-5074The Effect Of Using The Oxford Reading Club Application On Vocabulary Mastery Among Vocational School Students
https://journal.al-matani.com/index.php/jkip/article/view/2296
<p><em>This study aimed to investigate the effect of the Oxford Reading Club (ORC) application on students’ vocabulary proficiency through intensive reading combined with synonym–antonym strategies. This study employed a quantitative approach with a quasi-experimental design involving 60 vocational school students, divided into an experimental group and a control group. The experimental group was taught using the ORC application, while the control group received conventional instruction. Data were collected through pre-test and post-test and analyzed using descriptive statistics and an independent samples t-test after fulfilling normality and homogeneity assumptions. The findings revealed that both groups showed improvement; however, the statistical analysis indicated a significant difference between the two groups (Sig. = 0.04 < 0.05). This suggests that the use of the ORC application was more effective than conventional instruction in improving students’ vocabulary proficiency. The results highlight the potential of integrating digital reading platforms with structured vocabulary strategies to enhance learning outcomes in EFL contexts. Therefore, the ORC application can be considered as an alternative tool to support vocabulary learning, particularly in promoting engagement and contextualized language exposure among students.</em></p> <p><strong><em>Keywords: </em></strong><em>Oxford Reading Club Application, vocabulary comprehension, EFL learners </em></p>Muhammad Arzeto WijdanSyafrizal SyafrizalYusti Fargianti
Copyright (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
2026-06-032026-06-03752518252610.55583/jkip.v7i5.2296Korelasi Antara Kompetensi Pedagogik Guru Terhadap Keaktifan Belajar PAI Siswa
https://journal.al-matani.com/index.php/jkip/article/view/2400
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis korelasi antara kompetensi pedagogik guru dengan keaktifan belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMPN 36 Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional dan desain ex-post facto . Populasi penelitian berjumlah 159 siswa kelas VIII, dengan sampel sebanyak 62 responden yang ditentukan menggunakan teknik simple random sampling berdasarkan rumus Slovin. Pengumpulan data dilakukan melalui angket skala Likert, kemudian dianalisis menggunakan uji Spearman’s rho dan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kompetensi pedagogik guru dengan keaktifan belajar siswa, dengan nilai koefisien korelasi r = 0,606 dan signifikansi 0,000 < 0,05 , yang berada pada kategori kuat. Hasil uji regresi menunjukkan bahwa kompetensi pedagogik guru berpengaruh positif dan signifikan terhadap keaktifan belajar dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,566 dan kontribusi sebesar 12,8%. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin baik kompetensi pedagogik guru, maka semakin tinggi pula tingkat keaktifan belajar siswa. Dengan demikian, kompetensi pedagogik guru memiliki peranan penting dalam menciptakan pembelajaran yang aktif, interaktif, dan kondusif.</p>M. Yusuf QordowiSaiful BahriDidik Wahyudi
Copyright (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
2026-06-032026-06-03752527253610.55583/jkip.v7i5.2400Implementasi Model Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Keaktifan Dan Hasil Belajar Siswa Di SMKN 1 Hanau Kalimantan Tengah
https://journal.al-matani.com/index.php/jkip/article/view/2446
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi model Problem Based Learning (PBL) dalam meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa di SMKN 1 Hanau Kalimantan Tengah. Penelitian dilakukan pada siswa kelas XI dengan menggunakan pendekatan kuantitatif melalui metode quasi experiment. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi experiment melalui desain pretest-posttest control group. Subjek penelitian terdiri atas 42 mahasiswa yang dibagi menjadi kelas eksperimen dan kelas kontrol. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan berpikir kritis, observasi aktivitas mahasiswa, serta dokumentasi proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PjBL berbantuan media digital memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis mahasiswa. Nilai rata-rata posttest kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol dengan peningkatan gain score sebesar 0,71 pada kategori tinggi. Selain itu, aktivitas mahasiswa selama pembelajaran menunjukkan peningkatan partisipasi, kolaborasi, dan kemampuan pemecahan masalah. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa integrasi model pembelajaran berbasis proyek dengan pemanfaatan media digital mampu menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna dan kontekstual pada pendidikan tinggi. Oleh karena itu, model PjBL berbantuan media digital direkomendasikan sebagai alternatif pembelajaran inovatif dalam pengembangan kompetensi abad ke-21 di lingkungan Magister Teknologi Pendidikan.</p>Dwi LestariNuril Huda
Copyright (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
2026-06-032026-06-03752537254210.55583/jkip.v7i5.2446Desain Pesan Visual Dan Gamifikasi Pada Media Wordwall Untuk Meningkatkan Penguasaan Kosakata Bahasa Inggris Siswa SMP
https://journal.al-matani.com/index.php/jkip/article/view/2460
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi desain pesan visual dan prinsip gamifikasi pada media Wordwall serta mengukur peningkatan penguasaan kosakata (<em>vocabulary mastery</em>) siswa kelas VII SMP Negeri 2 Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode <em>Pre-Experimental Design</em> berbentuk <em>One-Group Pretest-Posttest Design</em>, penelitian ini melibatkan 30 siswa kelas VII-A sebagai subjek. Instrumen pengumpulan data berupa tes pilihan ganda sebanyak 20 soal yang telah divalidasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa validasi ahli terhadap desain pesan Wordwall mencapai skor 88% (Sangat Layak). Secara kuantitatif, terjadi peningkatan signifikan pada nilai rata-rata kelas dari 65.47 saat pre-test menjadi 87.10 saat post-test. Hasil uji-t berpasangan mengonfirmasi nilai t<sub>hitung</sub> (14.21) > t<sub>tabel</sub> (2.045) dengan nilai signifikansi < 0.05. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa integrasi elemen visual, teks ringkas, dan umpan balik instan dalam desain gamifikasi Wordwall secara efektif mereduksi beban kognitif siswa dan mengoptimalkan retensi memori dalam penguasaan kosakata Bahasa Inggris. <strong>Kata Kunci:</strong> <em>Desain Pesan, Gamifikasi, Wordwall, Kosakata Bahasa Inggris, Teknologi Pendidikan.</em></p>Meicahyuni MeicahyuniNuril Huda
Copyright (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
2026-06-032026-06-03752543255010.55583/jkip.v7i5.2460Nilai-Nilai Pendidikan Islam Dalam Tradisi Penjamasan Pusaka Sunan Kalijaga Pada Masyarakat Kadilangu Demak
https://journal.al-matani.com/index.php/jkip/article/view/2443
<p>The tradition of cleansing the Sunan Kalijaga heirloom is considered sacred and is upheld with great reverence by the family. The cleansing process is typically performed only by specific individuals, particularly those of the male lineage. This article aims to discuss the values of Islamic education within the tradition of the Sunan Kalijaga heirloom blessing ceremony among the Kadilangu Demak community. Everyone can apply the values contained in this tradition to their daily lives with sincerity to draw closer to Allah. Field data collection employed a qualitative ethnographic approach. Data collection was conducted using observation and interview techniques and presented through descriptive analysis to describe the phenomena, situations, and conditions occurring during the Sunan Kalijaga heirloom blessing ceremony. The research results indicate that the penjamasan tradition contains Islamic educational values, such as those regarding the relationship between humans and God, humans and the universe, humans and other humans, humans and themselves, as well as faith, exemplary conduct, and moral character.</p>Siti Nur Kholifah
Copyright (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
2026-06-042026-06-04752551256110.55583/jkip.v7i5.2443 The Effect Of Using Magic Card As Media On The Ability Of Eighth Grade Students Of SMP Negeri 1 Siantar In Writing Descriptive Text
https://journal.al-matani.com/index.php/jkip/article/view/2498
<p style="font-weight: 400;">This research aimed to investigate the effect of using Magic Card as media on the ability of eighth-grade students in writing descriptive text at SMP Negeri 1 Siantar. This study applied a quasi-experimental research design involving two groups, namely an experimental group and a control group. The experimental group was taught by using Magic Card media, while the control group was taught by using the conventional teaching method. The population of this research consisted of all eighth-grade students in the 2025/2026 academic year, and the sample was selected through purposive sampling. The sample consisted of 64 students divided into two classes: 32 students in the experimental group and 32 students in the control group. The instrument used in collecting the data was a writing test in the form of pre-test and post-test. The data were analyzed by using an independent sample t-test. The findings showed that the mean score of the experimental group improved from 55.25 in the pre-test to 71.69 in the post-test, while the control group showed only slight improvement. The result of hypothesis testing revealed that the value of t-observed was 7.29, which was higher than the value of t-table 2.000 at the significance level of 0.05. Therefore, the alternative hypothesis (Ha) was accepted. In conclusion, the use of Magic Card media significantly improved students’ ability in writing descriptive text. Magic Card media also created a more interactive, enjoyable, and motivating learning atmosphere during the teaching and learning process.</p>Novry Yohanna DamanikSanggam SiahaanIrene Adryani Nababan
Copyright (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
2026-06-082026-06-08752562256910.55583/jkip.v7i5.2498Analisis Tingkat Penguasaan Teknik Dasar Tolak Peluru Gaya Ortodoks Pada Peserta Ekstrakurikuler Sekolah Menengah Kejuruan
https://journal.al-matani.com/index.php/jkip/article/view/2415
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat penguasaan teknik dasar tolak peluru gaya menyamping (ortodoks) pada peserta ekstrakurikuler di SMK Negeri 3 Lubuklinggau. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian berjumlah 10 peserta dan seluruhnya dijadikan sampel menggunakan teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan melalui tes teknik dasar tolak peluru dengan menggunakan rubrik penilaian yang mencakup empat indikator, yaitu cara memegang peluru, sikap awal, teknik menolak, dan sikap akhir. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dalam bentuk persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar peserta berada pada kategori kurang sebesar 70%, kategori baik sebesar 20%, dan kategori sangat baik sebesar 10%. Nilai rata-rata kemampuan teknik dasar peserta adalah 60,6. Secara rinci, indikator cara memegang peluru memperoleh nilai rata-rata 77,7 (baik), sikap awal 2,7 (baik), teknik menolak 2,4 (cukup), dan sikap akhir 1,6 (kurang). Hasil ini menunjukkan bahwa kemampuan teknik dasar peserta masih perlu ditingkatkan, terutama pada aspek sikap akhir dan teknik tolakan.</p>Anggun Putri Dwi PangestuViktor PandraWawan Syafutra
Copyright (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
2026-06-082026-06-08752570257410.55583/jkip.v7i5.2415Integrasi Kearifan Lokal Suku Marind Dalam Pembelajaran Ekonomi Di SMA Merauke: Studi Deskriptif Pada Guru Ekonomi
https://journal.al-matani.com/index.php/jkip/article/view/2442
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan integrasi kearifan lokal Suku Marind dalam perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran ekonomi oleh guru ekonomi SMA di Merauke, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat yang dihadapi guru dalam proses integrasi tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam (<em>in-depth interview</em>) kepada guru ekonomi SMA di Merauke yang dipilih menggunakan teknik <em>purposive sampling</em>. Data dianalisis menggunakan teknik analisis tematik model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar guru ekonomi SMA di Merauke belum mengintegrasikan kearifan lokal Suku Marind secara sistematis ke dalam RPP maupun dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas. Contoh-contoh ekonomi berbasis kehidupan Suku Marind belum dihadirkan secara terencana, meskipun sebagian guru menyadari pentingnya pendekatan kontekstual tersebut. Faktor penghambat utama meliputi keterbatasan referensi pembelajaran berbasis kearifan lokal, kurangnya pelatihan, dan belum adanya panduan kurikulum yang mengakomodasi nilai-nilai lokal Suku Marind. Penelitian ini menegaskan perlunya pengembangan perangkat pembelajaran ekonomi yang secara eksplisit mengintegrasikan kearifan lokal Suku Marind guna meningkatkan relevansi dan kebermaknaan pembelajaran ekonomi di wilayah Papua Selatan.</p>Juli AriantiNajdah NajdahAcep FatchurojiYohannes Putra Perkasa Sinambela
Copyright (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
2026-06-082026-06-08752575258210.55583/jkip.v7i5.2442Hakikat Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam: Prinsip, Landasan, dan Implikasi di Era Digital
https://journal.al-matani.com/index.php/jkip/article/view/2462
<p>Perkembangan era digital dan arus globalisasi menuntut kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk senantiasa adaptif, tanpa kehilangan ruh nilai-nilai Al-Qur’an dan Sunnah. Penelitian ini bertujuan menganalisis <strong>hakikat, prinsip, landasan, serta implikasi pengembangan kurikulum PAI</strong> dalam pembelajaran modern. Pendekatan penelitian bersifat kualitatif dengan metode studi kepustakaan yang melibatkan telaah mendalam terhadap buku, jurnal, dan sumber ilmiah lainnya. Pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan teknik analisis isi. Berdasarkan hasil penelitian, kurikulum PAI dinilai bukan hanya sebagai perangkat teknis, melainkan instrumen normatif yang menanamkan nilai spiritual, intelektual, sosial, dan moral. Kurikulum berfungsi sebagai pedoman yang menghubungkan tujuan pendidikan dengan pengalaman belajar nyata, sekaligus sebagai sarana adaptasi terhadap perubahan zaman. Kurikulum PAI diharapkan mampu mengadopsi perkembangan teknologi secara selektif tanpa mengabaikan prinsip-prinsip Al-Qur’an dan Sunnah. Implementasi menekankan peran guru sebagai teladan, fasilitator, dan motivator, serta pemanfaatan media digital untuk memperkaya proses pembelajaran. Evaluasi autentik meliputi aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik menjadi instrumen penting untuk menilai keberhasilan secara holistik. Kesimpulannya, pengembangan kurikulum PAI berperan strategis dalam menyiapkan generasi muslim yang memiliki landasan islami serta kemampuan berpikir kritis, kreativitas dalam pemecahan masalah, dan memiliki kompetensi professional untuk menjawab tantangan zaman, dengan keseimbangan antara ilmu, iman, dan amal.</p>Rulaila RulailaKaryanto KaryantoHermi PardalenaSuharyati SuharyatiPopi PuadahMadian M. Muchlis
Copyright (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
2026-06-082026-06-08752583259410.55583/jkip.v7i5.2462Orientasi Pembelajaran Bahasa Arab di Universitas Kiai Abdullah Faqih
https://journal.al-matani.com/index.php/jkip/article/view/2470
<p>Dalam pembelajaran bahasa Arab, mahasiswa perlu menetapkan batasan atau target yang ingin mereka capai, sehingga diperlukan adanya orientasi (arah tujuan) dalam belajar bahasa Arab. Oleh karena itu, untuk mengetahui apa saja orientasi dalam belajar bahasa Arab, peneliti memilih judul <em>"Orientasi Belajar Bahasa Arab pada Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Arab Universitas Kiai Abdullah Faqih Gresik"</em>. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui orientasi belajar bahasa Arab beserta berbagai macam jenisnya pada mahasiswa yang mengambil jurusan Pendidikan Bahasa Arab, serta untuk mengetahui proses pembelajaran bahasa Arab di Universitas Kiai Abdullah Faqih Gresik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini berupa penjelasan mengenai orientasi belajar bahasa Arab pada mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa Arab, di mana ragam orientasi belajar tersebut meliputi: orientasi keagamaan (religius), orientasi akademik, orientasi praktis, dan orientasi ekonomi. Selain itu, dipaparkan pula kondisi pembelajaran bahasa Arab di Universitas Kiai Abdullah Faqih Gresik beserta fasilitas-fasilitas penunjang yang ada di universitas tersebut.</p>Rifqi Agung Sulimin
Copyright (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
2026-06-082026-06-08752595261010.55583/jkip.v7i5.2470Kajian Kinerja Guru Dalam Mendukung Hasil Belajar Siswa Di SMP Negeri 4 Makki Kabupaten Lanny Jaya Provinsi Papua Pegunungan
https://journal.al-matani.com/index.php/jkip/article/view/2478
<p>Tujuan penelitian untuk menganalisis kinerja guru dalam meningkatkan hasil belajar siswa di SMP Negeri 4 Makki Kabupaten Lanny Jaya Provinsi Papua Pegunungan dalam merencanakan pembelajaran atau pembimbingan, melaksanakan pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, membimbing dan melatih siswa, melaksanakan tugas tambahan untuk meningkatkan hasil belajar siswa di SMP Negeri 4 Makki Kabupaten Lanny Jaya Provinsi Papua Pegunungan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif<em>. </em>Subjek penelitian adalah informan sebanyak 4 orang terdiri dari kepala sekolah, 1 orang guru mata pelajaran, 1 orang guru bimbingan konseling dan 1 orang siswa. Data diperoleh menggunakan pedoman wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Keabsahan data menggunakan kecermatan data penelitian dan triangulasi. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian diperoleh kinerja guru 1) Perencanaan pembelajaran atau pembimbingan berpedoman pada kurikulum merdeka dalam menyusun RPP atau modul ajar berdasarkan tujuan pembelajaran, karakteristik peserta didik, serta kondisi nyata lingkungan sekolah. 2) Pelaksanaan pembelajaran telah berjalan dengan baik dan selaras dengan perencanaan pembelajaran sistematis, menggunakan metode yang bervariasi, mengelola kelas secara kondusif, serta memanfaatkan media pembelajaran yang tersedia. 3) Penilaian hasil pembelajaran dilaksanakan secara berkelanjutan, objektif, dan mencakup aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan. 4) Pembimbingan dan pelatihan siswa telah dilaksanakan secara terencana dan berkelanjutan, baik pada aspek akademik maupun nonakademik. 5) Pelaksanaan tugas tambahan guru dilaksanakan berdasarkan kebijakan sekolah yang mengacu pada peraturan yang berlaku dan mempertimbangkan kompetensi serta beban kerja guru. 6) Faktor pendukung kinerja guru meliputi kebijakan perencanaan pembelajaran yang sistematis, supervisi akademik, variasi metode dan media pembelajaran, pemberian umpan balik serta remedial dan pengayaan, koordinasi antar guru, serta pelaksanaan tugas tambahan guru yang mendukung pembinaan siswa. Faktor penghambat meliputi perbedaan kemampuan dan karakteristik siswa, keterbatasan waktu guru, keterbatasan sarana dan media pembelajaran, beban administrasi, kurangnya dukungan orang tua, serta kondisi geografis sekolah yang menantang.</p>Turina WendaRobert MasrengUrip WahyudinPetrus IriantoMingsep Rante SampebuaIda Mariati Hutabarat
Copyright (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
2026-06-092026-06-09752611262910.55583/jkip.v7i5.2478Penerapan Kepemimpinan Kepala Sekolah Berbasis Kecerdasan Intelektual Di SMA Negeri 1 Tiom Kabupaten Lanny Jaya Provinsi Papua Pegunungan
https://journal.al-matani.com/index.php/jkip/article/view/2479
<p>Penerapan Kepemimpinan Kepala Sekolah Berbasis Kecerdasan Intelektual di SMA Negeri 1 Tiom Kabupaten Lanny Jaya Provinsi Papua Pegunungan. Tesis. Program Pascasarjana Magister Manajemen Pendidikan Universitas Cenderawasih. Tujuan penelitian untuk menganalisis penerapan kepemimpinan berbasis kecerdasan intelektual yaitu sebagai pemilih, penghubung, pemecah masalah, evaluator, negosiator, penyembuh, pelindung dan sinergi serta faktor pendukung dan penghambat kepemimpinan berbasis kecerdasan intelektual di SMA Negeri 1 Tiom Kabupaten Lanny Jaya Provinsi Papua Pegunungan. Jenis penelitian ini adalah desriptif kualitatif<em>. </em>Informan yaitu kepala sekolah, guru, operator/tata usaha dan komite sekolah sebanyak 8 orang. Data diperoleh menggunakan pedoman wawancara, observasi dan dokumentasi. Keabsahan data melalui kecermatan dan triangulasi. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian diperoleh bahwa kepemimpinan kepala sekolah berbasis kecerdasan intelektual yaitu 1) memilih mengambil keputusan secara musyawarah dengan guru, staf, dan komite sekolah, sehingga kebijakan yang dihasilkan relevan, realistis, dan adaptif terhadap konteks lokal, 2) penghubung utama antara guru, staf, siswa, orang tua, dan masyarakat dengan komunikasi yang berjenjang, terbuka, dan terstruktur memungkinkan seluruh warga sekolah memahami program yang dijalankan, sehingga koordinasi dan kolaborasi berjalan efektif. 3) Pemecah masalah secara rasional dan sistematis, dengan mengutamakan pengumpulan data, analisis, dan musyawarah. 4) Evaluator kinerja guru dan program sekolah secara rutin, sistematis, dan partisipatif. 5) Negosiator menyampaikan argumentasi logis, menyediakan alternatif solusi, dan memfasilitasi dialog antar pihak agar tercapai kesepakatan yang adil dan kondusif. 6) Penyembuh dengan pendekatan empatik, mendengarkan permasalahan guru, staf, dan siswa, serta memberi pendampingan dan dukungan moral. 7) Pelindung melindungi guru, staf, dan siswa dari tekanan. 8) Sinergi: Kepala sekolah mendorong partisipasi aktif orang tua dan masyarakat dalam kegiatan sekolah. 9) Faktor pendukung meliputi kerja sama guru dan staf, komunikasi terbuka, partisipasi guru dalam pengambilan keputusan, dan penggunaan data berbasis bukti. Faktor penghambat meliputi jumlah guru terbatas, kondisi siswa yang beragam, keterbatasan akses pelatihan, sarana TIK dan administrasi yang terbatas, serta kondisi ekonomi orang tua yang beragam.</p>Toni PagawakDiki KurniawanIndah S. BudiartiUrip WahyudinRobert Masreng
Copyright (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
2026-06-092026-06-09752630264910.55583/jkip.v7i5.2479Perspektif Masyarakat Terhadap Jenjang Pendidikan Perempuan Di Desa Oro Oro Ombo Kecamatan Pronojiwo
https://journal.al-matani.com/index.php/jkip/article/view/2491
<p>Dalam pendidikan tinggi sebagian kaum perempuan masih menjadi stigma negatif yang lumrah dalam masyarakat yaitu kodrat perempuan menjadi peran domestik yang berlandaskan “macak, manak, masak.” Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan potret jenjang pendidikan perempuan, perspektif masyarakat terhadap pentingnya pendidikan bagi perempuan, dan kendala yang menyebabkan masyarakat tidak memandang penting pendidikan tinggi bagi perempuan di Desa Oro-Oro Ombo Kecamatan Pronojiwo. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subyek penelitian ini adalah masyarakat, kepala desa, dan perangkat desa. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model interaktif dengan mengumpulkan data, reduksi data, dan penarikan kesimpulan. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini: Kondisi potret pendidikan perempuan saat ini telah menempuh ke jenjang sarjana dan pesantren yang mendukung terwujudnya kesetaraan gender di masyarakat desa. Kemudian mengalami perkembangan terkait perspektif dimana keluarga dan masyarakat telah sadar akan pentingnya pendidikan. Dan kendala pendidikan tinggi perempuan dipengaruhi oleh faktor lingkungan, keluarga, ekonomi. Tetapi akses pendidikan perempuan mengalami peningkatan melalui dukungan beasiswa dan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan tinggi bagi perempuan.</p>Winanda Nathania TagagarSurya Desismansyah Eka Putra
Copyright (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
2026-06-092026-06-09752650265710.55583/jkip.v7i5.2491Peran Pengurus Organisasi Pondok Pesantren Modern (OPPM) Dalam Menegakkan Kedisiplinan Di Pondok Pesantren Jabal An-Nur Al-Islami
https://journal.al-matani.com/index.php/jkip/article/view/2414
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengurus organisasi pondok pesantren modern berperan dalam menegakkan kedisiplinan santriwati di Pondok Pesantren Jabal An Nur Al Islami. Fokus penelitian meliputi jenis peran pengurus, pendekatan yang digunakan untuk pembinaan disiplin, dan faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaan kedisiplinan santriwati. Studi ini melakukan penelitian kualitatif menggunakan pendekatan deskriptif. Untuk mengumpulkan data, observasi, wawancara, dan dokumentasi digunakan. Subjek penelitian terdiri dari pengurus organisasi pondok pesantren, ustadzah, dan santriwati. Analisis data menggunakan teknik reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengurus organisasi pondok pesantren memiliki peran penting dalam menegakkan kedisiplinan santriwati melalui penerapan peraturan, pengawasan kegiatan harian, pemberian nasihat, keteladanan, serta penerapan reward dan punishment. Strategi yang dilakukan pengurus mampu membantu meningkatkan kesadaran dan kepatuhan santriwati terhadap tata tertib pondok pesantren. Faktor pendukung dalam pelaksanaan kedisiplinan meliputi kerja sama antara pengurus dan ustadzah serta adanya peraturan yang jelas. Adapun faktor penghambat meliputi kurangnya kesadaran sebagian santriwati dan pengaruh lingkungan pertemanan. Dengan demikian, peran pengurus organisasi pondok pesantren sangat berpengaruh dalam membentuk sikap disiplin santriwati di lingkungan pondok pesantren.</p> <p><strong>Kata Kunci</strong>: Peran Pengurus, Organisasi Pondok Pesantren Modern, Kedisiplinan, Santriwati.</p>Serli Puspita SariUswatun Khasanah Fitriani Fitriani
Copyright (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
2026-06-112026-06-11752658267010.55583/jkip.v7i5.2414Hubungan Antara Peer support dan Grit Terhadap Career Decision Making Self- Efficacy Pada Siswa SMK Boarding School di Kota Semarang
https://journal.al-matani.com/index.php/jkip/article/view/2271
<p>Menjelang transisi ke dunia kerja, siswa SMK perlu memiliki keyakinan dalam menentukan pilihan karier, tetapi pada praktiknya masih banyak yang belum mantap merencanakan masa depannya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan <em>peer support</em> dan <em>grit</em> dengan <em>career decision-making self-efficacy (CDMSE)</em> pada siswa SMK berasrama di Kota Semarang. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan melibatkan 135 siswa kelas XI dari dua SMK <em>boarding school</em> yang dipilih secara purposive. Pengumpulan data menggunakan tiga skala, yaitu <em>Peer Support Questionnaire (PSQ)</em> dari Mostafaei Alaei dan Hosseinnezhad yang berisi 22 item, <em>Short Grit Scale (Grit-S)</em> dari Duckworth dan Quinn yang telah diadaptasi oleh Priyohadi dkk. dengan 8 item, serta <em>Career Decision-Making Self-Efficacy Indonesian Version (CDMSE-Ind)</em> dari Arlinkasari, Rahmatika, dan Akmal dengan 23 item. Seluruh instrumen telah dinyatakan valid. Analisis data dilakukan melalui statistik deskriptif, korelasi Pearson, dan regresi linear berganda. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa peer support dan CDMSE berada pada kategori tinggi, sedangkan grit berada pada kategori sedang. Hubungan peer support dengan CDMSE bersifat positif dan signifikan, sedangkan grit menunjukkan hubungan negatif yang signifikan dengan CDMSE.</p> <p>Menjelang transisi ke dunia kerja, siswa SMK perlu memiliki keyakinan dalam menentukan pilihan karier, tetapi pada praktiknya masih banyak yang belum mantap merencanakan masa depannya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan <em>peer support</em> dan <em>grit</em> dengan <em>career decision-making self-efficacy (CDMSE)</em> pada siswa SMK berasrama di Kota Semarang. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan melibatkan 135 siswa kelas XI dari dua SMK <em>boarding school</em> yang dipilih secara purposive. Pengumpulan data menggunakan tiga skala, yaitu <em>Peer Support Questionnaire (PSQ)</em> dari Mostafaei Alaei dan Hosseinnezhad yang berisi 22 item, <em>Short Grit Scale (Grit-S)</em> dari Duckworth dan Quinn yang telah diadaptasi oleh Priyohadi dkk. dengan 8 item, serta <em>Career Decision-Making Self-Efficacy Indonesian Version (CDMSE-Ind)</em> dari Arlinkasari, Rahmatika, dan Akmal dengan 23 item. Seluruh instrumen telah dinyatakan valid. Analisis data dilakukan melalui statistik deskriptif, korelasi Pearson, dan regresi linear berganda. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa peer support dan CDMSE berada pada kategori tinggi, sedangkan grit berada pada kategori sedang. Hubungan peer support dengan CDMSE bersifat positif dan signifikan, sedangkan grit menunjukkan hubungan negatif yang signifikan dengan CDMSE. Secara bersama-sama, peer support dan grit memberikan sumbangan sebesar 46,2% terhadap variasi CDMSE. Temuan ini menegaskan pentingnya peran dukungan teman sebaya dalam menguatkan keyakinan siswa saat mengambil keputusan karier.</p>Anindya Kinasih Putri WijayaMuslikah Muslikah
Copyright (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
2026-06-112026-06-11752671268410.55583/jkip.v7i5.2271 Transformasi Pedagogis: Landasan Filosofis Dan Teoritis Dalam Pengembangan Model Pembelajaran Modern
https://journal.al-matani.com/index.php/jkip/article/view/2211
<p>Transformasi pendidikan modern mencerminkan pergeseran paradigma dari transmisi pengetahuan ke konstruksi makna yang dinamis, kontekstual, dan berorientasi masa depan. Studi ini bertujuan untuk meneliti landasan filosofis dan teoretis dalam pengembangan model pembelajaran modern dan implikasinya terhadap praktik pendidikan kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode tinjauan pustaka, menganalisis 20 sumber akademis yang relevan, termasuk jurnal nasional dan internasional, buku-buku ilmiah, dan karya ilmiah lainnya. Analisis data dilakukan melalui analisis isi yang melibatkan reduksi data, pengkodean, kategorisasi, sintesis, dan penarikan kesimpulan. Temuan menunjukkan bahwa landasan filosofis pembelajaran modern berakar pada integrasi progresivisme, konstruktivisme, idealisme, realisme, dan pragmatisme, yang menekankan pengalaman, nilai, dan realitas sebagai inti pembelajaran. Sementara itu, landasan teoretis didukung oleh teori behaviorisme, kognitivisme, dan pembelajaran sosial yang menyoroti aktivitas mental, interaksi, dan penguatan perilaku. Secara pedagogis, pembelajaran modern diimplementasikan melalui pendekatan inovatif seperti pembelajaran berbasis proyek, berbasis masalah, dan pembelajaran penemuan, yang mendorong keterampilan berpikir tingkat tinggi. Integrasi teknologi melalui pembelajaran digital dan blended learning meningkatkan fleksibilitas dan adaptabilitas dalam proses pembelajaran. Secara keseluruhan, model pembelajaran modern mewakili sistem holistik, inovatif, dan relevan yang secara efektif mendukung pengembangan potensi peserta didik secara komprehensif.</p>Meli PuspitaLeny MisdiyantiIndah WigatiSuhadi Suhadi
Copyright (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
2026-06-112026-06-11752685269210.55583/jkip.v7i5.2211Pengaruh Penggunaan Quizizz Pada Materi Struktur Ekonomi Negara Berkembang Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Mahasiswa Pendidikan Ekonomi 2024 UNIMED
https://journal.al-matani.com/index.php/jkip/article/view/2355
<p>Penelitian ini bertujuan mengkaji dampak pemanfaatan media pembelajaran berupa game edukatif Quizizz terhadap kemampuan berpikir kritis mahasiswa pada pokok bahasan Struktur Ekonomi Negara Berkembang. Sebanyak 41 mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi angkatan 2024 di Universitas Negeri Medan (UNIMED) dilibatkan sebagai sampel. Pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen sederhana melalui mekanisme pretest dan posttest diterapkan dalam riset ini. Instrumen yang digunakan terdiri atas tes dan kuesioner yang telah melewati pengujian validitas dan reliabilitas. Soal-soal pretest dan posttest dirancang dengan tingkat kesukaran tinggi yang mengacu pada kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills), secara khusus menyasar jenjang kognitif C5 (evaluasi) dan C6 (kreasi), sehingga sanggup menakar kemampuan analitis mendalam mahasiswa. Pengolahan data ditempuh melalui uji validitas dan reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linear sederhana, serta uji paired sample t-test untuk melihat perbedaan antara kondisi sebelum dan sesudah perlakuan. Temuan riset mengindikasikan bahwa penggunaan Quizizz memberi pengaruh positif yang signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis mahasiswa, dengan perolehan nilai signifikansi 0,000 (< 0,05) dan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,668. Di samping itu, hasil uji paired sample t-test memperlihatkan adanya lonjakan yang signifikan dari rata-rata skor pretest sebesar 75,85 menuju rata-rata posttest 91,22. Hasil ini membawa pada simpulan bahwa Quizizz sebagai media pembelajaran interaktif terbukti efektif dalam menaikkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa, terutama dalam merampungkan soal-soal bertaraf kognitif tinggi (C5 dan C6), sekaligus mampu menghidupkan proses pembelajaran yang lebih aktif, analitis, dan bermakna.</p> <p> </p> <p> </p>Mica Siar MeirizaShesy Eightia Tinambunan Siti Aisyah Breti Br Karo Sekali Ryan Chandra Dalimunthe
Copyright (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
2026-06-122026-06-12752693270710.55583/jkip.v7i5.2355Development of Practical Equipment for Heat Material for Grade VII Students of MTs Hidayatul Qomariah
https://journal.al-matani.com/index.php/jkip/article/view/2513
<p>Limited laboratory infrastructure in Islamic Junior High Schools (MTs) is a significant structural obstacle in implementing practical-based science learning. This study aims to develop simple, economical, and effective heat material practicum devices to improve the conceptual understanding of seventh-grade students at MTs Hidayatul Qomariah, Bengkulu City. The method used is research and development (R&D) with the ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) model. The devices developed include a recycled material-based temperature measuring device, Student Worksheets (LKPD), and teacher practicum guides. Product feasibility was assessed through validation by material experts, media experts, and language experts, while its effectiveness was measured through pre-tests and post-tests on 28 seventh-grade students. The validation results showed a very high level of feasibility in all aspects: material experts (88.33%), media experts (98.33%), and language experts (89.58%). Student responses to the practicum devices reached 91.51% in the very good category. The effectiveness of learning is proven by a significant increase in the average learning outcomes from 59.29 (pre-test) to 86.89 (post-test), with an N-Gain value of 0.68 (medium category approaching high). The paired t-test produced a t-value of 11.692 which is statistically significant at the α level of 0.05 (t-table = 2.052). This finding confirms that the recycled material-based heat material practicum device is a theoretically feasible and empirically effective alternative for science learning, especially for schools operating with limited laboratory facilities.</p>Ditra Irfan MuʼārifRossi Delta FitrianahWiji Aziz Hari Mukti
Copyright (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
2026-06-122026-06-12752708271810.55583/jkip.v7i5.2513Analisis Analisis Semantik Makna Leksikal Dan Kontekstual Pada Opini Media Kompas.com
https://journal.al-matani.com/index.php/jkip/article/view/2381
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna leksikal dan makna kontekstual dalam teks opini media daring Kompas.com, khususnya pada artikel berjudul “Perang Iran: Harga Minyak Melonjak, Saham Rontok”. Kajian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pemahaman makna dalam teks media yang tidak hanya bersifat denotatif, tetapi juga dipengaruhi oleh konteks sosial, politik, dan ekonomi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan pencatatan. Data berupa kata, frasa, dan kalimat yang mengandung makna leksikal dan kontekstual dianalisis menggunakan pendekatan semantik dan analisis wacana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna kontekstual lebih dominan dibandingkan makna leksikal dalam teks opini. Penggunaan diksi seperti “melonjak”, “rontok”, dan “guncangan ekonomi” tidak hanya menyampaikan makna dasar, tetapi juga membangun suasana krisis dan memengaruhi persepsi pembaca. Selain itu, ditemukan adanya fenomena perluasan, pergeseran, dan spesialisasi makna dalam penggunaan istilah ekonomi. Dengan demikian, bahasa dalam teks opini tidak bersifat netral, melainkan berfungsi sebagai alat framing dan strategi persuasif dalam membentuk opini publik.</p> <p> </p>Nikhmatul RizkiNafila FairujanahVina Ayu AndreaniAnisa Nas’qi Afiani
Copyright (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
2026-06-142026-06-14752719273210.55583/jkip.v7i5.2381Pengaruh Digital Influencer Dengan Efikasi Diri Sebagai Variabel Mediasi Terhadap Minat Berwirausaha Siswa Kelas XI Jurusan Bisnis Digital Di SMK Ketintang
https://journal.al-matani.com/index.php/jkip/article/view/2505
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Permasalahan kemiskinan menjadi salah satu isu serius yang menghadang sebagian negara berkembang. Di Indonesia masih menghadapi permasalahan kemiskinan yang cukup signifikan, dikalangan sekolah menengah kejuruan (SMK). Kondisi tersebut menunjukkan perlunya upaya lain untuk mengatasi permasalahan ketenagakerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh digital influencer terhadap minat siswa untuk berwirausaha, dengan efikasi diri sebagai variabel perantara. Studi ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI jurusan Bisnis Digital di SMK Ketintang, dengan jumlah sampel sebanyak 66 orang yang dipilih menggunakan metode non probabilitas dengan jenis sampel jenuh. Metode analisis yang digunakan meliputi regresi linier sederhana dan analisis jalur (path analysis) dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 29. Hasil analisis menunjukkan bahwa digital influencer tidak berpengaruh langsung secara signifikan </span></span><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">terhadap minat berwirausaha siswa, digital influencer memiliki pengaruh signifikan terhadap efikasi diri, efikasi diri juga berpengaruh signifikan terhadap minat berwirausaha siswa. Secara tidak langsung, digital influencer berpengaruh signifikan terhadap minat berwirausaha melalui efikasi diri sebagai variabel intervening.</span></span></p>Rosita WulandariRenny Dwijayanti
Copyright (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
2026-06-142026-06-14752733274410.55583/jkip.v7i5.2505Peran Kelas, Mushalla dan Ruang Terbuka dalam Mendukung Pemahaman Fiqh Santri di Pondok Pesantren Nurul Fata Botolinggo Bondowoso
https://journal.al-matani.com/index.php/jkip/article/view/2457
<p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya lingkungan pembelajaran dalam mendukung pemahaman fiqh santri di pesantren. Selama ini, pembelajaran fiqh cenderung dipahami hanya berlangsung di ruang kelas formal, padahal dalam praktik pendidikan pesantren proses pembelajaran juga terjadi di mushalla dan ruang terbuka yang memiliki fungsi pedagogis tersendiri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kelas, mushalla, dan ruang terbuka dalam mendukung pemahaman fiqh santri di Pondok Pesantren Nurul Fata Botolinggo Bondowoso. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian meliputi pengurus pesantren, ustadz fiqh, dan santri yang dipilih secara purposive. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas berfungsi sebagai ruang pembelajaran konseptual dan sistematis, mushalla menjadi ruang internalisasi praktik ibadah dan pembentukan spiritualitas, sedangkan ruang terbuka mendukung diskusi informal dan interaksi sosial antar santri dalam memahami fiqh. Temuan ini menunjukkan bahwa lingkungan fisik pesantren berperan penting dalam membentuk pengalaman belajar fiqh secara holistik. Penelitian ini berkontribusi dalam pengembangan kajian pedagogi pesantren berbasis lingkungan belajar dan ruang edukatif Islam.</p> <p><strong>Kata Kunci</strong>: Lingkungan Belajar, Pembelajaran Fiqh, Pesantren, Ruang Edukatif.</p> <p> </p>Yudik PradanaAbd. Halim SoebaharMoch. Imam MachfudiMukni’ah Mukni’ah
Copyright (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
2026-06-142026-06-14752745275410.55583/jkip.v7i5.2457Pengembangan Game Edukatif Berbasis Pendekatan Etnomatematika Pada Kebudayaan Jawa Timur
https://journal.al-matani.com/index.php/jkip/article/view/2463
<p>Mathematics education in Indonesia continues to face serious challenges in improving the quality of learning and student achievement. This is based on the results of PISA (Program for International Student Assessment) in 2022 with a score of only 366. To address this problem, ethnomathematical approaches come as innovative solutions that bridge the gap between formal mathematics and societal culture. Therefore, interactive learning media is needed. This type of research is a development research that aims to determine the feasibility of an educational game in mathematics teaching. This educational game was developed with the ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation) model. The researcher conducted a trial at UPT SD Negeri 327 Gresik with a population of 26 students by providing a learning motivation instrument (pretest-posttest). The test results showed that the pretest-posttest score data met a significant level of >0.05, which means that the data was distributed normally (normality test). The results of the paired sample t-test showed that there was a difference in pretest and posttest scores, which met a significant level of 0.05, which is 0.001, which means that educational games based on the ethnomathematics approach can increase students' interest in learning.</p> <p> </p>Andini SafitriSumartono SumartonoWindi Setiawan
Copyright (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
2026-06-182026-06-18752755276310.55583/jkip.v7i5.2463Development Of Urban Legend-Based Story Jumper Media To Enhance Elementary School Students’ Numeracy Skills
https://journal.al-matani.com/index.php/jkip/article/view/2559
<p>The development of literacy and numeracy competencies is a primary concern in elementary education, particularly in fostering students’ ability to understand, interpret, and apply mathematical concepts in everyday contexts. However, numeracy learning in elementary schools is often presented through conventional approaches that lack contextual and culturally relevant learning resources. Integrating local cultural narratives, such as urban legends, into digital learning media offers an innovative strategy to enhance students’ engagement and numeracy skills. Therefore, this study aimed to develop a Story Jumper-based learning media utilizing urban legend content to improve elementary school students’ numeracy abilities. This research employed a Research and Development (R&D) approach using the ADDIE model, consisting of Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation stages. The participants involved elementary school students, teachers, and expert validators. Data were collected through validation sheets, observation, questionnaires, and numeracy tests. Quantitative data were analyzed descriptively, while qualitative data were examined through content analysis. The findings revealed that the developed Story Jumper media met the criteria of validity, practicality, and effectiveness. Expert validation indicated that the media was highly feasible for classroom implementation. The practicality assessment demonstrated positive responses from both teachers and students regarding usability, attractiveness, and accessibility. Furthermore, the effectiveness test showed a significant improvement in students’ numeracy performance after using the media. The integration of urban legend narratives provided meaningful contexts that facilitated students’ understanding of numerical concepts and problem-solving processes. In conclusion, the Story Jumper-based urban legend media is a valid, practical, and effective learning resource for enhancing numeracy skills among elementary school students. The media also contributes to preserving local cultural heritage while supporting innovative digital learning practices in primary education.</p> <p> </p>Sumartono SumartonoTimbul YuwonoRahaju RahajuNensy Megawati Simanjuntak
Copyright (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
2026-06-182026-06-18752764277410.55583/jkip.v7i5.2559Narative Literature Review: Peran Pendidikan Kewirausahaan dan Lingkungan Akademik dalam Membentuk Minat Berwirausaha Mahasiswa
https://journal.al-matani.com/index.php/jkip/article/view/2274
<p>Tingginya angka pengangguran lulusan perguruan tinggi menuntut reorientasi peran institusi pendidikan dari pencetak pencari kerja menjadi inkubator wirausaha. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran pendidikan kewirausahaan dan lingkungan akademik dalam membentuk minat barwirausaha mahasiswa melalui metode <em>Narrative Literature review </em>(NLR) terhadap enam belas literatur kunci (2022-2026). Hasil analisis menunjukkan bahwa pembentukan intensi kewiraushaan merupakan hasil sinergi multidimensional antara inovasi pedagogis, ekosistem kampus yang suportif, dan penguasaan literasi digital finansial. Strategi instruksional seperti <em>peer tutoring, </em>pengembangan <em>micro-content, </em>dan penggunaan <em>Business Model Canvas </em>(BMC) terbukti efektif meningkatkan motivasi serta ketuntasan belajar hinggal 100%. Lebih lanjut, dukungan infrastruktur digital seperti <em>e-learning </em>yang terintegrasi dengan pendidikan karakter era <em>Society </em>5.0 dangat krusial dalam membangun kemandirian mahasiswa. Penguasaan <em>Financial Technology (Fintech) </em>dan <em>e-commerce </em>juga diidentifikasi sebagai <em>life skill </em>esensial bagi resiliensi bisnis mahasiswa di era digital. Simpulan penelitian menegaskan bahwa lingkungan perguruan tinggi berperan sebagai mikrosistem yang tidak hanya memberikan keahlian teknis, tetapi juga membentuk keberanian mental. Meskipun demikian, penelitian ini masih terbatas pada tinjauan literatur faktor internal kampus. Peneliti selanjutnya disarankan melakukan studi empiris mengenai pengaruh lingkungan pergaulan <em>(peer group) </em>dan dukungan kebijakan ekternal terhadap keberlanjutan bisnis mahasiswa secara lebih mendalam.</p>Kadek WulandariNi Made Firayanti Pratiwi
Copyright (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
2026-06-182026-06-18752775278710.55583/jkip.v7i5.2274Pengaruh Media Google Classroom Terhadap Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam Siswa Di SMK Al Hikmah Jakarta Selatan
https://journal.al-matani.com/index.php/jkip/article/view/2557
<p>Pada tahun 2020, dunia dihebohkan dengan wabah virus <em>Covid-19</em>. Pada dunia pendidikan, guru dan murid melakukan pembelajaran secara <em>online</em> melalui beberapa media online yang telah direkomendasikan oleh pemerintah. Salah satunya ialah <em>Google Classroom</em>. Google Classroom adalah media pembelajaran online yang memudahkan guru dan murid dalam melaksanakan pembelajaran secara <em>online</em> seperti komunikasi antara guru dan murid, pengumpulan tugas-tugas yang diberikan guru. Penelitian ini merupakan kuantitatif yakni sebuah penelitian yang menggunakan metode angket dalam mengambil data dan pengumpulan data penelitian. Subjek penelitian ini adalah siswa SMK Al Hikmah Jakarta Selatan kelas XI. Metode pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada 76 siswa kelas XII yang terdiri dari 42 siswa laki-laki dan 36 siswi perempuan. Berdasarkan data dari uji hipotesis yang dilakukan, menunjukkan variabel independen terhadap variabel dependen bahwa pada output regresi menunjukkan nilai probalitas signifikansi (sig t) variabel <em>Google Classroom</em> sebesar 0,000 dan lebih kecil dari 0,05 yang artinya media <em>Google Classroom</em> berpengaruh sebesar 10% terhadap hasil belajar Pendidikan Agama Islam di SMK Al Hikmah Jakarta Selatan.</p>Muhammad Akbar NugrahaMiftahuddin MiftahuddinDimyati Dimyati
Copyright (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
2026-06-182026-06-18752788279410.55583/jkip.v7i5.2557Implementasi Model Problem-Based Learning (PBL) Pada Pembelajaran Fikih Waris Untuk Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas XI SMA Al Wafi Bogor
https://journal.al-matani.com/index.php/jkip/article/view/2507
<p>Pembelajaran fikih waris merupakan salah satu materi dalam pendidikan Islam yang menuntut kemampuan berpikir logis, analitis, dan kritis. Namun, dalam praktiknya, pembelajaran fikih waris sering dipersepsikan siswa sebagai materi yang sulit. Oleh karena itu, diperlukan model pembelajaran yang mampu meningkatkan keterlibatan siswa serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi model Problem-Based Learning (PBL) pada pembelajaran fikih waris serta menganalisis perannya dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI SMA Al Wafi Bogor. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi angket, wawancara dan observasi. Subjek penelitian terdiri atas siswa kelas XI, guru fikih waris, guru PAI, dan pihak sekolah. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi model PBL pada pembelajaran fikih waris di SMA Al Wafi Bogor berjalan dengan baik melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian yang sistematis. Model PBL mampu meningkatkan partisipasi aktif siswa, mendorong keberanian bertanya dan berpendapat, serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa dalam menganalisis dan menyelesaikan permasalahan hukum waris. Meskipun demikian, masih ditemukan beberapa kendala, seperti pengelolaan waktu, kesiapan siswa, dan perbedaan kemampuan dasar siswa. Kendala tersebut dapat diatasi melalui perencanaan pembelajaran yang matang, penggunaan media yang variatif, serta penguatan peran guru sebagai fasilitator. Dengan demikian, model Problem-Based Learning (PBL) dapat dijadikan sebagai alternatif strategi pembelajaran yang efektif dalam pembelajaran fikih waris untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa.</p>Marullah MZRhomi Ulul Azmi
Copyright (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
2026-06-182026-06-18752795281210.55583/jkip.v7i5.2507Hubungan Indeks Massa Tubuh Terhadap Tingkat Kebugaran Jasmani Peserta Didik Kelas III dan IV Sekolah Dasar
https://journal.al-matani.com/index.php/jkip/article/view/2515
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) terhadap tingkat kebugaran jasmani peserta didik kelas III dan IV di SDN Sumberejo 1, Sidoarjo. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi penelitian berjumlah 50 peserta didik yang seluruhnya dijadikan sampel melalui teknik total sampling. Data IMT diperoleh melalui pengukuran tinggi dan berat badan, sedangkan tingkat kebugaran jasmani diukur menggunakan Tes Kebugaran Siswa Indonesia (TKSI) Fase B yang meliputi V Sit and Reach, Half Up Test, Hand and Eye Coordination, T Test, dan Lari Keliling Bangku. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi setelah memenuhi uji prasyarat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar peserta didik memiliki status gizi kategori gizi baik berdasarkan IMT/U, yaitu sebanyak 34 peserta didik (68%). Tingkat kebugaran jasmani peserta didik juga didominasi kategori baik, yaitu sebanyak 35 peserta didik (70%). Namun, hasil analisis menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara IMT dengan tingkat kebugaran jasmani peserta didik, dengan nilai signifikansi sebesar 0,324 (p > 0,05). Dengan demikian, IMT tidak berhubungan secara signifikan dengan tingkat kebugaran jasmani peserta didik kelas III dan IV SDN Sumberejo 1.</p>Dhio Yudhistian PratamaJunaidi Budi PrihantoAdvendi Kristiyandaru
Copyright (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
2026-06-182026-06-18752813282510.55583/jkip.v7i5.2515 Analisis Bibliometrik Permainan Edukatif Berbasis Literasi Digital: Tren, Klaster, Dan Arah Pengembangan Di Masa Depan
https://journal.al-matani.com/index.php/jkip/article/view/2573
<p>Perkembangan pesat teknologi digital telah mengubah praktik pendidikan secara signifikan, menjadikan literasi digital sebagai kompetensi penting yang harus dimiliki peserta didik pada abad ke-21. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perkembangan, tren, dan arah penelitian mengenai permainan edukatif berbasis literasi digital melalui pendekatan bibliometrik. Penelitian ini menggunakan analisis bibliometrik yang dipadukan dengan analisis isi serta meta-review terhadap publikasi ilmiah yang diperoleh dari basis data Google Scholar dan Dimensions pada periode 2020–2026. Data dianalisis menggunakan perangkat lunak VOSviewer untuk menghasilkan visualisasi jaringan (network), hamparan waktu (overlay), dan kepadatan (density) yang mengungkap struktur intelektual serta perkembangan tematik dalam bidang penelitian tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital menjadi tema utama dalam jaringan penelitian dan memiliki keterkaitan yang kuat dengan teknologi pendidikan, pembelajaran digital, motivasi belajar, serta teknologi mutakhir seperti virtual reality dan augmented reality. Visualisasi klaster mengidentifikasi beberapa tema penelitian utama, meliputi inovasi teknologi dalam pembelajaran, implementasi permainan edukatif (serious games), serta faktor psikologis seperti motivasi dan keterlibatan peserta didik. Tren publikasi dan sitasi menunjukkan pertumbuhan yang signifikan hingga tahun 2025, yang mencerminkan meningkatnya perhatian akademik dan relevansi topik ini dalam penelitian pendidikan.</p> <p>Selain itu, analisis menunjukkan bahwa literasi digital tidak hanya mencakup keterampilan teknis, tetapi juga melibatkan dimensi pedagogis, psikologis, dan sosial. Pembelajaran berbasis permainan edukatif memiliki potensi yang besar dalam meningkatkan minat baca, keterlibatan peserta didik, dan pengalaman belajar yang interaktif. Namun demikian, tantangan seperti kesenjangan digital dan ketidakmerataan akses terhadap sumber daya teknologi masih menjadi hambatan utama dalam implementasinya. Penelitian ini berkontribusi dalam memetakan perkembangan riset mengenai permainan edukatif berbasis literasi digital serta menyediakan landasan bagi pengembangan strategi pembelajaran yang inovatif dan adaptif sesuai dengan kebutuhan peserta didik di era digital.</p>Jakia DarajaSholehuddin Sholehuddin
Copyright (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
2026-06-192026-06-19752826283910.55583/jkip.v7i5.2573Implementasi Pembelajaran Unplugged Coding Dalam Mengenalkan Konsep Pemrograman Dasar Untuk Perkembangan Kognitif Anak Usia 5-6 Tahun Di TKIT Al-Muhajirin Kota Cilegon
https://journal.al-matani.com/index.php/jkip/article/view/2521
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pembelajaran unplugged coding dalam mengenalkan konsep pemrograman dasar untuk menunjang perkembangan kognitif anak usia 5–6 tahun di TKIT Al-Muhajirin. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan catatan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran unplugged coding dilaksanakan melalui berbagai aktivitas bermain yang mengenalkan konsep pola, urutan, instruksi, dan pemecahan masalah menggunakan media konkret tanpa perangkat digital. Pembelajaran ini mampu mendukung perkembangan kognitif anak, khususnya dalam kemampuan berpikir logis, mengenali pola, mengikuti instruksi, dan menyelesaikan masalah sederhana. Pelaksanaannya didukung oleh antusiasme anak, ketersediaan media, dukungan sekolah, dan kerja sama guru, namun masih menghadapi hambatan berupa perbedaan kemampuan anak serta penyesuaian kegiatan dengan kurikulum dan tema pembelajaran. Guru mengatasi hambatan tersebut melalui pendampingan, modifikasi kegiatan, dan pemanfaatan berbagai sumber belajar. Dengan demikian, pembelajaran unplugged coding dapat menjadi alternatif pembelajaran yang efektif untuk mengenalkan konsep pemrograman dasar pada anak usia dini.</p>Devia NuarimaAtin FatimahLuluk Asmawati
Copyright (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
2026-06-202026-06-20752840285310.55583/jkip.v7i5.2521Efektivitas Media Digital Dalam Mengajarkan Konsep Keluarga Awal Kehidupan Kepada Siswa Kelas 7 Di SMP Negeri 1 Sungai Kakap
https://journal.al-matani.com/index.php/jkip/article/view/2520
<p>Pendidikan berfungsi sebagai fondasi vital bagi perkembangan kognitif, afektif, dan psikomotorik individu, terutama pada masa transisi kritis di awal remaja (usia Sekolah Menengah Pertama). Dalam konteks ini, keluarga, sebagai unit terkecil sekaligus institusi pendidikan pertama dalam masyarakat, memegang peranan sangat signifikan dalam menanamkan nilai-nilai fundamental. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan media digital interaktif—khususnya yang melibatkan pemodelan visual dan analisis data sederhana—dalam mengajarkan konsep serta struktur keluarga kepada siswa kelas 7 di SMP Negeri 1 Sungai Kakap, sejalan dengan kerangka Kurikulum Merdeka. Metode yang diterapkan adalah eksperimen kuantitatif (<em>quasi-experimental design</em>) dengan teknik <em>simple random sampling</em> terhadap 60 siswa yang mewakili populasi kelas 7. Pengumpulan data dilakukan melalui instrumen <em>pre-test</em> dan <em>post-test</em> yang telah divalidasi, serta dianalisis menggunakan metode statistik parametrik uji-<em>t</em> berpasangan (<em>paired sample t-test</em>). Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan pada nilai <em>post-test</em> (rata-rata <em>80.4</em>, <em>SD = 5.2</em>) dibandingkan dengan <em>pre-test</em> (rata-rata <em>65.2</em>, <em>SD = 6.1</em>), dengan nilai probabilitas <em>p < 0.05</em>. Hal ini mengindikasikan bahwa media digital interaktif—di mana siswa terlibat aktif menyusun algoritma silsilah keluarga dan menganalisis peran domisili—terbukti jauh lebih efektif dalam meningkatkan pemahaman komprehensif siswa mengenai nilai-nilai keluarga dibandingkan metode konvensional. Temuan ini menegaskan urgensi integrasi media digital dan pemikiran komputasional ke dalam kurikulum pendidikan karakter guna memperkaya pengalaman belajar siswa secara holistik. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan empiris terkait digitalisasi pendidikan keluarga dan memicu inovasi lebih lanjut dalam perancangan materi ajar modern.</p>Izzati RamadhannisaWarneri WarneriEva Faja Ripanti
Copyright (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
2026-06-212026-06-21752854286010.55583/jkip.v7i5.2520Efektivitas Model Pembelajaran Market Day Dalam Penguatan Numerasi Dan Literasi Finansial Murid Kelas II SD Muhammadiyah Argosari Sedayu Bantul
https://journal.al-matani.com/index.php/jkip/article/view/2542
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan dan efektivitas model pembelajaran <em>Market Day</em> dalam meningkatkan kemampuan numerasi dan literasi finansial murid kelas II SD Muhammadiyah Argosari Sedayu Bantul. Model pembelajaran ini diterapkan melalui kegiatan jual beli sederhana yang memberikan pengalaman belajar nyata kepada murid dalam mengenal nilai uang, menghitung transaksi, dan memahami penggunaan uang dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain One Group Pretest-Posttest Design. Data dikumpulkan melalui pretest dan posttest, observasi aktivitas murid, angket respon murid, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif dan perhitungan N-Gain untuk mengetahui peningkatan kemampuan murid. Hasil implementasi menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran <em>Market Day</em> mampu meningkatkan aktivitas belajar, kemampuan numerasi, dan literasi finansial murid secara signifikan. Murid menjadi lebih aktif, antusias, dan percaya diri selama pembelajaran berlangsung. Selain itu, murid lebih mampu menghitung uang, menentukan total belanja, menghitung uang kembalian, serta memahami konsep transaksi sederhana. Temuan ini menunjukkan bahwa model pembelajaran <em>Market Day</em> efektif digunakan sebagai pembelajaran kontekstual untuk mendukung penguatan numerasi dan literasi finansial murid sekolah dasar.</p>Sriyantini SriyantiniAzamul Fadhly Noor Muhammad
Copyright (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
2026-06-212026-06-21752861287110.55583/jkip.v7i5.2542Analisis Hubungan Teknik Humor Dengan Pelanggaran Prinsip Kerjasama Dalam Anime Komedi Gekkan Shoujo Nozaki-Kun Karya Izumi Tsubaki
https://journal.al-matani.com/index.php/jkip/article/view/2556
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara teknik humor Berger dan pelanggaran prinsip kerja sama Grice dalam anime komedi <em>Gekkan Shoujo Nozaki-kun</em> karya Izumi Tsubaki. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode padan pragmatis dan metode agih. Sumber data berupa tuturan dan percakapan yang terdapat dalam episode 1–12 anime <em>Gekkan Shoujo Nozaki-kun</em>. Data dikumpulkan melalui metode dokumentasi, simak bebas cakap, teknik catat, dan teknik pilah unsur penentu, kemudian dianalisis menggunakan metode padan dan agih dengan teknik hubung banding. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 233 data yang mengandung teknik humor Berger, dengan teknik yang paling dominan adalah <em>misunderstanding</em> sebanyak 49 data, sedangkan <em>puns</em> dan <em>sarcasm</em> tidak ditemukan. Selain itu, ditemukan 133 data yang mengandung pelanggaran prinsip kerja sama Grice, yang terdiri atas pelanggaran maksim kuantitas, kualitas, pertalian, dan cara, dengan pelanggaran maksim kuantitas sebagai bentuk yang paling dominan. Penelitian ini juga menemukan 80 data yang menunjukkan keterkaitan antara teknik humor dan pelanggaran prinsip kerja sama. Teknik humor <em>misunderstanding</em> merupakan bentuk yang paling sering muncul bersamaan dengan pelanggaran maksim, menunjukkan bahwa ketidaksesuaian makna dan konteks percakapan menjadi salah satu sumber utama pembentukan efek humor dalam anime tersebut.</p>Ivana Jemima SDjodjok SoepardjoRoni, M.Hum
Copyright (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
2026-06-212026-06-21752872287710.55583/jkip.v7i5.2556Dinamika Kerja Lapangan Dalam Penelitian Kualitatif Pendidikan Agama Islam: Tantangan Dan Strategi Pengumpulan Data
https://journal.al-matani.com/index.php/jkip/article/view/2552
<p>Penelitian kualitatif merupakan pendekatan yang banyak digunakan dalam kajian Pendidikan Agama Islam (PAI) karena kemampuannya memahami fenomena pendidikan secara mendalam, kontekstual, dan holistik. Salah satu aspek penting dalam penelitian kualitatif adalah kerja lapangan (<em>fieldwork</em>), yaitu proses keterlibatan langsung peneliti dalam lingkungan penelitian untuk memperoleh data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan berbagai teknik pengumpulan data lainnya. Artikel ini bertujuan menganalisis dinamika kerja lapangan dalam penelitian kualitatif Pendidikan Agama Islam dengan menelaah berbagai tantangan yang dihadapi peneliti serta strategi pengumpulan data yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas penelitian. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (<em>library research</em>). Data diperoleh melalui studi dokumentasi terhadap berbagai buku, artikel ilmiah, dan sumber akademik yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik <em>content analysis</em>. Hasil kajian menunjukkan bahwa dinamika kerja lapangan dalam penelitian Pendidikan Agama Islam dipengaruhi oleh karakteristik lembaga pendidikan Islam, tantangan akses lapangan, kepercayaan informan, potensi bias peneliti, dan etika penelitian. Untuk mengatasi tantangan tersebut, diperlukan strategi pengumpulan data yang meliputi observasi partisipatif, wawancara mendalam, dokumentasi, triangulasi, dan refleksivitas peneliti. Artikel ini menawarkan model konseptual yang mengintegrasikan berbagai unsur tersebut dalam satu kerangka analisis guna mendukung pelaksanaan penelitian kualitatif Pendidikan Agama Islam yang lebih sistematis, kontekstual, dan kredibel.</p>Faqih FaqihSiti SitiSyafaruddin Syafaruddin
Copyright (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
2026-06-212026-06-21752878288910.55583/jkip.v7i5.2552Analisis Fungsi Sosial Agama Dan Pendidikan Dalam Perspektif Émile Durkheim Dan Implikasinya Bagi Pendidikan Agama Islam
https://journal.al-matani.com/index.php/jkip/article/view/2558
<p>Artikel ini bertujuan menganalisis fungsi sosial agama dan pendidikan dalam perspektif teori struktural fungsional Émile Durkheim serta mengkaji relevansi dan batasannya terhadap Pendidikan Agama Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (<em>library research</em>) melalui analisis terhadap karya-karya utama Durkheim dan berbagai literatur yang relevan dalam bidang sosiologi dan pendidikan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa menurut Durkheim agama berfungsi membentuk kesadaran kolektif (<em>collective conscience</em>), memperkuat solidaritas sosial, serta menjaga integrasi dan keteraturan masyarakat. Sementara itu, pendidikan berfungsi sebagai agen sosialisasi moral yang mentransmisikan nilai, norma, dan budaya kepada generasi muda guna mempertahankan keberlangsungan sistem sosial. Dalam konteks Pendidikan Agama Islam, pemikiran Durkheim relevan untuk menjelaskan peran pendidikan dalam pembentukan karakter, penguatan moderasi beragama, serta pembangunan kohesi sosial. Namun demikian, terdapat perbedaan mendasar antara perspektif Durkheim dan Islam, terutama terkait sumber legitimasi nilai dan tujuan pendidikan. Durkheim menempatkan masyarakat sebagai sumber pembentukan nilai moral, sedangkan Islam menempatkan wahyu sebagai sumber utama nilai dan norma kehidupan. Oleh karena itu, teori Durkheim dapat dimanfaatkan sebagai instrumen analisis sosial, tetapi tidak dapat menggantikan landasan normatif dan teologis yang menjadi dasar Pendidikan Agama Islam.</p>Faqih FaqihEdi Yusrianto
Copyright (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
2026-06-212026-06-21752890289910.55583/jkip.v7i5.2558Pengaruh Ketersediaan Sarana Praktik Dan Kualitas Pembelajaran Terhadap Hasil Belajar Siswa Manajemen Perkantoran Di SMK Negeri 1 Bojonegoro
https://journal.al-matani.com/index.php/jkip/article/view/2495
<p>Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis Pengaruh Ketersediaan Sarana Praktik dan Kualitas Pembelajaran terhadap Hasil Belajar Siswa Manajemen Perkantoran di SMK Negeri 1 Bojonegoro. Melalui pendekatan kuantitatif, penelitian ini melibatkan 106 siswa kelas XI Manajemen Perkantoran sebagai populasi, dengan sampel sebanyak 92 responden yang ditentukan melalui teknik <em>simple random sampling</em> menggunakan rumus Slovin pada taraf signifikansi 5%. Data dianalisis menggunakan teknik regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Terdapat pengaruh antara ketersediaan sarana praktik dengan hasil belajar siswa, 2) Terdapat pengaruh antara kualitas pembelajaran terhadap hasil belajar siswa, dam 3) Terdapat pengaruh antara ketersediaan sarana praktik dan kualitas pembelajaran terhadap hasil belajar siswa sebesar 61,9%, menyoroti pentingnya kedua variabel tersebut dalam meningkatkan hasil belajar siswa. </p>Firda Nur Fa'izahBrillian Rosy
Copyright (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
2026-06-212026-06-21752900291210.55583/jkip.v7i5.2495Pengembangan Bahan Ajar Digital Interaktif Berbasis Canva Dalam Mata Pelajaran Bahasa Inggris Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Di SMKN 1 Hanau
https://journal.al-matani.com/index.php/jkip/article/view/2475
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar digital interaktif berbasis Canva pada mata pelajaran Bahasa Inggris di SMKN 1 Hanau Kalimantan Tengah serta mengetahui tingkat kelayakan, efektivitas, dan respons siswa terhadap penggunaan media tersebut. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Subjek penelitian terdiri atas 32 siswa kelas X. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, validasi ahli, dan angket respons siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar digital memperoleh validasi ahli materi sebesar 91,4% dan validasi ahli media sebesar 89,2% dengan kategori sangat layak. Selain itu, hasil angket siswa menunjukkan tingkat respons positif sebesar 93,1%. Penggunaan bahan ajar digital interaktif terbukti meningkatkan motivasi belajar siswa yang ditunjukkan melalui peningkatan keaktifan, perhatian, dan partisipasi selama pembelajaran berlangsung. Penelitian ini membuktikan bahwa desain pesan pembelajaran berbasis visual dan interaktif mampu meningkatkan efektivitas pembelajaran di sekolah kejuruan.</p>Dwi Lestari
Copyright (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
2026-06-212026-06-21752913292010.55583/jkip.v7i5.2475Persepsi Orang Tua Terhadap Peran TPQ Muttaqin Dalam Perspektif Kognitif, Afektif, Dan Konatif
https://journal.al-matani.com/index.php/jkip/article/view/2448
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi orang tua terhadap keberadaan TPQ Muttaqin di <br />Desa Kedaloman Kabupaten Tanggamus ditinjau dari aspek kognitif, afektif, dan konatif, dengan mengisi <br />kesenjangan penelitian sebelumnya yang lebih banyak berfokus pada persepsi masyarakat secara umum <br />maupun sistem pendidikan berbasis asrama, serta belum mengkaji secara mendalam persepsi orang tua <br />terhadap TPQ nonformal di lingkungan pedesaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif <br />dengan jenis deskriptif. Subjek penelitian meliputi orang tua santri sebagai informan utama serta ustadz <br />dan ustadzah sebagai informan pendukung. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui <br />reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. <br />Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua memiliki persepsi yang positif terhadap keberadaan TPQ <br />Muttaqin. Pada aspek kognitif, orang tua menilai bahwa TPQ berperan penting dalam membantu <br />pembelajaran Al-Qur’an, pembiasaan ibadah, dan pembentukan akhlak anak. Pada aspek afektif, orang <br />tua merasa senang, bangga, dan terbantu dengan adanya kegiatan pembelajaran di TPQ. Sementara pada <br />aspek konatif, orang tua menunjukkan dukungan terhadap kegiatan TPQ melalui motivasi, pengawasan, <br />dan pendampingan belajar anak di rumah. Selain itu, penelitian ini juga menemukan beberapa kendala <br />dalam pelaksanaan pembelajaran, seperti perbedaan usia dan kemampuan santri dalam satu kelas serta <br />kurangnya keterlibatan sebagian orang tua dalam mendampingi anak belajar di rumah. Oleh karena itu, <br />diperlukan kerja sama antara pengajar, orang tua, dan pihak terkait untuk meningkatkan kualitas <br />pendidikan Al-Qur’an di TPQ Muttaqin.</p>Nurul HasanahAgus JatmikoDedy Irawan
Copyright (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
2026-06-222026-06-22752921293110.55583/jkip.v7i5.2448Evaluasi Model CIPP Untuk Penggunaan Media Kartu Kata Dalam Layanan Bimbingan Klasikal Pada Perkembangan Bahasa Peserta Didik Sekolah Dasar
https://journal.al-matani.com/index.php/jkip/article/view/2482
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan media kartu kata dalam layanan bimbingan klasikal terhadap perkembangan bahasa peserta didik sekolah dasar menggunakan model evaluasi CIPP (<em>Context, Input, Process, Product</em>). Penelitian menggunakan pendekatan mixed method dengan desain sequential explanatory, yaitu pengumpulan dan analisis data kuantitatif dilakukan terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan data kualitatif untuk memperkuat hasil penelitian. Subjek penelitian terdiri atas 6 peserta didik kelas IV SDN Sungai Miai 11 Banjarmasin yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan tingkat penguasaan kosakata yang relatif rendah. Penelitian ini juga melibatkan Kepala Sekolah dan 1 guru kelas IV sebagai informan pendukung. Sebelum digunakan dalam penelitian, instrumen angket yang terdiri atas 30 item pernyataan telah diuji validitas dan reliabilitas pada 20 responden menggunakan korelasi Pearson Product Moment dan Cronbach’s Alpha, dengan hasil seluruh item dinyatakan valid dan reliabel. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, angket, tes, dan dokumentasi. Analisis data kuantitatif dilakukan menggunakan statistik deskriptif, sedangkan data kualitatif dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek context, penggunaan media kartu kata sesuai dengan kebutuhan perkembangan bahasa peserta didik, khususnya dalam penguasaan kosakata. Pada aspek input, kesiapan guru, dukungan sekolah, dan kelayakan media berada pada kategori baik. Pada aspek process, peserta didik menunjukkan keterlibatan belajar yang tinggi melalui keaktifan, antusiasme, dan interaksi sosial selama layanan berlangsung. Pada aspek product, terjadi peningkatan kemampuan kosakata peserta didik yang terlihat dari hasil pre-test dan post-test serta respons positif terhadap layanan yang diberikan. Dengan demikian, media kartu kata efektif digunakan dalam layanan bimbingan klasikal untuk mendukung perkembangan bahasa peserta didik sekolah dasar secara aktif dan menyenangkan.</p>Sherdillah SherdillahHendro Yulius Suryo PutroNina Permata Sari
Copyright (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
2026-06-262026-06-26752932294710.55583/jkip.v7i5.2482Dikotomi Kepercayaan Publik Dalam Pendidikan: Analisis Fenomena Pemilihan SD Swasta Berbiaya Tinggi Di Tengah Aksesibilitas SD Negeri Di Kecamatan Sedayu Kabupaten Bantul
https://journal.al-matani.com/index.php/jkip/article/view/2568
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena dikotomi kepercayaan publik dalam pemilihan sekolah dasar antara sekolah negeri dan sekolah swasta berbiaya tinggi di Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Subjek penelitian adalah orang tua atau wali murid yang memiliki anak usia sekolah dasar. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa preferensi orang tua dalam memilih sekolah dipengaruhi oleh kualitas pendidikan, lingkungan sekolah, nilai agama, dan persepsi terhadap mutu institusi. Sekolah swasta lebih diminati karena dianggap memiliki sistem yang lebih terstruktur dan program unggulan yang jelas. Fenomena sistem inden mencerminkan tingginya persaingan dalam memperoleh akses pendidikan. Sementara itu, sekolah negeri dipersepsikan sebagai pilihan yang mudah diakses namun belum sepenuhnya memenuhi ekspektasi masyarakat.</p>Haristuti Hanung ArifannyMuhammad Iqbal Birsyada
Copyright (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
2026-06-262026-06-26752948295510.55583/jkip.v7i5.2568Hubungan Antara Kecemasan Sosial Siswa Dengan Perilaku Bystander Pasif Dalam Kasus Bullying Di SD Negeri Tanjung Pagar 3 Banjarmasin
https://journal.al-matani.com/index.php/jkip/article/view/2548
<p>Penelitian ini menyelidiki hubungan antara kecemasan sosial dengan perilaku bystander pasif pada siswa kelas lima di SD Negeri Tanjung Pagar 3 Banjarmasin. Dengan menggunakan pendekatan korelasional kuantitatif, penelitian ini memilih 49 siswa dari kelas 5 A dan 5 B dari total populasi sebanyak 303 siswa menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan instrumen skala Likert yang diadaptasi dari teori Bystander Effect dari Latané dan Darley serta Teori Kognitif Sosial Albert Bandura. Dengan menggunakan IBM SPSS Statistics 27, data tersebut dianalisis melalui statistic deskriptif, uji Shapiro-Wilk, uji linearitas, dan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua variable perilaku bystander pasif dan kecemasan social berada pada tingkat sedang (37%). Pengujian statistik mengungkapkan adanya hubungan positif yang sangat kuat antara kedua faktor tersebut (koefisien korelasi = 0,912, p = 0,000 < 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa, semakin tinggi kecemasan sosial yang dimiliki siswa, maka semakin tinggi pula kecenderungan perilaku bystander pasif pada siswa ketika menyaksikan tindakan bullying di lingkungan sekolah. Kesimpulannya, kecemasan sosial merupakan faktor penting terhadap munculnya perilaku bystander pasif pada siswa sekolah dasar.</p>Erni MulianaAli RachmanNina Permata Sari
Copyright (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
2026-06-262026-06-26752956296510.55583/jkip.v7i5.2548 Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas X Pada Mata Pelajaran Ekonomi Di SMAN 1 Lewolema Tahun Pelajaran 2025/2026
https://journal.al-matani.com/index.php/jkip/article/view/2611
<p><em>This study aims to determine the effect of implementing the Student Teams Achievement Division (STAD) cooperative learning model on the learning outcomes of Grade X students in Economics at SMAN 1 Lewolema in the 2025/2026 Academic Year. This research employed a quantitative approach with a descriptive method. The population consisted of all students in classes XA and XB, totaling 50 students. A saturated sampling technique was applied, in which the entire population was used as the research sample. Data were collected through questionnaires to measure the implementation of the STAD cooperative learning model and documentation to obtain students’ learning outcome data. The collected data were analyzed using simple linear regression with the assistance of SPSS version 24 at a 5% significance level.</em> <em>The results showed that the implementation of the STAD cooperative learning model was categorized as good and was able to enhance students’ activeness, cooperation, responsibility, and participation in the learning process. The simple linear regression analysis indicated that the STAD cooperative learning model had a positive and significant effect on students’ learning outcomes. This was evidenced by the t-value of 7.349, which was greater than the t-table value of 1.677, and a significance value of 0.000 < 0.05. Furthermore, the coefficient of determination analysis revealed that the STAD cooperative learning model contributed 52.9% to students’ learning outcomes, while the remaining 47.1% was influenced by other factors not examined in this study. Therefore, the implementation of the STAD cooperative learning model can serve as an effective alternative for improving students’ learning outcomes in Economics at SMAN 1 Lewolema.</em></p>Veronika Bopo AranMudmainna MudmainnaMargiana D.M.M Maran
Copyright (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
2026-06-272026-06-27752966297610.55583/jkip.v7i5.2611A Qualitative Study: Philosophical Analysis Of A Teacher's Educational Actions
https://journal.al-matani.com/index.php/jkip/article/view/2399
<p><em>The act of educating a teacher is an educational issue that relates to philosophical foundations. The philosophy of educating is about interpreting the task of educating, the purpose, and the essence of education itself for a teacher. Therefore, this philosophy of educating must be well understood by educators, especially teachers. This article explores deeper into the philosophical foundations of a teacher's education and how it affects teachers’ professionalism. The study used a qualitative approach with interviews as a main data collection method. We interviewed 5 junior high school teachers. Findings indicate that the longer a teacher's teaching experience, the more they value education and consider being a teacher as part of their identity. Teachers who have a philosophical foundation in teaching show good professionalism. This philosophical meaning of educating from a teacher will foster educational awareness, aimed at saving educational purpose itself so that it runs as it should – humanizing humans.</em></p>Tuti AzizahHashunatulmar’ah Hubwatullah
Copyright (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
2026-06-272026-06-27752977298710.55583/jkip.v7i5.2399Hubungan Antara Karakter Fairness Dengan Keterampilan Sosial Siswa Sekolah Menengah Atas Dan Sekolah Menengah Kejuruan Di Kota Semarang
https://journal.al-matani.com/index.php/jkip/article/view/2485
<p><span style="font-weight: 400;">Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara karakter fairness dengan keterampilan sosial siswa sekolah menengah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Penelitian ini melibatkan partisipan sebanyak 100 siswa SMA dari berbagai sekolah di Kota Semarang yang dipilih menggunakan teknik random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen karakter fairness dan keterampilan sosial yang telah mendapatkan uji validitas dan reliabilitasnya. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan uji regresi sederhana dengan bantuan IBM SPSS Statistics, serta didahului dengan uji asumsi klasik yang meliputi uji normalitas, multikolinearitas, dan heteroskedastisitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara fairness dengan keterampilan sosial siswa dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 (< 0,05) dan koefisien korelasi sebesar R : 0,521 (p<0,001). Hasil koefisien determinasi menunjukkan bahwa fairness memberikan kontribusi sebesar 27,1 % terhadap keterampilan sosial siswa, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Temuan ini menunjukkan bahwa fairness sebagai salah satu kekuatan karakter dalam psikologi positif berperan penting dalam membentuk perilaku prososial, empati, kerja sama, dan kemampuan komunikasi interpersonal siswa. Oleh karena itu, penguatan karakter fairness dapat menjadi salah satu upaya untuk mendukung perkembangan keterampilan sosial siswa di lingkungan sekolah.</span></p>Waly Yafi RahmanAshari Mahfud
Copyright (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
2026-06-272026-06-27752988300210.55583/jkip.v7i5.2485Analisis Teori dan Aplikasi Efek Dzhanibekov pada Dinamika Rotasi Benda Tegar: A Systematic Literature Review
https://journal.al-matani.com/index.php/jkip/article/view/2566
<p>Efek Dzhanibekov, juga dikenal sebagai Theorem Bola Sepak Tennis, adalah fenomena ketidakstabilan rotasi yang terjadi pada benda tegar triaksial dengan momen inersia menengah ketika berotasi di sekitar sumbu. Karena fenomena ini menunjukkan keterbatasan model konservatif yang dikembangkan melalui persamaan Euler klasik, itu menjadi salah satu topik penting dalam dinamika benda tegar. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki evolusi teori dan aplikasi Efek Dzhanibekov. Data dikumpulkan dari buku mekanika klasik dan artikel ilmiah internasional yang diterbitkan antara tahun 2024 dan 2025. Identifikasi, seleksi, ekstraksi, dan sintesis hasil penelitian yang relevan adalah cara analisis dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persamaan Euler klasik dapat menjelaskan fenomena pembalikan orientasi dan ketidakstabilan sumbu tengah, tetapi belum dapat menjelaskan relaksasi precession. Studi baru menunjukkan bahwa mekanisme difusi orientasi internal, yang merupakan mekanisme disipasi internal yang paling penting dalam mengarahkan sistem ke keadaan stabil yang membutuhkan energi minimal. Fenomena Dzhanibekov juga ditemukan pada sistem bandul elastis yang memiliki karakteristik dinamika yang lambat dan cepat. Ini menunjukkan bahwa fenomena ini berlaku secara universal. Ketidakstabilan sumbu tengah digunakan dalam teknologi antariksa untuk melakukan reorientasi satelit tanpa propelan dengan mengontrol tensor inersia. Selain itu, dalam bidang astrofisika, Efek Dzhanibekov digunakan untuk menjelaskan aktivitas magnetar melalui mekanisme gaya Euler yang menghasilkan semburan sinar-X dan gelombang gravitasi. Kajian ini menunjukkan bahwa, dari konsep mekanika klasik, Efek Dzhanibekov telah berkembang menjadi fenomena yang mencakup berbagai disiplin ilmu, dan memiliki dampak yang signifikan pada fisika modern, teknologi antariksa, dan astrofisika.</p>Azmi MustafaDevi KhairinaReivira ArafahMalik Alfatah SembiringDewi WulandariJuniastel Rajagukguk
Copyright (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
2026-06-292026-06-29753003301210.55583/jkip.v7i5.2566Peran Guru Dalam Membangun Karakter Peduli Lingkungan Melalui Mata Pelajaran IPAS Kelas IV Di Sekolah Dasar Negeri Daan Mogot 1 Kota Tangerang
https://journal.al-matani.com/index.php/jkip/article/view/2567
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru dalam membangun karakter peduli lingkungan melalui mata pelajaran IPAS siswa kelas IV di Sekolah Dasar Negeri Daan Mogot 1 Kota Tangerang, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan subjek penelitian guru kelas IV dan siswa kelas IV. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dokumentasi, dan analisis data yang dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Peran guru dalam membangun karakter peduli lingkungan dilakukan melalui peran guru sebagai pendidik, pengajar, dan pembimbing. Guru menanamkan karakter peduli lingkungan melalui pembiasaan menjaga kebersihan kelas, kegiatan piket, kerja bakti, membuang sampah pada tempatnya, serta mengintegrasikan nilai-nilai peduli lingkungan dalam pembelajaran IPAS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah berperan cukup baik dalam membangun karakter peduli lingkungan siswa melalui pembelajaran IPAS. Namun, masih terdapat beberapa hambatan seperti kurangnya kesadaran sebagian siswa, kurang optimalnya keterlibatan siswa dalam menjaga kebersihan lingkungan, serta perbedaan karakter setiap siswa. Adapun faktor pendukung dalam penelitian ini yaitu adanya kerja sama antar warga sekolah, sarana dan prasarana yang memadai, serta kegiatan rutin sekolah yang mendukung pembentukan karakter peduli lingkungan</p>Siti Nabillah MahpudlohFerry PerdiansyahMawardi Mawardi
Copyright (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
2026-06-292026-06-29753013303110.55583/jkip.v7i5.2567Implementasi Program Bank Sampah Untuk Menciptakan Lingkungan Sekolah Sehat Di Sekolah Dasar Negeri Sudimara Timur Kota Tangerang
https://journal.al-matani.com/index.php/jkip/article/view/2569
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi program bank sampah dalam menciptakan lingkungan sekolah sehat di Sekolah Dasar Negeri Sudimara Timur Kota Tangerang serta mengetahui faktor pendukung dan penghambat program tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan subjek penelitian kepala sekolah, guru, dan siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program bank sampah telah dilaksanakan melalui kegiatan pemilahan sampah, pengumpulan sampah, penimbangan dan pencatatan sampah, serta kegiatan pembiasaan menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Program ini membantu meningkatkan kesadaran siswa dalam menjaga kebersihan lingkungan sehingga tercipta lingkungan sekolah yang lebih bersih, sehat, dan nyaman. Faktor pendukung program meliputi dukungan sekolah, keterlibatan guru dan siswa, serta tersedianya sarana pendukung. Sedangkan faktor penghambatnya yaitu masih rendahnya kesadaran sebagian siswa dan keterbatasan fasilitas pengelolaan sampah.</p>Adellia Elza SandongFerry PerdiansyahMawardi Mawardi
Copyright (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
2026-06-292026-06-29753032305410.55583/jkip.v7i5.2569The Effectiveness Of Using Digital Comics Media In The Teaching Of Reading To The Seventh Grade Students Of 172 Junior High School Jakartain The Academic Year 2025/2026
https://journal.al-matani.com/index.php/jkip/article/view/2580
<p>The issues discussed in this research were: (1) How was the reading ability of grade VII students of SMP Negeri 172 Jakarta before the implementation of digital comic media, (2) How was the reading ability of grade VII students of SMP Negeri 172 Jakarta after the implementation of digital comic media, (3) Whether there was a significant difference in reading ability between the group taught using digital comic media and the group that used conventional learning media, and (4) How effective was the application of digital comic media on the reading ability of grade VII students of SMP Negeri 172 Jakarta in the academic year 2025/2026. The research employed a quantitative approach using a Quasi-Experimental Design with Pre-test and Post-test Control Group Design. The population of this research was the seventh-grade students of SMP Negeri 172 Jakarta, totaling 288 students across eight classes. The sample was selected through cluster random sampling, consisting of Class VII-1 as the Experimental Class and Class VII-2 as the Control Class, with 36 students in each class. The instrument used to collect data was a multiple-choice reading test of 50 items administered as both pre-test and post-test, focusing on recount text comprehension in accordance with the Kurikulum Merdeka framework. The experimental class was taught using Digital Comics media designed through Google Chrome and Canva, while the control class was taught using conventional lecture methods with textbooks. The normality of data was verified through the Shapiro-Wilk test, and hypothesis testing was conducted using the Independent Samples t-Test through SPSS. Based on the analysis of data, it can be concluded that: (1) Before the implementation of digital comic media, the mean score of the experimental class in the pre-test was 58.94, indicating that students' reading ability was below the Minimum Mastery Score (KKM) of 80; (2) After the implementation of digital comic media, the mean score of the experimental class in the post-test increased substantially to 84.72, representing a 43.72% improvement and surpassing the KKM, whereas the control class only reached a mean post-test score of 68.25, reflecting a moderate improvement of 20.96%; (3) The result of the Independent Samples t-Test showed a Sig. (2-tailed) value of 0.000, which is lower than the significance level of 0.05, indicating that there was a statistically significant difference in reading ability between the experimental and control classes; (4) Digital comic media was proven to be highly effective in improving the reading comprehension of seventh-grade students of SMP Negeri 172 Jakarta, as the null hypothesis (H<sub>0</sub>) was rejected and the alternative hypothesis (H<sub>1</sub>) was accepted.</p>Mutmainah MutmainahHersulastuti HersulastutiPurwo Haryono
Copyright (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
2026-06-292026-06-29753055306510.55583/jkip.v7i5.2580Implementasi Strategi Bernyanyi dengan Pendekatan Humanistik untuk Meningkatkan Keterampilan Berbahasa Indonesia pada Anak Usia Dini di KB Tunas Ceria At Taqwa
https://journal.al-matani.com/index.php/jkip/article/view/2599
<p>Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana anak usaia dini di TK Tunas Ceria At Taqwa menggunakan teknik bernyanyi untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Indonesia mereka. Penelitian ini menyoroti urgensi strategi pengajaran interaktif serta menyenangkan bagi anak usia dini melalui pemanfaatan komponen melodi dalam aktivitas bernyanyi guna menstimulasi perkembangan bahasa lewat pendekatan kualitatif deskriptif yang mensinergikan observasi dan wawancara serta dokumentasi untuk membuktikan bahwa latihan vokal efektif memperkaya kosakata serta mempertajam artikulasi dan membangun kepercayaan diri saat berinteraksi. Penerapan kegiatan seni tersebut menciptakan suasana pembelajaran yang impresif serta substansial sehingga memosisikan teknik bernyanyi sebagai media instruksional kreatif dalam mentransformasikan metode pengajaran bahasa Indonesia bagi siswa pendidikan anak usia dini.</p>Dian IndriyaniResdianto Permata Raharjo
Copyright (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
2026-06-292026-06-29753066307410.55583/jkip.v7i5.2599Exploring The Need For Developing An English Workbook Integrating Madurese Culture In Elementary School
https://journal.al-matani.com/index.php/jkip/article/view/2655
<p><em>The purpose of this research is to ascertain the needs students have about English workbooks that incorporate Madurese culture in order to teach English to elementary school students. The survey method was employed in this study. Interviews and student needs surveys were employed as data gathering tools. Twenty Elementary School children in the first semester of SDN Paseyan 1 Sampang Madura, particularly in the academic year 2025/2026, and an English teacher became research subjects. The interview results were evaluated descriptively, while the questionnaires were assessed based on percentages. The questionnaire includes questions about Madurese culture-based learning, English-language instruction in schools, and literature used in the classroom. The findings reveal that the majority of SDN Paseyan 1 Sampang students agreed that English workbook incorporating Madurese culture is needed.</em></p>Izzah FijriyahAndika Adinanda
Copyright (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
2026-07-042026-07-04753075308210.55583/jkip.v7i5.2655