Strategi Pemerintahan Desa Dalam Pencegahan Abrasi di Desa Mekong Kabupaten Kepualauan Meranti Provinsi Riau
DOI:
https://doi.org/10.55583/arsy.v7i1.2476Keywords:
Desa Mekong, keterlibatan masyarakat, lokasi pesisir, pemerintahan desa, dan pencegahan erosi pesisir.Abstract
Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengidentifikasi, menilai, dan meningkatkan upaya pemerintah desa dalam menghentikan erosi pantai di Desa Mekong, Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau. Erosi pantai di wilayah pesisir Desa Mekong merupakan masalah serius yang berkaitan dengan lingkungan, pemukiman, kegiatan ekonomi lokal, dan keberlanjutan pembangunan desa. Semua langkah, seperti identifikasi masalah, koordinasi mitra, sosialisasi, diskusi partisipatif, pendampingan, dan evaluasi kegiatan diterapkan dalam proyek pengabdian masyarakat ini. Beberapa teknik yang digunakan meliputi observasi lapangan, wawancara, sosialisasi, dan forum diskusi dengan pemerintah desa dan anggota masyarakat. Inisiatif pengabdian masyarakat ini menemukan bahwa strategi terpadu pemerintah desa diperlukan di Desa Mekong untuk menghentikan erosi pantai. Strategi ini harus ditujukan untuk meningkatkan kebijakan desa, meningkatkan partisipasi masyarakat, penanaman mangrove untuk memulihkan pantai, serta meningkatkan kolaborasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait lainnya. Proyek ini juga menunjukkan adanya pemahaman yang lebih baik di kalangan masyarakat dan pejabat desa mengenai pentingnya mitigasi erosi berdasarkan prinsip-prinsip ekologi dan tata kelola desa. Selain itu, rekomendasi strategis dikembangkan untuk membantu Pemerintah Desa Mekong mengambil tindakan tindak lanjut yang lebih terorganisir dan berkelanjutan. Selain meningkatkan kesadaran dan pemahaman publik, program ini juga mendorong kerja sama antara pemerintah desa, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya untuk menghadapi ancaman erosi pesisir. Oleh karena itu, untuk mengendalikan erosi pesisir di komunitas Mekong, diperlukan sistem pemerintahan desa yang berkelanjutan, kooperatif, dan partisipatif.
References
Fitrianti, N., Putra, R. F., Perdana, R. B., & Caraka, R. E. (n.d.). Jurnal Meteorologi Klimatologi dan Geofisika.
Hidayat, R., & IP, S. (2025). Bab 2 Landasan Hukum Dan Kebijakan Pemerintahan Desa. Pemerintahan Desa Dan Pembangunan Desa, 36.
Jayson-Quashigah, P.-N., Staneva, J., Chen, W., Djath, B., Mahu, E., & Appeaning Addo, K. (2025). Evaluating mangroves as nature-based solutions for coastal protection under current and future sea level rise scenarios. Frontiers in Marine Science, 12, 1526082. https://doi.org/10.3389/fmars.2025.1526082
Lilian, A., Mubarak, M., & Rifardi, R. (2014). Analisis sedimen dan perubahan garis pantai utara pulau rangsang kabupaten kepulauan meranti. Riau University.
Rifardi, R., Mubarak, M., & Yoswaty, D. (2020). Peningkatan kapasitas kesadaran masyarakat terhadap mitigasi kerusakan pantai di Kelurahan Pelintung, Kecamatan Medang kampai Kota Dumai-Riau. Unri Conference Series: Community Engagement, 2, 16–23.
Santoso, R. (2026). Cegah abrasi di Meranti, ribuan mangrove ditanam di pantai Desa Mekong. ANTARA News Riau.
Sudiarta, I. I. K., Situmeang, I. Y. P., & Suryani, S. A. M. P. (2024). Pengelolaan Pesisir Terpadu. Scopindo Media Pustaka.
Suriadi, L. M., Denya, N. P., Shabrina, Q. A., Yuliana, R., Agustina, G., Kuspraningrum, E., & Asufie, K. N. (2024). Perlindungan sumber daya genetik ekosistem mangrove untuk konservasi lingkungan dan keseimbangan ekosistem. Jurnal Analisis Hukum, 7(2), 234–253.
Susilo, E., Sudaryanti, S., Tjahjono, A., Zakiyah, U., Setyanto, A., Puspitasari, Y. E., AsAdi, M. A., Yuniarti, A., Yanuar, A. T., & Saputra, D. K. (2026). Pengelolaan Ekosistem Mangrove Berbasis Masyarakat Secara Holistik. Media Nusa Creative (MNC Publishing).
Wibowo, A., Kusmana, C., Prayudha, B., Rustiadi, E., & others. (2024). A review of the mangrove ecosystem in Indonesia: Biodiversity, ecosystem services, and conservation challenges. Journal of Agriculture and Food Research.
Windayati, R., Widyarko, U., & Lestari, A. P. (2025). Partisipasi Masyarakat dalam Upaya Konservasi Mangrove di Provinsi Bali. Jurnal Celebica: Jurnal Kehutanan Indonesia, 6(2), 311–320.







