Akselerasi Pemulihan Higienitas Fasilitas Ibadah Pasca Banjir Melalui Penerapan Smart Electrostatic Sprayer System Berbasis Partisipasi Masyarakat Di Desa Ie Bintah
DOI:
https://doi.org/10.55583/arsy.v7i1.2241Keywords:
sanitasi pascabanjir, electrostatic sprayer, partisipasi masyarakat, fasilitas ibadah, teknologi tepat gunaAbstract
Bencana banjir yang berulang di Desa Ie Bintah menimbulkan permasalahan serius terhadap higienitas fasilitas ibadah, khususnya meunasah, serta meningkatkan risiko penyakit berbasis lingkungan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mempercepat pemulihan sanitasi pascabanjir melalui penerapan Smart Electrostatic Sprayer System berbasis partisipasi masyarakat. Metode yang digunakan mengadopsi pendekatan Community-Based Participatory Research (CBPR) yang terintegrasi dengan transfer teknologi melalui lima tahap, yaitu inisiasi, edukasi, implementasi, evaluasi, dan keberlanjutan. Pelaksanaan kegiatan melibatkan pembentukan tim satgas sanitasi, pelatihan operasional alat, serta penerapan langsung teknologi disinfeksi elektrostatik di meunasah terdampak. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada kapasitas mitra, ditandai dengan kenaikan pemahaman dari 32,5% menjadi 86,75%. Selain itu, teknologi yang diterapkan mampu meningkatkan efisiensi waktu hingga 450% dan menghemat penggunaan disinfektan sebesar 73% dibandingkan metode konvensional. Cakupan pembersihan juga lebih optimal hingga menjangkau area tersembunyi. Dengan demikian, program ini berhasil meningkatkan kualitas higienitas lingkungan sekaligus membangun kemandirian dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana banjir di masa mendatang.
References
Ali, M., et al. (2019). Floods and associated health risks in Southeast Asia: A systematic review. International Journal of Environmental Research and Public Health, 16(13), 2345.
Bolton, J. R., et al. (2021). The role of religious facilities in disaster recovery and community resilience. Disasters, 45(3), 567–588.
Cadnum, J. L., et al. (2020). Effectiveness of an electrostatic spray application system in delivering disinfectant to surfaces. American Journal of Infection Control, 48(8), 951–954.
Centers for Disease Control and Prevention. (2020). Guidelines for environmental infection control in health-care facilities. Atlanta: CDC.
Dewi, S. R., & Wulandari, P. (2021). Identifikasi bakteri patogen pada fasilitas umum pasca banjir di pemukiman padat penduduk. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 20(1), 45–52.
Hermawan, Y., & Wardani, L. (2021). Cost-benefit analysis of electrostatic disinfection in public facilities. Journal of Facilities Management, 19(4), 455–470.
Kumar, S., & Singh, R. (2021). Advances in disinfection technologies for public health safety. Environmental Science and Pollution Research, 28(34), 47012–47025.
Kusumastuti, R. D., et al. (2023). Building community resilience through appropriate technology transfer in disaster-prone villages. Procedia Engineering, 15(4), 312–320.
Lestari, R. K., et al. (2021). The impact of climate change on hydrometeorological disasters in Indonesia. Indonesian Journal of Geoscience, 8(1), 12–25.
Marfai, M. A., et al. (2022). Flood hazard and risk assessment in coastal areas of Indonesia. Natural Hazards, 110(3), 205–220.
Patel, M. K., & Kumar, A. (2022). Comparative analysis of sprayer technologies for agricultural and sanitation purposes. Journal of Environmental Chemical Engineering, 10(1), 107050.
Pratama, A., & Hidayat, R. (2023). Analisis spasial kerentanan banjir di wilayah pesisir Aceh Tamiang. Jurnal Geografi Lingkungan Tropik, 7(2), 115–128.
Rahman, H. A., et al. (2020). Post-flood health management and sanitation challenges in rural communities. International Journal of Disaster Risk Reduction, 50, 101695.
Rahman, M. M., & Islam, M. S. (2021). Community-based disaster risk management practices in flood-prone areas. International Journal of Disaster Risk Reduction, 52, 101957.
Setiawan, B., & Putra, A. S. (2022). Desain dan implementasi sprayer elektrik untuk sanitasi lingkungan perdesaan. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (Indonesian Journal of Community Engagement), 8(1), 30–38.
Sukmawati, D., et al. (2022). Correlation between flood frequency and skin diseases in tropical rural areas. Journal of Public Health Research, 11(2), 22–29.
Susanto, T., et al. (2021). Efektivitas metode disinfeksi konvensional vs modern pada tempat ibadah di masa pandemi. Jurnal Rekayasa Mesin dan Industri, 5(2), 88–95.
Syahputra, I., et al. (2023). Mitigasi bencana berbasis kearifan lokal di Aceh: Peran meunasah. Jurnal Sosiologi Pedesaan, 11(1), 12–20.
Wong, T. W., et al. (2020). Physics of electrostatic spraying for disinfection: Principles and applications. Journal of Electrostatics, 107, 103480.
World Health Organization. (2020). Cleaning and disinfection of environmental surfaces in the context of COVID-19. Geneva: WHO.







