Penerapan Smart Electrostatic Sprayer System Dalam Rehabilitasi Sarana Balai Pengajian Pasca Terdampak Banjir Di Desa Ie Bintah Kabupaten Aceh Tamiang
DOI:
https://doi.org/10.55583/arsy.v7i1.2235Keywords:
Smart Electrostatic Sprayer, Rehabilitasi Pasca Banjir, Balai Pengajian, Sanitasi LingkunganAbstract
Bencana banjir hidrometeorologi yang melanda Desa Ie Bintah, Kabupaten Aceh Tamiang, menyisakan persoalan sanitasi serius pada fasilitas publik, khususnya Balai Pengajian Dusun Keude Meuku. Endapan lumpur dan kontaminasi mikroorganisme pascabanjir mengancam kesehatan masyarakat dan menghambat aktivitas keagamaan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mempercepat proses rehabilitasi sarana balai pengajian melalui penerapan teknologi smart electrostatic sprayer system. Metode pelaksanaan meliputi koordinasi, sosialisasi, pelatihan operator, hingga implementasi penyemprotan disinfektan secara menyeluruh pada area prioritas seperti ruang salat, karpet, dan tempat wudhu. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan teknologi elektrostatis mampu menjangkau sudut-sudut sulit secara lebih merata dan efisien dibandingkan metode manual. Selain itu, terbentuknya tim sanitasi lokal memastikan keberlanjutan perawatan alat dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di masa depan.
References
Adnan, M., & Anwar, K. (2020). Dampak kesehatan pascabanjir terhadap masyarakat. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 12(2), 101–109.
Al-Arkhabiil. (2025). Peran fasilitas keagamaan dalam pemulihan sosial pascabencana. Jurnal Sosial Keagamaan, 9(1), 55–63.
American Public Health Association. (2018). Standard methods for the examination of water and wastewater (23rd ed.). APHA.
Baskoro, H., & Kusumawardani, D. (2025). Strategi mitigasi kesehatan berbasis masyarakat pascabencana. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 10(1), 12–20.
Centers for Disease Control and Prevention. (2020). Cleaning and disinfecting your facility. CDC.
Choi, H., Kim, J., & Lee, S. (2021). Electrostatic spraying technology for surface disinfection: A review. Journal of Environmental Health Science, 47(3), 201–210.
Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Firmansyah, D., Nugraha, A., & Rizki, M. (2022). Teknologi tepat guna dalam mitigasi bencana berbasis masyarakat. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 8(2), 145–152.
Hidayat, R., Prasetyo, B., & Rahman, A. (2021). Analisis risiko banjir hidrometeorologi di wilayah pesisir Indonesia. Jurnal Geografi, 13(1), 45–54.
Ismail, A., & Pratama, R. (2022). Efektivitas metode pembersihan manual pada fasilitas umum pascabanjir. Jurnal Teknik Lingkungan, 18(2), 88–95.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Pedoman pencegahan dan pengendalian penyakit berbasis lingkungan. Kemenkes RI.
Kurniawan, F., & Sari, D. (2022). Dampak perubahan iklim terhadap kejadian banjir di Indonesia. Jurnal Ilmu Lingkungan, 20(2), 123–130.
Lestari, D., Wulandari, S., & Putra, H. (2023). Edukasi sanitasi berbasis masyarakat di daerah rawan bencana. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 15(1), 67–75.
Mardikanto, T., & Soebiato, P. (2017). Pemberdayaan masyarakat dalam perspektif kebijakan publik. Alfabeta.
Nasution, Z., & Siregar, R. (2021). Pengelolaan sanitasi lingkungan pascabanjir berbasis masyarakat. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 13(2), 85–92.
Nugroho, S. (2019). Analisis risiko banjir di wilayah Aceh Tamiang. Jurnal Teknik Sipil, 15(1), 10–18.
Patel, R., Singh, P., & Kumar, V. (2022). Efficiency of electrostatic sprayers in disinfectant applications. Environmental Technology & Innovation, 25, 102145.
Prasetyo, A., & Utomo, B. (2024). Pengembangan desa tangguh bencana berbasis teknologi tepat guna. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 9(1), 34–42.
Purnamasari, I. (2017). Edukasi sanitasi lingkungan pada masyarakat pedesaan. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 11(2), 90–98.
Rahman, M., Hasan, M., & Islam, S. (2021). Flood-related infectious diseases and public health challenges. International Journal of Disaster Risk Reduction, 58, 102201.
Rinaldi, A., Yusuf, M., & Hendra, A. (2021). Evaluasi efektivitas penyemprotan disinfektan manual. Jurnal Teknologi Lingkungan, 22(2), 89–97.
Rofandi, M., & Irwanto, D. (2022). Efisiensi teknologi elektrostatik dalam penyemprotan cairan disinfektan. Jurnal Teknologi Industri, 14(1), 56–63.
Santoso, B., Wibowo, A., & Laksana, R. (2022). Penguatan kapasitas masyarakat dalam mitigasi bencana. Jurnal Sosial dan Humaniora, 11(1), 33–41.
Setiawan, B., & Wibowo, A. (2020). Efektivitas teknologi penyemprotan disinfektan dalam meningkatkan kebersihan lingkungan. Jurnal Teknologi Lingkungan, 21(1), 45–52.
Singh, P., & Shukla, A. (2016). Disinfectant spray dynamics and coverage analysis. Journal of Applied Science, 12(3), 210–215.
Siregar, D., & Dewi, R. (2021). Peran fasilitas umum dalam pemulihan pascabencana. Jurnal Sosial Humaniora, 10(2), 77–85.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Suryadi, A., & Winarno, T. (2020). Prinsip kerja teknologi electrostatic sprayer. Jurnal Teknik Elektro, 12(2), 98–105.
Wahyudi, T., Prabowo, H., & Nugraha, E. (2020). Kendala pembersihan pascabanjir pada fasilitas umum. Jurnal Teknik Sipil, 17(1), 66–73.
World Health Organization. (2020). Water, sanitation, hygiene, and waste management for COVID-19. WHO.
World Health Organization. (2022). Flooding and communicable diseases fact sheet. WHO.
Yuliana, S., Hartono, D., & Pramudya, B. (2023). Analisis kerentanan wilayah terhadap banjir berbasis GIS. Jurnal Teknik Sipil, 30(1), 15–24.
Yuliani, S., & Rahmawati, D. (2019). Peran partisipasi masyarakat dalam pengelolaan kebersihan lingkungan. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 5(1), 23–30.







