Implementasi Program Pemantauan Pertumbuhan Balita oleh Dinas Kesehatan dalam Penurunan Stunting di UPT Puskesmas Tarogong, Kabupaten Garut

Authors

  • Silva Rizkia Syahmareta Universitas Pasundan
  • Muhammad Taftazani Syahir M Universitas Pasundan
  • Dini Nadila Universitas Pasundan

DOI:

https://doi.org/10.55583/arsy.v6i3.1907

Keywords:

Balita, Implementasi kebijakan, Pemantauan Pertumbuhan, Stunting

Abstract

Penelitian  ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program pemantauan pertumbuhan balita oleh Dinas Kesehatan dalam upaya penurunan angka stunting di UPT Puskesmas Tarogong Kabupaten Garut tahun 2025. Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang memiliki dampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia. Program pemantauan pertumbuhan balita menjadi strategi penting melalui kegiatan posyandu, penyuluhan gizi, dan intervensi terhadap balita dengan masalah pertumbuhan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan teori implementasi kebijakan Ripley dan Franklin (1986) yang menekankan tiga indikator utama: kepatuhan, kelancaran rutinitas, serta kinerja dan dampak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program berjalan cukup efektif, namun masih terdapat kendala seperti keterbatasan sumber daya manusia, koordinasi lintas sektor yang belum optimal, dan partisipasi masyarakat yang belum merata. Secara umum, program pemantauan pertumbuhan balita berperan positif dalam upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Garut.

References

Atmadji, E., & Nugraha, B. P. (2025). Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian stunting di Desa Salamnunggal Kecamatan Leles Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat. Jurnal Kebijakan Ekonomi dan Keuangan.

Chandler, R. C., & Plano, J. C. (1988). The public management and administration: An introduction. New York, NY: Palgrave Macmillan.

Devi, Y. P., Indawati, R., Febrianto, E. C., & Nuraidah, L. F. (2024). Analisis autokorelasi spasial prevalensi stunting di Provinsi Jawa Barat tahun 2021.

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia. (2017). Buku pedoman pencegahan stunting di desa.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2016). Pedoman penilaian status gizi anak.

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1984). Qualitative data analysis: A sourcebook of new methods. Beverly Hills, CA: Sage Publications.

Nurdiansyah, I. L., Ramdhani, A., Rismayanti, E., & Adnan, Z. (2024). Analisis faktor yang mempengaruhi stunting anak usia 6–23 bulan di Tarogong Kaler. Jurnal Pembangunan dan Kebijakan Publik, 15(1), 30–39.

Pemerintah Kabupaten Garut. (2021). Peraturan Bupati Garut Nomor 138 Tahun 2021 tentang Peran dan Kewenangan Desa dan Kelurahan dalam Penurunan Stunting.

Pemerintah Kabupaten Garut. (2024). Surat Edaran Bupati Garut Nomor 623 Tahun 2024 tentang Gerakan Bersama Percepatan Penurunan Stunting Menuju Zero New Stunting.

Ripley, R. B., & Franklin, G. A. (1986). Policy implementation and bureaucracy. Chicago, IL: Dorsey Press.

Downloads

Published

2025-12-29

How to Cite

Syahmareta, S. R., Syahir M, M. T., & Nadila, D. (2025). Implementasi Program Pemantauan Pertumbuhan Balita oleh Dinas Kesehatan dalam Penurunan Stunting di UPT Puskesmas Tarogong, Kabupaten Garut. ARSY : Jurnal Aplikasi Riset Kepada Masyarakat, 6(3), 976-981. https://doi.org/10.55583/arsy.v6i3.1907