http://journal.al-matani.com/index.php/jkip/issue/feedJurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)2026-01-13T17:18:30+07:00Erikajkip.almatani@gmail.comOpen Journal Systems<p><strong>Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)</strong> is published by <strong>Lembaga Riset dan Inovasi Al-Matani</strong> as an information and communication media for practitioners, researchers and academics who are interested in the field of Education. First publish in November 2020. The Editorial Team invites scientists, scholars, professionals, and researchers to publish the results of their research after the selection of manuscripts, with the peer review and the editing process. <strong>Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) </strong>with registered number ISSN 2774-5074 (Print) and ISSN 2775-0531 (Online) is a peer-reviewed journal published four times a year <strong>(January, March, July and November)</strong>. <strong>Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) </strong>publishes any research-based articles on and about education i.e. articles which contribute to the understanding, theoretical development, theoretical concept and implementation of theories of education at any level.<br />From Volume 4 number 2 2024 JKIP <strong>SINTA 4 </strong>until Volume 9 Number 1 2029</p> <p><img src="https://journal.al-matani.com/public/site/images/astriayu2012/whatsapp-image-2025-03-21-at-20.48.12.jpg" alt="" width="541" height="140" /></p>http://journal.al-matani.com/index.php/jkip/article/view/1810Analisis Tata Rias “Tari Ngremo”2025-12-26T16:13:19+07:00Diana Kartika Putridianakartikaputri11@gmail.comDwi Atmantodwiatmanto64@gmail.comNurina Ayuningtyasnurinasugiarto@gmail.com<p>Tari Ngremo merupakan salah satu tari tradisional Jawa Timur yang dikenal melalui karakter maskulin, gerak gagah, dan rias panggung yang kuat secara simbolik. Perkembangan seni pertunjukan modern mendorong munculnya perubahan pada pelaku, busana, aksesoris, serta tata rias, sehingga perlu dilakukan kajian mendalam untuk memastikan bahwa karakter dan nilai budaya tari tetap terjaga. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pergeseran pelaku dari laki-laki ke perempuan terhadap penyampaian karakter maskulin dan nilai kepahlawanan, mengidentifikasi bentuk modernisasi pada busana, aksesoris, dan tata rias, serta menjelaskan makna simbolik dari elemen-elemen rias panggung Tari Ngremo. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi di Anjungan Jawa Timur TMII. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penari perempuan tetap mampu menampilkan karakter maskulin dan nilai kepahlawanan melalui penguasaan teknik gerak dan penggunaan rias panggung yang menonjolkan ketegasan. Modernisasi tampak pada variasi warna busana, bahan yang lebih ringan, bentuk aksesoris yang lebih praktis, serta teknik rias yang mengikuti estetika kontemporer untuk mempertahankan garis wajah tegas. Makna simbolik elemen rias tetap berfungsi sebagai representasi keberanian, kewaspadaan, dan kekuatan prajurit. Penelitian menyimpulkan bahwa modernisasi berjalan berdampingan dengan pelestarian nilai tradisi.</p>2026-01-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)http://journal.al-matani.com/index.php/jkip/article/view/1844Manajemen Mutu Pendidikan di SD IT Al Furqan Palangkaraya dalam Rekrutmen Tenaga Pendidik2025-12-26T16:01:28+07:00Rahmad Rahmadrhmd203@gmail.comSiminto Simintosiminto@iain-palangkaraya.ac.idSyahmidi Syahmidisyahmidi@iain-palangkaraya.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen mutu pendidikan dalam rekrutmen tenaga pendidik di SD IT Al-Furqan Palangka Raya sebagai upaya menjamin keberlanjutan kualitas pembelajaran. Rekrutmen guru dipandang sebagai faktor strategis dalam menentukan mutu pendidikan jangka panjang, khususnya pada sekolah berbasis Islam yang menekankan keseimbangan antara kompetensi akademik dan pembentukan karakter. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian naturalistik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan kepala sekolah dan guru senior, guru baru dan tata usaha, observasi kegiatan guru baru dan pembelajaran, serta studi dokumentasi terhadap SOP rekrutmen, instrumen penilaian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses rekrutmen guru di SD IT Al-Furqan dilaksanakan secara sistematis melalui enam tahapan, yaitu seleksi administrasi, tes tertulis, tes baca Al-Qur’an, micro teaching, wawancara kepribadian dan akhlak. Selain itu, sekolah menerapkan pembinaan lanjutan melalui pelatihan internal dan forum komunitas belajar guru. Temuan ini menunjukkan bahwa manajemen mutu rekrutmen guru di SD IT Al-Furqan telah mengintegrasikan prinsip Total Quality Management, manajemen sumber daya manusia, serta pendidikan kompetensi guru. Dengan demikian, rekrutmen tenaga pendidik tidak hanya berfungsi sebagai proses administratif, tetapi sebagai mekanisme strategis dalam menjaga stabilitas dan keberlanjutan mutu pendidikan di sekolah.</p>2026-01-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)http://journal.al-matani.com/index.php/jkip/article/view/1845Apa yang Salah dengan Manajemen Pendidikan Islam? Pendekatan Menggunakan Mixed Methods2025-12-26T16:00:18+07:00Rhani Fuji Lestarirhaniadithira@gmail.comIrawan Irawanirawan@uinsgd.ac.idRohmat Mulyanarohmatmulyana@uinsgd.ac.idShinta Meirnawati Pratiwi Putrishintameirnawatipratiwiputri@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kelemahan manajemen pendidikan Islam di tingkat madrasah dan sekolah Islam, serta memberikan solusi berbasis nilai-nilai filosofis Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah mixed methods dengan desain sequential explanatory. Data kuantitatif diperoleh melalui penyebaran kuesioner sederhana kepada guru (n=30) menggunakan skala Likert untuk menilai aspek kepemimpinan, motivasi, dan kinerja. Data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam dengan 5 orang guru dan 1 kepala madrasah untuk menggali pengalaman dan makna penerapan filsafat manajemen pendidikan Islam. Hasil kuantitatif menunjukkan adanya kelemahan signifikan pada aspek kepemimpinan Islami dan manajemen motivasi guru. Sementara itu, temuan kualitatif mengungkap bahwa dualisme kepemimpinan, kurangnya transparansi, serta lemahnya komunikasi adalah faktor utama yang menghambat penerapan nilai-nilai Islam dalam manajemen pendidikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa manajemen pendidikan Islam belum sepenuhnya mencerminkan prinsip amanah, keadilan, dan musyawarah. Oleh karena itu, diperlukan revitalisasi kepemimpinan Islami yang konsisten dengan filsafat manajemen Islam.</p>2026-01-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)http://journal.al-matani.com/index.php/jkip/article/view/1848Pengaruh Supervisi Kepala Sekolah Terhadap Kinerja Guru di PAUD2025-12-26T15:58:55+07:00Zahra Alya Nabilazahraalya@upi.eduLuthfiyyah Dwi Juliantiluthfiyyahdwi@upi.eduOktaviani Putri Hadinataoktavianiph21@upi.eduAnnisa Al Aribahannisaalarb15@upi.eduZharfania Izzatun Nadiazharfania2775@upi.eduDhea Ardiyantidheaardy@upi.eduAsep Kurnia Jayadinataasep_jayadinata@upi.eduHafiziani Eka Putrihafizianiekaputri@upi.edu<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh supervisi kepala sekolah terhadap kinerja guru pada lembaga PAUD sebagai bentuk pembinaan profesional untuk meningkatkan kompetensi guru, terutama dalam perencanaan pembelajaran, pelaksanaan kegiatan belajar, serta evaluasi perkembangan anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan 32 responden yang terdiri dari 28 guru dan 4 kepala sekolah dari beberapa PAUD di Subang, Purwakarta, Karawang, dan Tangerang Selatan. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tertutup skala <em>Likert</em> dan dianalisis melalui statistik deskriptif, uji normalitas, uji homogenitas, serta uji regresi linier sederhana. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa supervisi kepala sekolah dan kinerja berada pada kategori tinggi. Namun, berdasarkan hasil uji regresi linier sederhana, supervisi kepala sekolah tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja guru PAUD. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun supervisi telah dilaksanakan dengan baik, terdapat faktor lain yang kemungkinan lebih dominan dalam memengaruhi kinerja guru PAUD. Oleh karena itu, supervisi kepala sekolah tetap perlu dilaksanakan secara konsisten dan didukung oleh upaya pembinaan lain guna meningkatkan kualitas pembelajaran di PAUD.</p>2026-01-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)http://journal.al-matani.com/index.php/jkip/article/view/1847Implementasi Pendidikan Akhlak dalam Pembinaan Anak Asuh di Panti Asuhan Aisyiyah Dukuhturi2025-12-26T15:59:34+07:00Khaerul Umam Muttaqinkhaerul.umam23.ku@gmail.comMuh. Hanifmuh.hanif@uinsaizu.ac.id<p>Pendidikan akhlak merupakan fondasi utama dalam pembinaan anak asuh di panti asuhan, terutama bagi lembaga baru yang sedang merintis sistem pendidikan dan pengasuhan. Panti Asuhan Aisyiyah Dukuhturi, yang berdiri pada tahun 2025 di Desa Dukuhturi, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, menghadirkan model pembinaan akhlak sebagai prioritas utama sebelum pengembangan aspek akademik dan keterampilan. Problem yang muncul adalah adanya tantangan besar dari pengaruh gadget dan lingkungan luar yang dapat mengganggu konsistensi pembinaan akhlak. Gap penelitian terletak pada minimnya kajian empiris tentang implementasi pendidikan akhlak di panti asuhan baru, khususnya dalam konteks lokal pedesaan yang berdekatan dengan masjid dan memiliki dukungan organisasi keagamaan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi, praktik, dan hasil implementasi pendidikan akhlak di Panti Asuhan Aisyiyah Dukuhturi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara terhadap pengasuh, anak asuh, dan pengurus panti. Data lapangan menunjukkan bahwa strategi pembinaan dilakukan melalui kajian rutin di Masjid Istiqlal, pengajian Muhammadiyah, pendidikan formal di sekolah, serta keteladanan pengasuh. Anak asuh merasakan perubahan signifikan: lebih disiplin dalam ibadah, mandiri, sopan santun, dan mampu menahan emosi. Pengurus menegaskan visi membentuk generasi berakhlak mulia dengan indikator keberhasilan berupa kedisiplinan ibadah, perubahan sikap sosial, dan pengakuan eksternal dari masyarakat. Hasil penelitian menegaskan bahwa implementasi pendidikan akhlak di Panti Asuhan Aisyiyah Dukuhturi efektif membentuk karakter Islami anak asuh sejak awal. Meski menghadapi tantangan dari pengaruh teknologi dan lingkungan luar, panti berhasil menanamkan nilai akhlak melalui kombinasi kajian, keteladanan, dan keseimbangan pendidikan formal. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan model pembinaan akhlak di panti asuhan baru, sekaligus membuka ruang bagi kolaborasi masyarakat dan organisasi keagamaan dalam memperkuat pendidikan karakter.</p>2026-01-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)http://journal.al-matani.com/index.php/jkip/article/view/1849Efektivitas Metode Bermain dalam Mengoptimalkan Perkembangan Sosial Emosional di PAUD2025-12-26T15:58:10+07:00Naifah Luqyana Azzahranaifahluqyanaa8@upi.eduAlisha Sabrina Putrialishasabrina@upi.eduDevi Auliantideviaulianti@upi.eduNaila Rizqi Maulidanailarizqi1@upi.eduNadhira Aulia Hermawannadhira16@upi.eduDhea Ardiyantidheaardy@upi.eduAsep Kurnia Jayadinataasep_jayadinata@upi.eduHafiziani Eka Putrihafizianiekaputri@upi.edu<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektivitas Metode Bermain dalam Mengoptimalkan Perkembangan Sosial-emosional di PAUD. Pembelajaran Bermain ini dipandang mampu untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih natural, menyenangkan dan menarik keterlibatan aktif anak. Melalui supervisi yang terstruktur, kegiatan bermain dapat diarahkan sehingga tidak berfokus pada aspek kognitif, tetapi mengembangkan kemampuan bekerja sama, empati, pengendalian emosi dan keterampilan berkomunikasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif melalui pengumpulan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Pembelajaran Bermain terbukti efektif untuk meningkatkan kemampuan sosial emosional pada anak, dilihat dari meningkatnya interaksi positif, keberanian mengekspresikan perasaan, dan kemampuan menyelesaikan konflik sederhana. Temuan ini menegaskan bahwa supervisi yang tepat dalam kegiatan Bermain menjadi peranan penting dalam mendukung Perkembangan Sosial-emosional anak usia dini.</p>2026-01-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)http://journal.al-matani.com/index.php/jkip/article/view/1858Pengaruh Media Mushroom Counting Board terhadap Kemampuan Berhitung Anak Autis Kelas IV di SLB Bangun Putra Kasihan2025-12-26T15:53:37+07:00Alodia Angestialodiaangesti9105@gmail.comLuqman Hidayatluqman@upy.ac.id<p>Peserta didik autis di SLB Bangun Putra Kasihan mengalami kesulitan dalam kemampuan berhitung, khususnya pada operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan 1–10. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media Mushroom Counting Board terhadap kemampuan berhitung anak autis kelas IV. Penelitian dilaksanakan di SLB Bangun Putra Kasihan pada bulan November 2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen melalui desain Single Subject Research (SSR). Subjek penelitian terdiri atas dua peserta didik autis kelas IV. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan pengukuran frekuensi jumlah jawaban benar. Desain penelitian yang digunakan adalah desain A–B, yang meliputi fase baseline (A) dan fase intervensi (B). Analisis data dilakukan menggunakan analisis visual dalam kondisi dan analisis antar kondisi berdasarkan perubahan frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada fase baseline (A), subjek ZA memperoleh skor 8 pada pertemuan pertama, 7 pada pertemuan kedua, dan 9 pada pertemuan ketiga, sedangkan subjek AM memperoleh skor 5, 7, dan 6. Pada fase intervensi (B), skor subjek ZA meningkat menjadi 12, 13, 15, dan 17, sedangkan skor subjek AM meningkat menjadi 10, 12, 13, dan 15. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media Mushroom Counting Board berpengaruh positif terhadap peningkatan kemampuan berhitung anak autis.</p>2026-01-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)http://journal.al-matani.com/index.php/jkip/article/view/1867Rancang Busana Couture Eksperimental Menggunakan Resin dan Batik sebagai Representasi Inovasi Fashion Berbasis Budaya Lokal: Studi Koleksi Harvest Bloom2025-12-26T15:48:48+07:00Khadijah Rania MulachelaKhadijahraniam@students.unnes.ac.idAdhi Kusumastutiadhi_kusumastuti@mail.unnes.ac.id<p>Karya adibusana eksperimental berjudul <em>Harvest Bloom </em>merupakan bagian dari eksplorasi desain berbasis budaya lokal yang terinspirasi dari sosok Dewi Sri, dewi kesuburan dalam tradisi masyarakat agraris Jawa. Perancangan karya ini menggunakan pendekatan adibusana eksperimental, dengan menekankan perpaduan antara kekayaan filosofi budaya dan eksplorasi material nonkonvensional. Wastra yang digunakan adalah batik Tribusono, yang dikenal dengan motif dan detailnya yang khas, sebagai representasi nilai-nilai tradisional. Batik tersebut dipadukan dengan material resin yang diolah menggunakan teknik celup, menghasilkan efek visual yang unik, transparan, dan artistik. Siluet busana dirancang asimetris dengan struktur spiral yang melambangkan simbol padi, siklus kehidupan, serta kemakmuran, sesuai dengan karakter Dewi Sri. Elemen dekoratif seperti manik-manik ulir turut diaplikasikan untuk memperkuat narasi visual mengenai kesuburan dan hasil bumi. Teknik konstruksi busana meliputi penggunaan pola datar, draping sederhana, serta penyambungan resin dan tekstil dengan metode eksperimental. Karya ini diharapkan tidak hanya menampilkan estetika tinggi dalam ranah fesyen, tetapi juga menyampaikan nilai budaya lokal melalui pendekatan visual yang modern dan inovatif.</p>2026-01-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)http://journal.al-matani.com/index.php/jkip/article/view/1928Penggunaan ChatGPT untuk Meningkatkan Literasi Digital Siswa dalam Menulis Teks Argumentasi di SMA Negeri 1 Kartasura2026-01-05T18:31:43+07:00Akbar Duta Pamungkasakbardutaaa@gmail.comMarkhamah Markhamahmar274@ums.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan ChatGPT berbasis kecerdasan buatan (AI) terhadap peningkatan literasi digital dan kemampuan menulis teks argumentasi siswa SMA Negeri 1 Kartasuro. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus yang melibatkan 36 siswa kelas XI.A. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, kuesioner, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan dukungan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ChatGPT memberikan pengaruh positif terhadap hasil belajar siswa, khususnya pada aspek literasi digital (rata-rata = 4,3; kategori sangat baik) dan kemampuan menulis teks argumentasi (rata-rata = 4,1; kategori baik). Siswa menyatakan bahwa ChatGPT membantu mereka dalam menemukan ide, menyusun argumen, dan memperbaiki bahasa, sehingga meningkatkan kepercayaan diri dan motivasi menulis. Selain itu, ChatGPT berperan dalam menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, kesadaran etika digital, serta kemampuan mengevaluasi informasi daring secara bertanggung jawab. Namun, bimbingan guru tetap dibutuhkan agar siswa dapat menggunakan hasil keluaran AI secara kontekstual dan etis. Secara keseluruhan, ChatGPT terbukti menjadi media pembelajaran adaptif yang mampu meningkatkan keterampilan menulis, literasi digital, serta membentuk karakter pembelajar kritis dan kreatif di era digital.</p>2026-01-07T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)http://journal.al-matani.com/index.php/jkip/article/view/1869Busana Aurum Florae dalam Perpaduan Flora, Batik, dan Resin dengan Tema Divine Opulence2025-12-26T15:47:23+07:00Intihaul Amanahamanahintihaul@students.unnes.ac.idAdhi Kusumastutiadhi_kusumastuti@mail.unnes.ac.id<p>Busana tidak hanya berfungsi sebagai pelindung tubuh, tetapi juga sebagai medium ekspresi identitas, nilai budaya, serta spiritualitas. Karya busana <em>Aurum Florae</em> dirancang sebagai representasi visual dari tema <em>Divine Opulence</em>, yakni kemegahan ilahiah yang tidak semata dilihat dari aspek material, tetapi dari kedalaman batin dan kekuatan spiritual perempuan. Perancangan ini memadukan unsur <em>flora</em> sebagai simbol pertumbuhan jiwa dan keindahan alam, batik sebagai warisan budaya Indonesia yang sarat makna filosofis, serta resin sebagai material kontemporer yang memberi sentuhan artistik dan inovatif. Tujuan utama karya ini adalah menciptakan sebuah busana yang mampu menyampaikan narasi tentang kekuatan batin dan keanggunan spiritual melalui visual, tekstur, serta simbol yang terkandung di dalam desainnya. Pendekatan perancangan dilakukan secara eksploratif dan simbolik menggunakan model SP Gustami, yang mencakup eksplorasi konsep, perwujudan material, hingga evaluasi estetika dan fungsional. Proses produksi dilakukan secara manual dengan kombinasi teknik jahit konstruksi, aplikasi batik, bordir dekoratif, serta pembentukan ornamen bunga <em>3D</em> dari kain dan resin. Hasilnya berupa gaun siluet mermaid berwarna emas, rose gold, dan olive keemasan, dengan detail bunga besar di bagian dada yang dirancang sebagai pusat visual dan simbol kekuatan batin yang mekar dari dalam diri perempuan. Melalui perpaduan antara material tradisional dan modern, <em>Aurum Florae</em> tidak hanya menciptakan karya <em>fashion </em>yang unik dan bernilai tinggi secara estetika, tetapi juga berfungsi sebagai alat komunikasi budaya dan spiritualitas dalam konteks mode kontemporer.</p>2026-01-07T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)http://journal.al-matani.com/index.php/jkip/article/view/1870Penerapan Teknik Resin pada Kain Sebagai Elemen Estetika Bustier yang Dipadukan dengan Gaun Batik Wastra Bernuansa Etnik Modern2025-12-26T15:46:39+07:00Silvia Ratna Sarisilviaratna@students.unnes.ac.idAdhi Kusumastutiadhi_kusumastuti@mail.unnes.ac.id<p><em>Haute couture</em> adalah jenis busana khusus yang mewakili keterampilan teknis, filosofi estetika, dan nilai simbolis dalam dunia mode kelas atas. Bustier, yang merupakan bagian penting dari konstruksinya, mencerminkan pemahaman mendalam tentang anatomi perempuan dan merupakan simbol kekuatan dan estetika tubuh perempuan. Dengan penggunaan material baru seperti resin dan teknik patchwork satin, struktur bustier menjadi lebih kuat dan memiliki tampilan kontemporer yang tetap fungsional. Dikombinasikan dengan batik wastra, terutama batik tulis dan cap, dihasilkan cerita visual yang menggabungkan tradisi dan upaya seni. Sementara batik cap menawarkan efisiensi dan keberlanjutan produksi, batik tulis menawarkan nilai filosofis dan fleksibilitas untuk desain. Sinergi antara batik wastra dan bustier resin dalam gaun <em>haute couture</em> menghasilkan busana kontemporer yang memiliki nilai seni tinggi dan membawa identitas budaya dan peluang bisnis di tengah arus globalisasi mode.</p>2026-01-07T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)http://journal.al-matani.com/index.php/jkip/article/view/1868Perancangan Gaun Fashion Show Swarna Prabha Berbahan Wastra Batik Kontemporer Sebagai Upaya Pelestarian Kearifan Lokal2025-12-26T15:47:59+07:00Kharisma Putri Lestarikharismaputrilestari8@students.unnes.ac.idAdhi Kusumastutiadhi_kusumastuti@mail.unnes.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah gaun <em>fashion show </em>dengan judul <strong>Swarna Prabha</strong> dengan menggunakan wastra batik kontemporer sebagai upaya pelestarian kearifan lokal melalui media busana. Perancangan ini dilatarbelakangi oleh semakin luasnya ruang eksplorasi busana panggung dalam dunia mode, serta pentingnya penguatan nilai budaya lokal yang dikemas secara modern dan fungsional. Metode yang digunakan adalah pendekatan desain kualitatif melalui tahapan observasi, perumusan konsep, pengembangan desain, pemilihan material, hingga realisasi busana dalam bentuk tiga dimensi. Hasil perancangan menghasilkan satu set gaun panggung dengan siluet mermaid yang menonjolkan warna emas serta motif batik Tribusono pada bagian tubuh utama. Warna emas dipilih sebagai warna utama yang menggambarkan kemewahan dan keanggunan, sesuai dengan tema <strong>Swarna Prabha </strong>yang berarti “cahaya keemasan”. Uji kelayakan dilakukan melalui evaluasi estetika visual, kualitas konstruksi, kenyamanan pemakaian, serta kesesuaian konsep terhadap nilai budaya yang diusung. Karya ini menunjukkan bahwa batik kontemporer dapat bersaing dalam industri <em>fashion</em> sekaligus menjadi media pelestarian budaya yang efektif melalui desain kreatif dan aplikatif.</p>2026-01-07T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)http://journal.al-matani.com/index.php/jkip/article/view/1872Efektivitas Metode Pembelajaran Immersion berbantuan VR (Virtual Reality) dalam Pembelajaran Bahasa Arab dalam Meningkatkan Penguasaan Maharah Qiro’ah dan Kitabah Siswa Madrasah Aliyah2025-12-26T15:45:56+07:00Fadlilatul Maulidiyahfadlilatulmaulidiyah@gmail.comInayatul Mufidahinayatulmufidah@gmail.comMahmudah Mahmudahmudah123saja@gmail.com<p>Metode pembelajaran immersion merupakan pendekatan yang berfokus pada penciptaan lingkungan belajar yang sepenuhnya menggunakan bahasa yang sedang dipelajari. Dalam konteks pembelajaran bahasa Arab, metode ini dapat melibatkan penggunaan teknologi untuk menciptakan simulasi atau pengalaman yang mengharuskan siswa berkomunikasi dan berinteraksi menggunakan bahasa Arab dalam berbagai situasi. Integrasi VR dalam metode immersion memberikan dimensi tambahan, di mana siswa tidak hanya belajar secara teoritis, tetapi juga dapat mengalami dan berlatih bahasa Arab dalam situasi yang lebih nyata dan praktisPenelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi efektivitas metode pembelajaran immersion yang didukung oleh teknologi Virtual Reality (VR) dalam meningkatkan penguasaan mahara qiro’ah dan kitabah siswa Madrasah Aliyah. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan desain pretest-posttest control group. Subjek penelitian terdiri dari dua kelompok siswa, yaitu kelompok eksperimen yang menggunakan pembelajaran berbantuan VR dan kelompok kontrol yang menggunakan metode konvensional. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan dalam penguasaan mahara qiro’ah dan kitabah siswa pada kelompok eksperimen dibandingkan dengan kelompok kontrol. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan VR dalam pembelajaran bahasa Arab dapat menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan menarik, sehingga memfasilitasi peningkatan kompetensi siswa. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan metode pembelajaran bahasa yang inovatif dan efektif melalui pemanfaatan teknologi modern.</p>2026-01-07T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)http://journal.al-matani.com/index.php/jkip/article/view/1875Efektivitas Metode Talaqqi pada Program Tahfidz untuk Meningkatkan Capaian Hafalan Al-Qur’an Siswa di SD Muhammadiyah Argosari2025-12-26T15:44:27+07:00Haristuti Hanung Arifannyharistutih@gmail.comDhiniaty Gularsodhiniaty@upy.ac.id<p>Program Tahfidz Al-Qur’an di SD Muhammadiyah Argosari merupakan bagian dari penguatan karakter religius dalam Kurikulum Merdeka, namun capaian hafalan siswa masih belum merata. Penelitian ini mendeskripsikan efektivitas metode talaqqi proses guru membacakan ayat dan siswa menirukan dalam meningkatkan kualitas hafalan siswa. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen hafalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa talaqqi efektif memperbaiki kelancaran, makhraj, tajwid, serta konsistensi muroja’ah siswa. Siswa juga tampak lebih percaya diri dan menunjukkan peningkatan stabil berkat koreksi langsung dan pendampingan intensif. Faktor pendukungnya meliputi kedekatan guru–siswa, rutinitas tahfidz, dan budaya religius sekolah, sedangkan hambatan utama berkaitan dengan keterbatasan waktu, variasi kemampuan membaca, dan kurangnya pendampingan di rumah. Penelitian ini menegaskan bahwa metode talaqqi relevan dan efektif diterapkan dalam program tahfidz di sekolah dasar.</p>2026-01-07T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)http://journal.al-matani.com/index.php/jkip/article/view/1880Kompetensi Pedagogik Guru: Kajian Ayat dan Manajemen Pengembangannya2025-12-26T15:41:17+07:00Rhani Fuji Lestarirhaniadithira@gmail.comCecep Anwarcecepanwar@uinsgd.ac.idShinta Meirnawati Pratiwi Putrishintameirnawatipratiwiputri@gmail.comYuli Maulanayulimaulana0201@gmail.com<p>Kompetensi pedagogik guru berperan penting dalam menjamin keberhasilan pembelajaran karena mencakup pemahaman karakteristik peserta didik, perancangan pembelajaran kontekstual, penerapan strategi yang efektif, serta pelaksanaan evaluasi yang adil. Namun, pengembangannya masih menghadapi berbagai hambatan seperti ketidakmerataan akses pelatihan, keterbatasan sumber daya, dan dukungan manajerial yang tidak konsisten. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kompetensi pedagogik guru dalam perspektif nilai-nilai Al-Qur’an serta merumuskan strategi manajemen untuk pengembangannya. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan melibatkan guru, kepala sekolah, dan pengawas yang dipilih secara purposif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip-prinsip Qur’ani seperti kebijaksanaan dalam mengajar serta eksplorasi potensi manusia memberikan landasan kuat bagi pengembangan kompetensi guru. Integrasi nilai-nilai tersebut dalam manajemen pendidikan memperkuat pertumbuhan profesional, memperdalam dimensi spiritual, dan intelektual. Penelitian ini berkontribusi pada literatur dengan menawarkan kerangka berbasis Al-Qur’an untuk kompetensi guru serta memberikan rekomendasi praktis bagi pembuat kebijakan dan sekolah dalam merancang program pengembangan guru yang holistik dan berkelanjutan.</p>2026-01-07T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)http://journal.al-matani.com/index.php/jkip/article/view/1884Membumikan Nilai-Nilai PAI: Strategi Pembelajaran Kontekstual di Komunitas Multikultural Pedesaan2025-12-26T15:40:25+07:00Ela Nurlelanenk.ela13@gmail.comIrawan Irawanirawan@uinsgd.ac.id<p>Penelitian ini mengkaji penerapan strategi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis kontekstual di sekolah dasar pedesaan yang memiliki karakter multikultural. Studi dilaksanakan di SD Negeri 4 Giriawas, Garut, dengan pendekatan kualitatif studi kasus melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan budaya lokal, seperti gotong royong, musyawarah, dan aktivitas pasar desa. Pendekatan ini terbukti meningkatkan keterlibatan siswa serta mempermudah pemahaman mereka terhadap konsep kejujuran, kerja sama, dan tanggung jawab sosial karena dikaitkan dengan pengalaman nyata sehari-hari. Namun, pelaksanaan strategi ini masih menghadapi berbagai kendala, di antaranya keterbatasan bahan ajar berbasis budaya lokal, minimnya pelatihan guru mengenai pembelajaran multikultural, serta perbedaan kondisi sosial ekonomi siswa yang mempengaruhi proses internalisasi nilai agama. Temuan tersebut menunjukkan perlunya dukungan kebijakan pendidikan dan peningkatan kapasitas guru agar pembelajaran kontekstual berbasis kearifan lokal dapat diterapkan secara optimal dan berkelanjutan. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa integrasi nilai Islam dengan budaya masyarakat pedesaan dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran sekaligus menumbuhkan sikap toleran dan adaptif di lingkungan multikultural.</p>2026-01-07T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)http://journal.al-matani.com/index.php/jkip/article/view/1908Analisis Literatur Peran Asesmen Otentik dalam Mendorong Sikap Inklusif dan Toleran pada Pembelajaran PAI2025-12-29T18:03:23+07:00Inas Dhia Fauziahinasdhia02@gmail.comIrawan Irawanirawan@uinsgd.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prinsip, bentuk, dan kontribusi asesmen otentik dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) yang berorientasi pada peserta didik serta mendukung penguatan nilai inklusif dan toleran. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis literatur dengan menelaah artikel ilmiah, laporan penelitian, dan sumber akademik lain yang relevan. Data dianalisis melalui teknik analisis isi secara tematik untuk mengidentifikasi pola, kecenderungan, dan temuan penting terkait penerapan asesmen otentik dalam PAI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asesmen otentik mampu menggambarkan perkembangan peserta didik secara komprehensif melalui tugas-tugas bermakna yang menilai pengetahuan, keterampilan, dan sikap secara terpadu. Pendekatan ini selaras dengan pembelajaran berpusat pada peserta didik, karena memberi ruang bagi partisipasi aktif, ekspresi pemahaman yang beragam, serta penghargaan terhadap perbedaan. Selain sebagai alat evaluasi, asesmen otentik terbukti berfungsi sebagai sarana pembinaan nilai inklusif dan toleran melalui pengalaman belajar yang reflektif dan kolaboratif. Penelitian ini menegaskan perlunya penguatan kapasitas guru serta pengembangan instrumen penilaian yang adaptif agar asesmen otentik dapat diterapkan secara optimal dalam pembelajaran PAI.</p>2026-01-07T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)http://journal.al-matani.com/index.php/jkip/article/view/1874Implementasi Pendidikan Inklusi melalui Pembelajaran Berdiferensiasi pada Kurikulum Merdeka di Madrasah Ibtidaiyah2025-12-26T15:45:19+07:00Umniyah Labibatul Asnalabibasna@gmail.comNasywa Qorriayna La’alynasywaqorri@gmail.comPutri Aualia Revianaputriaualia4@gmail.comHalimatu Lutfiyahhalimatulutfiyah23@gmail.comDewi Niswatul Fitriyahdewiniswatul@unugiri.ac.id<p>Implementasi pendidikan inklusi melalui pembelajaran berdiferensiasi dalam Kurikulum Merdeka pada jenjang Madrasah Ibtidaiyah masih menghadapi berbagai permasalahan, terutama terkait kesiapan sumber daya manusia, sistem pendukung, serta pemahaman pendidik terhadap karakteristik peserta didik berkebutuhan khusus, sehingga pelaksanaannya belum berjalan optimal sesuai standar yang berlaku. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pendidikan inklusi melalui pembelajaran berdiferensiasi, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat, serta merumuskan solusi atas hambatan yang dihadapi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta analisis data model Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pendidikan inklusi melalui pembelajaran berdiferensiasi pada Kurikulum Merdeka di Madrasah Ibtidaiyah belum sepenuhnya sesuai dengan pedoman Standar Nasional Pendidikan, meskipun penerapannya memberikan dampak positif terhadap partisipasi dan capaian belajar peserta didik berkebutuhan khusus. Faktor pendukung utama adalah komitmen sumber daya manusia, sedangkan faktor penghambat meliputi kurangnya keterbukaan orang tua, lemahnya administrasi pendidikan, keterbatasan guru pembimbing khusus, minimnya sarana dan prasarana, serta rendahnya pemahaman pendidik terhadap pendidikan inklusi, sehingga solusi yang dilakukan mencakup sosialisasi kepada orang tua, pelatihan administrasi dan kompetensi guru, perekrutan guru pembimbing khusus, serta penentuan skala prioritas pemenuhan sarana dan prasarana.</p>2026-01-07T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)http://journal.al-matani.com/index.php/jkip/article/view/1924Implikasi Project-Based Learning Berbantuan 3D Water Cycle terhadap Geographic Skills Siswa dalam Pembelajaran Geografi2026-01-05T18:30:58+07:00Ayu Marshanda Hafsariayu.marshanda@undiksha.ac.idIda Bagus Made Astawamd.astawa@undiksha.ac.idPutu Indra Christiawanindra.christiawan@undiksha.ac.id<p>Pada satu sisi <em>Geographic Skills</em> siswa rendah, sementara pada sisi lain <em>Geographic Skills</em> memiliki peran penting dalam mengembangkan kemampuan berpikir spatial siswa sebagai penciri pembelajaran geografi. Berkenaan dengan itu, dilakukan penelitian dengan tujuan untuk menganalisis pengaruh Model <em>Project-Based Learning</em> berbantuan Media 3D terhadap <em>Geographic Skills</em> Siswa dalam pembelajaran geografi. Penelitian dirancang menggunakan Eksperimen Semu dengan <em>pre-test and post-test non-equivalent control group design</em>. Sampel ditentukan melalui <em>multi-stage random sampling</em>, dengan Kelas X-3 SMA Negeri 1 Gerokgak sebagai kelompok eksperimen dan Kelas X-1 sebagai kelompok kontrol. Data dikumpulkan melalui observasi dan tes, kemudian dianalisis secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji <em>t-test</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PjBL berbantuan media 3D berada pada kriteria sangat baik (95,56), serta terdapat perbedaan Geographic Skills yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol (75,63 > 62,34), dengan peningkatan masing-masing sebesar 81,28% dan 47,24%. Uji statistik membuktikan bahwa model PjBL berbantuan media 3D berpengaruh signifikan terhadap peningkatan <em>Geographic Skills</em> siswa (0,000 < 0,05). Dengan demikian, penerapan PjBL berbantuan media 3D <em>Water Cycle</em> berdampak positif terhadap <em>Geographic Skills</em> siswa di SMA/MA Negeri Kecamatan Gerokgak.</p>2026-01-07T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)http://journal.al-matani.com/index.php/jkip/article/view/1930Building a Religious and Innovative Organizational Culture: Transformative Leadership Practices of Madrasah Principals2026-01-05T18:32:20+07:00Eci Sriwahyuniecisriwahyuni@uinib.ac.idSyufyarma Syufyarmasyufyarmamarsidin@fip.unp.ac.idNellitawati Nellitawatinellitawati@fip.ac.id<p><em>Organizational culture plays a strategic role in supporting quality improvement and the sustainability of educational institutions, including madrasahs. The leadership of the madrasah principal is a key factor in shaping and directing organizational culture to align with religious values and the demands of educational innovation. This study aims to describe the transformational leadership practices of the madrasah principal in developing a religious and innovative organizational culture at MTsN 17 Tanah Datar. This research employed a qualitative approach with a case study design. The madrasah principal was selected as the key informant, while teachers and educational staff served as supporting informants selected through snowball sampling. Data were collected through observation, in-depth interviews, and document analysis. Data analysis was conducted using the interactive model of Miles and Huberman, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. Data validity was ensured through triangulation and member checking. The findings indicate that the transformational leadership of the madrasah principal plays a significant role in transforming organizational culture from conventional work patterns into a religious, collaborative, innovative, performance-based, and externally oriented culture. This cultural transformation was realized through exemplary leadership and the strengthening of discipline, the habituation of religious activities as an organizational identity, the development of a participatory work culture, encouragement of innovation and continuous learning, the implementation of an appreciation-based culture, and the strengthening of communication and external relations of the madrasah. These changes in organizational culture have led to increased motivation and professionalism among madrasah members, improved institutional management quality, and a positive public image and community trust in the madrasah.</em></p>2026-01-07T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)http://journal.al-matani.com/index.php/jkip/article/view/1902Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif MARUNTING (Materi Struktur Tumbuhan Dan Fungsinya) Berbantuan Smart Apps Creator Pada Kelas IV SD Negeri 2 Mendawai2025-12-27T21:19:20+07:00Ida Fauziyyahidafauziyyah13@gmail.comTazkiyatunnafs Elhawwaidafauziyyah13@gmail.comMutiarani Pioneraidafauziyyah13@gmail.com<p>Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (<em>Research and Development/R&D</em>) yang bertujuan untuk mendeskripsikan proses pengembangan serta menguji kelayakan media pembelajaran interaktif MARUNTING (Materi Struktur Tumbuhan dan Fungsinya) berbantuan <em>Smart Apps Creator</em> pada siswa kelas IV SD Negeri 2 Mendawai. Model pengembangan yang digunakan adalah ADDIE, yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Tahap analisis mencakup analisis kebutuhan, karakteristik peserta didik, dan media pembelajaran, yang menunjukkan perlunya media pembelajaran berbasis visual dan interaktif untuk meningkatkan motivasi serta pemahaman siswa. Tahap desain dilakukan melalui penyusunan <em>flowchart</em> dan <em>storyboard</em>, kemudian dilanjutkan dengan pengembangan produk dan validasi oleh ahli media, ahli materi, dan ahli bahasa sebagai dasar perbaikan produk. Tahap implementasi dilakukan melalui uji coba terbatas dan uji coba luas kepada siswa kelas IV, sedangkan tahap evaluasi bertujuan untuk menilai hasil uji coba serta respon peserta didik terhadap media yang dikembangkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran interaktif MARUNTING layak digunakan sebagai media pembelajaran dan mampu mendukung proses pembelajaran IPA secara lebih menarik, efektif, dan interaktif.</p>2026-01-12T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)http://journal.al-matani.com/index.php/jkip/article/view/1894Implementasi Pendekatan Humanistik Dalam Meningkatkan Kemandirian Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam DI SMPN 1 Baula2025-12-26T15:32:50+07:00Rusni Rusnirusnibasri@gmail.comNurhayati NurhayatiNurhayati@usimar.ac.idHaeruddin Haeruddinusthaeruddin@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pendekatan humanistik dalam meningkatkan kemandirian belajar peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMPN 1 Baula. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif terhadap wakil kepala sekolah, guru PAI, dan lima peserta didik kelas VII selama periode November–Desember 2025. Analisis data dilakukan dengan triangulasi sumber untuk memastikan keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan humanistik diterapkan melalui penciptaan suasana kelas yang demokratis, penerimaan tanpa syarat, sikap empatik guru, dan pemberian kebebasan belajar, yang berdampak positif terhadap kemandirian belajar peserta didik, ditandai dengan meningkatnya inisiatif belajar, tanggung jawab, kepercayaan diri, dan kemampuan pengambilan keputusan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan humanistik efektif dalam meningkatkan kemandirian belajar peserta didik pada pembelajaran PAI, meskipun masih dihadapkan pada kendala berupa keterbatasan waktu, sumber daya, serta budaya belajar yang masih cenderung berpusat pada guru, sehingga diperlukan dukungan kebijakan sekolah, pelatihan guru yang berkelanjutan, dan keterlibatan orang tua.</p>2026-01-12T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)http://journal.al-matani.com/index.php/jkip/article/view/1899Strategi Dakwah Pondok Pesantren Ulumul Qur’an Al-Qindiliyah Dengan Mujahadah Dalam Pembentukan Karakter Disiplin Beribadah Santri2025-12-26T15:29:02+07:00Hulatun Nuroniyahhulatunnuroniyah@gmail.comSiti Robiah Adawiyahisitirobiah@unsiq.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi dakwah Pondok Pesantren Ulumul Qur’an Al-Qindiliyah melalui mujahadah dalam membentuk karakter disiplin beribadah santri. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya peran pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam yang tidak hanya mentransmisikan ilmu keagamaan, tetapi juga membina karakter dan spiritualitas santri di tengah tantangan degradasi moral pada era modern. Mujahadah dipandang sebagai salah satu metode dakwah yang memiliki nilai strategis dalam membentuk kesadaran batin, kedisiplinan, dan keteguhan spiritual santri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain fenomenologi. Data diperoleh melalui teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian meliputi pengurus pondok pesantren, ustadzah, dan santri Pondok Pesantren Ulumul Qur’an Al-Qindiliyah. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi dakwah melalui mujahadah diterapkan secara terencana, edukatif, dan berkesinambungan melalui pemberian pemahaman tentang makna mujahadah, pembiasaan ibadah rutin, pendampingan, peneguran yang bersifat mendidik, serta keteladanan dari para pembina pesantren. Proses pembentukan karakter disiplin beribadah berlangsung secara bertahap melalui pembiasaan, keteladanan, dan pengalaman spiritual yang dialami santri. Mujahadah tidak hanya membentuk kedisiplinan ibadah secara lahiriah, tetapi juga menumbuhkan ketenangan jiwa, kesadaran religius, serta tanggung jawab santri dalam menjalankan ibadah secara konsisten.</p>2026-01-12T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)http://journal.al-matani.com/index.php/jkip/article/view/1914Analisis Implementasi Kurikulum Terintegrasi Pada Sekolah Menengah Kejuruan Berbasis Pesantren Di Riau2026-01-05T18:28:15+07:00Ahmad Faqihuddinfaqihuddin31@gmail.comSri Murhayatisri.murhayati@uin-suska.ac.idYuliharti Yulihartiyuliharti@uin-suska.ac.idM. Dliyaul Abrarabrarchanna30@gmail.com<p>Penelitian ini mengkaji implementasi kurikulum terintegrasi pada Sekolah Menengah Kejuruan berbasis pesantren di Provinsi Riau, yang mengombinasikan kurikulum nasional kejuruan dengan kurikulum kepesantrenan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan integrasi kurikulum didukung oleh kepemimpinan sekolah yang visioner, kultur religius pesantren, serta kolaborasi efektif antarguru. Adapun kendala utama yang dihadapi meliputi keterbatasan tenaga pendidik berkompetensi ganda, tantangan sinkronisasi jadwal pembelajaran, dan keterbatasan sarana prasarana. Dampak implementasi kurikulum terintegrasi tercermin pada peningkatan kompetensi vokasional siswa dengan kenaikan rata-rata sebesar 12 persen, penguatan karakter religius, serta peningkatan kesiapan kerja di dunia industri. Temuan ini menegaskan urgensi pengembangan model kurikulum terintegrasi dalam pendidikan vokasional Islam sebagai upaya melahirkan lulusan yang unggul secara teknis sekaligus berkarakter Islami.</p>2026-01-12T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)http://journal.al-matani.com/index.php/jkip/article/view/1910Pendidikan Karakter dan Moral dalam Kajian Hadis Tematik2026-01-05T18:27:46+07:00Ahmad Faqihuddinfaqihuddin31@gmail.comIlyas Ilyasilyashusti.pps@gmail.comAlfiah Alfiahalfiah@uin-suska.ac.idM. Dliyaul Abrarabrarchanna30@gmail.com<p>Pendidikan karakter dan moral merupakan tujuan fundamental ajaran Islam dan inti dari risalah kenabian. Dalam perspektif hadis, pembentukan karakter tidak hanya diarahkan pada pemahaman norma moral, tetapi pada internalisasi nilai akhlak yang terwujud dalam perilaku nyata. Penelitian ini bertujuan menganalisis pendidikan karakter dan moral dalam perspektif hadis tematik dengan menelaah nilai-nilai profetik yang relevan bagi penguatan pendidikan Islam kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode kajian hadis tematik (mawḍū‘ī) terhadap hadis-hadis yang berkaitan dengan kejujuran, kesabaran, empati, dan tanggung jawab, dengan merujuk pada sumber primer yang otoritatif seperti <em>Ṣaḥīḥ al-Bukhārī</em> dan <em>Ṣaḥīḥ Muslim</em>. Analisis dilakukan melalui penelusuran makna kunci, konteks penyampaian hadis, serta penjelasan ulama syarah. Hasil kajian menunjukkan bahwa hadis memandang karakter sebagai manifestasi nilai moral yang terinternalisasi secara berkelanjutan melalui keteladanan dan pembiasaan. Pendidikan karakter berbasis hadis memiliki relevansi strategis dalam penguatan moral peserta didik serta pembentukan karakter bangsa yang religius, toleran, dan berkeadaban dalam konteks masyarakat Indonesia yang majemuk.</p>2026-01-12T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)http://journal.al-matani.com/index.php/jkip/article/view/1912 Quality Of Party Dresses With Embellishment Techniques Inspired By Cheongsam Tail 2026-01-05T18:27:58+07:00Arda Aprilia Anisaardaaprilia09@students.unnes.ac.idIrmayanti Irmayantiirmayanti@mail.unnes.ac.id<p><em>This study aims to realize a party dress inspired by the silhouette of a Cheongsam tail through the application of embellishment techniques. The creative process was carried out through the stages of exploration, design, realization, and evaluation using a practice-led research approach. The research subjects consisted of 13 panelists, divided into 3 expert panelists and 10 trained panelists. The research object was a party dress product designed by the researcher. Data analysis was conducted using descriptive quantitative methods by calculating the percentage of product quality levels based on six assessment indicators, namely design, sizing, aesthetics, sewing techniques, garment performance, and uniqueness. The results indicate that the party dress applying embellishment techniques inspired by the Cheongsam tail silhouette achieved a mean score of 95%, categorized as very feasible. The product quality test results show that the party dress has an attractive design, appropriate sizing, a high level of aesthetics, good garment performance, neat sewing techniques, and a distinctive level of uniqueness, particularly in terms of the ornamental application of embellishment techniques. Thus, the design of this party dress produces innovative, distinctive, and character-driven works that are relevant to the development of the contemporary fashion industry.</em></p>2026-01-12T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)http://journal.al-matani.com/index.php/jkip/article/view/1929Epistemologi Pendidikan dalam Al-Qur’an2026-01-05T18:32:01+07:00Ahmad Faqihuddinfaqihuddin31@gmail.comKadar M. Yusuffaqihuddin31@gmail.comM. Dliyaul Abrarabrarchanna30@gmail.com<p>Epistemologi pendidikan dalam Al-Qur’an membahas cara pengetahuan diperoleh, dipahami, dan diarahkan dalam proses pendidikan. Al-Qur’an memperkenalkan struktur pengetahuan yang bersifat komprehensif melalui konsep <em>‘ilm</em> sebagai pengetahuan rasional, <em>ma‘rifat</em> sebagai pengenalan batin yang bersifat reflektif-spiritual, dan <em>ḥikmah</em> sebagai kemampuan menerapkan pengetahuan secara bijaksana. Dalam perspektif Qur’ani, sumber pengetahuan mencakup wahyu, akal, pancaindra, dan intuisi yang saling melengkapi dalam membangun pemahaman yang utuh. Kajian ini menyoroti kritik Al-Qur’an terhadap epistemologi modern yang cenderung memisahkan ilmu dari nilai moral dan spiritual. Sebagai alternatif, epistemologi Qur’ani menawarkan pendekatan integratif yang menempatkan pengetahuan dalam kerangka nilai dan tujuan kemanusiaan. Dengan demikian, epistemologi pendidikan dalam Al-Qur’an relevan sebagai landasan pengembangan paradigma pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu, tetapi juga pada pembentukan manusia yang berakhlak, bermakna, dan berkeadaban.</p>2026-01-13T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)http://journal.al-matani.com/index.php/jkip/article/view/1918 Analisis Perubahan Pola Perilaku Terhadap Penggunaan Media Sosial Di SMK Sasmita Jaya 01, Pamulang (Perspektif Pendidikan Akhlak Ibnu Miskawaih)2026-01-05T18:29:15+07:00Muhammad Khoirunnifalnival.kn@gmail.comArmai Ariefnival.kn@gmail.comYudhi Munadinival.kn@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam bagaimana penggunaan media sosial memengaruhi perubahan pola perilaku pada siswa di SMK Sasmita Jaya 01 Pamulang. Fokus utama penelitian ini adalah mengidentifikasi bentuk-bentuk perubahan perilaku, baik positif maupun negatif, yang terjadi akibat interaksi intensif siswa dengan berbagai platform media sosial. Hasil dari analisis ini diharapkan dapat memberikan pemahaman komprehensif mengenai dinamika perilaku siswa di era digital, yang sangat penting sebagai landasan bagi upaya pendidikan akhlak yang lebih relevan dan efektif di sekolah. Peneltian ini dilakukakan karena realitas media sosial telah menjadi bagian integral dari kehidupan remaja, menawarkan kemudahan akses informasi sekaligus tantangan dalam pembentukan karakter dan akhlak. Perubahan pola perilaku, mulai dari interaksi sosial, etika komunikasi, hingga fokus belajar, memerlukan perhatian serius dalam konteks Pendidikan Agama Islam. Dengan mengkaji perubahan perilaku melalui perspektif pendidikan akhlak, penelitian ini mengisi kekosongan literatur tentang bagaimana prinsip-prinsip moralitas Islam dapat diterapkan sebagai solusi atau filter terhadap dampak negatif media sosial, sekaligus mengoptimalkan potensi positifnya. Secara konseptual, penelitian ini mendasarkan diri pada Perspektif Pendidikan Akhlak Ibnu Miskawaih, dengan fokus pada bagaimana upaya <em>tahdzib al-akhlaq</em> dapat diaplikasikan untuk membentuk kesadaran etika dalam bermedia sosial. Penekanan diberikan pada peran akal dan kemauan dalam mengendalikan dampak negatif teknologi. Metode yang diterapkan adalah Kualitatif Deskriptif, yang berupaya mendeskripsikan secara utuh fenomena yang terjadi di SMK Sasmita Jaya 01 Pamulang. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik triangulasi, mencakup wawancara terstruktur, observasi di kelas dan luar kelas, serta pengkajian dokumen terkait kurikulum. Seluruh data dianalisis secara induktif untuk menemukan pola-pola perubahan perilaku dan menyusun rekomendasi yang berbasis pada teori Ibnu Miskawaih.</p>2026-01-13T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)http://journal.al-matani.com/index.php/jkip/article/view/1926Pelatihan Implementasi Artificial Intelligence Dalam Pembelajaran Di Sekolah Dasar Kumnamu2026-01-05T18:31:11+07:00Refika Yeisa Mukswadinirefikayeisamukswadini@gmail.comCh. Rinanda Yulitasari Veraningtyaschristinaririn91@gmail.com<p>Guru-guru di SD Kumnamu menghadapi kesenjangan kompetensi digital dalam implementasi <em>Artificial Intelligence (AI)</em>. Analisis kebutuhan awal melalui interview pada 17 guru mengidentifikasi hambatan utama berupa kebingungan teknis dan kekhawatiran pedagogis. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi kognitif dan mengatasi hambatan tersebut melalui pelatihan (lokakarya) praktis. Metode pelaksanaan meliputi analisis kebutuhan, perancangan modul, pelatihan berbasis lokakarya praktik langsung (hands-on), serta evaluasi menggunakan pre-test, post-test, observasi, dan wawancara. Kegiatan diikuti oleh 17 guru SD. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan, ditandai dengan kenaikan rata-rata skor dari 18,18 menjadi 19,24 (skala 0–20), seluruh peserta mampu menghasilkan minimal satu produk pembelajaran berbasis AI, serta perubahan sikap dari ragu dan cemas menjadi percaya diri. Pelatihan ini tidak hanya berhasil mentransfer pengetahuan (kognitif) tetapi juga sukses meruntuhkan hambatan psikologis (afektif), mengubah persepsi guru dari "AI itu rumit" menjadi "AI itu praktis". Simpulan dari kegiatan ini adalah pelatihan lokakarya yang bersifat hands-on sangat efektif dalam mempersempit kesenjangan digital dan membangun kepercayaan diri guru untuk adopsi teknologi di pendidikan dasar.</p>2026-01-13T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)http://journal.al-matani.com/index.php/jkip/article/view/1927Pemanfaatan Teknologi Interactive Flat Panel (IFP) Sebagai Sarana Pembelajaran Aktif Pada Pembelajaran IPAS Kelas IV Di SDN Menteng Atas 01 Jakarta Selatan2026-01-05T18:31:25+07:00Dwi Arti Suryandarisuryandarydwayarty@gmail.comSiti Asiyatul Wakidahasiyatul136@gmail.comSudi Sudiskumnamu@gmail.com<p>Pemanfaatan perangkat teknologi di ruang kelas menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dasar. Atas dasar tersebut, penelitian ini dilaksanakan di kelas IV SDN Menteng Atas 01 Jakarta Selatan dengan tujuan menggambarkan penggunaan Interactive Flat Panel (IFP) dalam mendukung pembelajaran aktif pada mata pelajaran IPAS. Penelitian ini menerapkan pendekatan deskriptif kualitatif dengan melibatkan satu guru IPAS dan 30 peserta didik sebagai subjek penelitian. Teknik pengumpulan data meliputi observasi kegiatan pembelajaran, wawancara, serta dokumentasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kehadiran IFP mampu menciptakan proses belajar yang lebih hidup dan menarik, sehingga siswa terdorong untuk lebih aktif bertanya, berdiskusi, dan terlibat dalam aktivitas kelas. Dalam pelaksanaannya, guru memanfaatkan berbagai fitur IFP seperti penyajian materi berbasis multimedia, penulisan digital, serta kuis interaktif untuk meningkatkan partisipasi siswa. Namun demikian, pelaksanaan pembelajaran masih menghadapi hambatan berupa keterbatasan waktu dan belum optimalnya penguasaan guru terhadap fitur-fitur lanjutan IFP. Secara keseluruhan, penggunaan Interactive Flat Panel memberikan dampak positif sebagai media pendukung pembelajaran aktif dan inovatif yang selaras dengan arah Kurikulum Merdeka pada jenjang sekolah dasar.</p>2026-01-13T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)http://journal.al-matani.com/index.php/jkip/article/view/1965Gambaran Kepuasan Pernikahan Pada Wanita Yang Menikah Diusia Remaja Akhir Ditinjau Dari Teori Big Five Personality Traits2026-01-13T17:18:30+07:00Silvia Elawatisilviaelawati22@gmail.comPutri Dian Dia Coniaputriconia@untirta.ac.idBangun Yoga Wibowobangunyogawibowo@untirta.ac.id<p>Istilah <em>adolescence</em> atau remaja berasal dari bahasa Latin, yaitu <em>adolescere</em> (kata bendanya, <em>adolescentia</em> yang berarti masa remaja) yang mengandung arti berkembang atau beranjak dewasa. Menurut Hurlock awal masa remaja berlangsung mulai dari usia 13 tahun sampai 16 atau 17 tahun, dan masa remaja akhir bermula dari usia 16 atau 17 sampai 18 tahun. Kepuasan pernikahan adalah sebuah perasaan subjektif terkait rasa puas, bahagia, dan pengalaman menyenangkan yang dilakukan oleh pasangan suami istri terkait keseluruhan aspek dalam pernikahannya. <em>Big five personality</em> merupakan lima kategori sifat besar yang ada dalam diri seseorang, yang menunjukkan ciri khas individu itu sendiri. Lima kategori sifat ini terdiri dari <em>neuroticism, extraversion, openness to experience, agreeableness </em>dan<em> conscientiousness</em>. Jenis penelitian yang digunakan yang digunakan yaitu jenis penelitian kualitatif. Pendekatan penelitian yang digunakan yaitu studi kasus. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu menggunakan kuesioner, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aspek kepribadian memiliki pengaruh yang signifikan dalam menentukan kualitas hubungan pasangan suami istri. Terdapat dua responden yang mengarah pada tipe kepribadian <em>agreeableness</em> dengan tingkat kepuasan pernikahan yang tinggi dan satu responden lainnya mengarah pada tipe kepribadian <em>neuroticism</em> dengan tingkat kepuasan pernikahan yang sedang.</p>2026-01-13T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)http://journal.al-matani.com/index.php/jkip/article/view/1949Integrasi Pendidikan Agama Islam dengan Literasi Digital untuk Membentuk Generasi Berakhlak Mulia di MI Miftahul Ulum2026-01-10T22:25:33+07:00Latifa Syahdalatifazahra1502@gmail.com<p>Technological developments in the modern era require the world of education to adapt without neglecting moral and religious values. The integration of Islamic Religious Education (PAI) with digital literacy is a crucial effort in developing students who are not only technologically proficient but also possess noble character. This study aims to describe and analyze the implementation of PAI integration with digital literacy at MI Miftahul Ulum as a means of developing students' noble character. The research method used was descriptive qualitative, with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The results indicate that the integration of PAI with digital literacy was implemented through the use of Islamic-themed digital learning media, religious-themed digital literacy activities, and the instilling of media ethics in accordance with Islamic values. This integration has a positive impact on student character development, marked by increased discipline, responsibility, and politeness in daily life and digital activities.</p>2026-01-13T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)http://journal.al-matani.com/index.php/jkip/article/view/1906 Penggunaan Media Sosial Sebagai Sumber Belajar Pendidikan Agama Islam Bagi Siswa SMA IT Wahdah Islamiyah Pomalaa 2025-12-29T18:05:08+07:00Aeny Maqhfirah.Sainyymghfrh@gmail.comNurhayati NurhayatiNurhayati@usimar.ac.idHaeruddin Haeruddinusthaeruddin@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan media sosial sebagai sumber belajar Pendidikan Agama Islam (PAI) pada siswa SMA IT Wahdah Islamiyah Pomalaa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif, yang bertujuan untuk memahami dan menggambarkan secara mendalam fenomena pemanfaatan media sosial dalam pembelajaran PAI sebagaimana berlangsung secara alamiah di lingkungan sekolah. Lokasi penelitian ditetapkan di SMA IT Wahdah Islamiyah Pomalaa karena sekolah ini merupakan lembaga pendidikan Islam terpadu yang menempatkan Pendidikan Agama Islam sebagai komponen utama pembelajaran, serta siswanya aktif menggunakan media sosial dalam kehidupan sehari-hari. Subjek penelitian meliputi siswa yang memanfaatkan media sosial sebagai sumber belajar PAI dan guru Pendidikan Agama Islam sebagai informan pendukung. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi nonpartisipan, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model analisis interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi secara berkesinambungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial telah menjadi bagian integral dari kehidupan siswa dan dimanfaatkan secara aktif, khususnya di luar jam pembelajaran formal. Media sosial tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai sumber belajar alternatif untuk mengakses konten keagamaan yang relevan dengan materi PAI. Pemanfaatan media sosial dilakukan secara mandiri oleh siswa untuk menambah pemahaman, mengulang materi, dan memperoleh penjelasan tambahan dengan akses yang fleksibel tanpa terikat ruang dan waktu. Namun, pemanfaatannya masih bersifat informal dan belum terintegrasi secara sistematis dalam pembelajaran formal. Platform yang paling banyak digunakan adalah YouTube, Instagram, dan WhatsApp, yang masing-masing dimanfaatkan sesuai karakteristik dan kebutuhan pembelajaran. Temuan ini menunjukkan potensi besar media sosial dalam mendukung pembelajaran Pendidikan Agama Islam apabila dikelola secara terencana dan terarah.</p>2026-01-13T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)http://journal.al-matani.com/index.php/jkip/article/view/1905 Penggunaan Bahasa Emotif Dalam Webtoon Girl's World Karya Morangg Terhadap Ketertarikan Pembaca2025-12-29T18:02:06+07:00Sari Anumsarianum0102@gmail.comKingkin Puput Kinantikinantikingkin6@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk, fungsi, dan makna bahasa emotif dalam Webtoon <em>Girl's World</em> karya Morangg. Latar belakang penelitian ini adalah fenomena <em>Girl's World</em> yang dikenal mampu memberikan pengalaman membaca yang menenangkan (<em>healing</em>) dan membangun kedekatan emosional pada pembaca melalui bahasa yang digunakan. Bahasa emotif, sebagai aspek bahasa yang berfungsi untuk mengekspresikan atau membangkitkan perasaan, diduga menjadi kunci utama dari dampak psikologis tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan subjek penelitian berupa tuturan atau dialog para tokoh dalam Webtoon <em>Girl's World</em>. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dan <em>purposive sampling</em>, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif (reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan). Hasil penelitian diharapkan dapat mengungkapkan secara rinci bagaimana Morangg memanfaatkan diksi, ungkapan, dan gaya bahasa yang mengandung nilai rasa untuk membangun suasana empati, menggambarkan konflik batin, dan pada akhirnya, menciptakan rasa nyaman bagi pembaca. Secara teoretis, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan kajian bahasa emotif, khususnya dalam konteks sastra digital seperti Webtoon.</p>2026-01-13T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)